Syarah Futuh Syam Al-Azdi
Syarah Futuh Syam al-Azdi merupakan buku terjemahan berbahasa Indonesia pertama,
dan mungkin syarah pertama yang mengulas kitab Futuh Syam al-Azdi. Kitab yang sangat-sangat
langka mengenai sejarah pembebasan negeri Syam di masa Khulafa ar-Rasyidin Abu Bakar
ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab. Allah meridhainya. Merasa terhormat sekali karena panggilan sang saka. Panggilan sejarah. Menuliskan kitab
yang sangat dilupakan orang namun merupakan kitab terbesar di masanya: Futuh Syam al-Azdi.
Saking terlupakannya oleh sejarah, jika menyebut turats atau buku klasik mengenai Futuh Syam
(Pembebasan Negeri Syam), biasanya orang akan merujuk ke Futuh Syam al-Waqidi.
Padahal derajat keshahihan atau validilitasnya jauh di bawah Futuh Syam al-Azdi, kitab yang
berada di tangan pembaca budiman ini. Selain itu, kelebihan Futuh Syam al-Azdi merupakan
kitab tertua dalam topik pembebasan Syam di masa sahabat. Satu generasi lebih tua ketimbang
Futuh Syam al-Waqidi. Imam al-Waqidi wafat tahun 207 Hijriyah, sedangkan Imam al-Azdi
wafat sekitar 170 Hijriyah.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Syarah Futuh Syam Al-Azdi
Penulis: Ilham Martasya'bana
Jumlah Halaman: 116 halaman
Ukuran: 14x20 cm
