blog Details

blog

Sekeping Hati Boleh Terluka

Kata siapa luka hadir lantaran ketidak-becusan kita menjaga sekeping hati. Luka itu niscaya yang dapat mengunjungi siapa saja, termasuk kita.

Saat hati sesak karena takdir tidak sesuai dengan doa, kegagalan bertubi-tubi, pengkhianatan, bahkan kehilangan, kemudian menyalahkan diri. Demikian, apa iya kita harus berkata, kita baik-baik saja dan terus tersenyum? Apakah kita harus selalu tegar tanpa tangisan?

Sekeping hati boleh terluka. Kita boleh tidak baik-baik saja. Kita boleh tidak tegar. Boleh menangis, boleh sedih. Iya, boleh.

Akui saja sedang terluka, jatuh, lemah, terpuruk, sedih, kecewa, menyesal, dan apa saja tentang luka. Namun, jangan lama-lama! Sebentar saja!

Bagaimana caranya? Peluk satu per satu kata pada buku ini sekarang juga!



KETERANGAN BUKU:

Judul: Sekeping Hati Boleh Terluka

Penulis: Syilviya Romandika

Jumlah Halaman: 159 halaman

Ukuran: 14x20 cm

Social Share :