Teruslah Melangkah dengan Jiwa yang Berserah
Bila nanti tiba masanya, percayalah Allah selalu punya cara untuk mewujudkannya. Hati boleh patah, mata boleh basah, istirahatlah saat kau lelah. Lalu bentangkanlah sajadah dan berceritalah. Kemudian teruslah melangkah dengan jiwa yang terus berserah pada Allah.
Seringkali saat hati tak lagi mampu berbicara, mata pun dihujani dengan deral air mata. Air yang mengalir menjadi sebuah tangisan, tetapi setelahnya justru memberikan ketenangan. Bukan sebuah kebetulan, melainkan itu adalah cara Allah untuk menenangkan.
Jujurlah pada Allah bahwa engkau sedang rapuh. Saat engkau merasa lemah bahkan berada di titik terendah, terasa berat untuk bangkit, maka ucapkan "laa hawla wa laa quwwata illa billah", tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Kalimat yang berisi penyerahan diri dalam segala urusan kepada Allah.
Teruslah melangkah, berjalan, mengalir bersama takdir. Serahkan pada Allah. Sebab seorang hamba tidaklah bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menolak sesuatu, juga tidak bisa memiliki sesuatu selain kehendak Allah.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Teruslah Melangkah dengan Jiwa yang Berserah
Penulis: Vivi Kurnianingsih
Jumlah Halaman: 114 hal
Ukuran: 14x20 cm
