Tak Perlu Terang Cukup Redup Tapi Tak Padam
Wajar Kok, Kalau Kamu Berantakan
Kamu pasti pernah merasakannya:
Terbangun jam 2 pagi, menatap langit-langit kamar, lalu tiba-tiba dada terasa sesak karena memikirkan, "Sebenarnya hidupku ini mau dibawa ke mana, sih?"
Atau saat kamu membuka Instagram, melihat teman seangkatanmu pamer kunci rumah baru, update jabatan mentereng di LinkedIn, atau pamer foto prewedding yang estetik. Sementara kamu? Kamu masih rebahan pakai daster/kaus belel, memikirkan besok mau makan apa supaya uang di dompet cukup sampai akhir bulan. Seketika, kamu merasa tertinggal. Merasa gagal. Merasa seperti pecundang.
Hei, tarik napas dulu.
Buku ini bukan instruksi manual dari motivator sukses yang akan menyuruhmu bangun jam 4 pagi, mandi air es, dan hustle sampai tipes. Buku ini juga tidak akan menceramahimu dengan kalimat toxic positivity seperti "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda!" (Padahal kita tahu ditolak HRD itu sakitnya nyata).
"Wajar Kok, Kalau Kamu Berantakan" adalah sebuah pelukan hangat di tengah kewarasanmu yang sedang terkikis. Ditulis dengan gaya obrolan tengah malam dari hati ke hati, buku ini adalah teman dudukmu saat kamu sedang lelah menjadi people pleaser, saat kamu bingung memilih antara mengejar passion atau sekadar bertahan hidup bayar tagihan, dan saat kamu patah hati karena di-ghosting gebetan (atau teman sendiri).
Di dalam buku ini, kita akan sama-sama menelanjangi ilusi Quarter-Life Crisis, membongkar "CV Bayangan" dari orang-orang yang kelihatannya selalu sukses di media sosial, dan belajar seni paling penting di usia 20-an: Self-compassion (menjadi sahabat untuk diri sendiri).
Tidak apa-apa kalau hidupmu hari ini belum sesuai dengan "Timeline" yang diharapkan orang-orang. Kamu tidak harus punya peta yang sempurna. Kadang, tersesat dan harus mencari rute baru (rerouting) adalah satu-satunya cara untuk menemukan tempat di mana kamu benar-benar mekar.
Tutup aplikasinya. Buka buku ini. Izinkan dirimu untuk berantakan sejenak. Tenang saja, pada akhirnya, kita bakal baik-baik saja.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Tak Perlu Terang Cukup Redup Tapi Tak Padam
Penulis: Reo Kurniawan Iriandito P
Jumlah Halaman: 177 halaman
Ukuran: 14x20 cm
