blog Details

blog

Napak Tilas Desa Ambarawa

Buku ini bukan sekadar kisah, melainkan inspirasi berharga bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Pringsewu. Sejarah yang terjaga melalui cerita tutur kini dihadirkan dalam bentuk tulisan sebagai upaya mewariskan pengetahuan dan kebanggaan bagi generasi mendatang. Seperti kata pepatah, “sebelum mengenali sejarah dari tempat yang jauh, kenalilah dahulu sejarah di sekitarmu.”

— H. Riyanto Purnomokus (Bupati Pringsewu)


Seperti berangkat dari titik nol untuk bisa menapaki tempat tinggal saat ini. Buku ini menjadi teman duduk yang menghadirkan banyak kisah berharga.

— Rushmini (Penulis)


Ambarawa pekon tua, memiliki kaitan erat dengan Marga Way Lima. Dari payu hingga jam-jama, Sikan lestaghiko, semuanya adalah bagian dari budaya yang tak ternilai.

Membaca buku ini seolah memasuki “alam” Ambarawa tempo dulu. Buku ini menyajikan kisah sejarah yang tersimpan rapi di masyarakat, tersusun menjadi satu buku, lengkap dengan potongan-potongan kenangan yang penuh makna.

— Tri Sujarwo (Pendongeng Nasional)


Sejarah tidak selalu tersusun kaku. Buku ini hadir dengan kejutan, menghadirkan kisah yang dirangkai apik dengan cerminan masa lalu. Sangat disarankan untuk dibaca dan jangan lupa tutup bukunya dengan doa.

— Komunitas Satu Darah (Bersatu untuk Budaya dan Sejarah)


Dari sudut pandang jurnalisme, buku ini adalah rujukan otentik untuk mengisi kekosongan literasi sejarah lokal. Sejarah bukan sekadar kenangan, tetapi pondasi untuk memperkuat identitas dan menumbuhkan rasa bangga, serta inspirasi bagi generasi berikutnya.

— Murovi NP (Jurnalis Pringsewu)


Buku ini merupakan warisan berharga sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus. Melalui Napak Tilas Desa Ambarawa, kita diajak menyelami perjalanan panjang sebuah pekon yang sarat makna. Dengan menghargai sejarah, kita dapat memperkuat jati diri serta menjadikannya motivasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

— Anton Dwi Nugroho, SE., M.Si (Camat Ambarawa)


Buku ini hadir sebagai dokumentasi sejarah, menghadirkan kembali fragmen masa lalu agar dapat kita kenang. Semoga mereka yang telah tiada tetap hidup melalui kisah yang tertulis di sini. Membacanya adalah mengenal mereka, mengenal kita, bahkan mengenal bangsa kita sendiri.

— Al Huda (Kepala Pekon Ambarawa)


Saya berharap buku ini mampu memberi manfaat, tidak hanya sebagai catatan sejarah, tetapi juga amal jariyah yang menginspirasi.

— Imron (Tokoh Masyarakat Ambarawa)


Dengan adanya buku ini, masyarakat bisa menelusuri sejarah pekon Ambarawa secara lebih jelas dan terstruktur. Harapannya, generasi kini maupun yang akan datang dapat terus menjaga dan mencintai pekonnya.

— Dedi Sutarto, S.Pd (Ketua Karang Taruna Kecamatan Ambarawa)


KETERANGAN BUKU:

Judul: Napak Tilas Desa Ambarawa

Penulis: Ardi Wibowo


Jumlah Halaman: 296 halaman

Ukuran: 14x20 cm

Social Share :