Perihal PULANG
Ada yang tumbuh dengan rumah sebagai tempat pulang, ada pula yang menghabiskan hidupnya menjadi pengemara, mencari tempat untuk merasa utuh tanpa harus berpura-pura.
Kita terlalu sibuk mengejar mimpi dan memohon seseorang untuk menetap, sampai lupa bahwa dalam usaha mempertahankan orang lain, kita justru berkali-kali kehilangan diri sendiri. perihal PULANG adalah catatan tentang kehilangan yang belum selesai, tentang hati yang lelah menunggu, dan hal-hal yang pada akhirnya harus dilepaskan meski belum sepenuhnya rela.
Seperti tulip yang tak selamanya mekar, ada keindahan yang hanya dititipkan sebentar. Namun, di antara kelopak yang gugur dan malam yang panjang, hijau neon tetap menyala—seperti harapan kecil yang menolak padam, seperti diri kita yang diam-diam masih ingin tumbuh, meski berkali-kali dibuat runtuh.
Sebab barangkali, pulang bukan perkara siapa yang memilih tinggal, melainkan keberanian untuk kembali kepada diri sendiri setelah terlalu jauh tersesat demi seseorang. Dan kali ini, semoga kita tak lagi menjadi asing bagi diri sendiri.
KETERANGAN BUKU
Judul: Perihal PULANG
Penulis: Mohammad Azril Fazil Hamka
Jumlah Halaman: 173 halaman
Ukuran: 14x20 cm
