Sekeping Hati Boleh Terluka
Kata siapa luka hadir lantaran ketidak-becusan kita menjaga sekeping hati. Luka itu niscaya yang dapat mengunjungi siapa saja, termasuk kita.
Saat hati sesak karena takdir tidak sesuai dengan doa, kegagalan bertubi-tubi, pengkhianatan, bahkan kehilangan, kemudian menyalahkan diri. Demikian, apa iya kita harus berkata, kita baik-baik saja dan terus tersenyum? Apakah kita harus selalu tegar tanpa tangisan?
Sekeping hati boleh terluka. Kita boleh tidak baik-baik saja. Kita boleh tidak tegar. Boleh menangis, boleh sedih. Iya, boleh.
Akui saja sedang terluka, jatuh, lemah, terpuruk, sedih, kecewa, menyesal, dan apa saja tentang luka. Namun, jangan lama-lama! Sebentar saja!
Bagaimana caranya? Peluk satu per satu kata pada buku ini sekarang juga!
KETERANGAN BUKU:
Judul: Sekeping Hati Boleh Terluka
Penulis: Syilviya Romandika
Jumlah Halaman: 159 halaman
Ukuran: 14x20 cm
