blog Details

blog

Mitsaqan Ghalidzan

Muhamad Tsabit Qadami memiliki segalanya, keluarga yang hangat, pendidikan terbaik dan karier gemilang sebagai arsitek. Namun, ujian terbesarnya justru datang dalam wujud cinta dan perempuan paling lembut yang ingin ia tuju sebagai pendamping hidup, Hafshah Zarmina Umnia.

Bukan restu orang tua Acha yang menjadi batu sandungan. Bukan pula perbedaan iman atau kasta sosial yang menggoyahkan. Justru ayahnya sendiri, Mahija Aro, sosok panutan dan teladan hidup Abit, yang berkata dengan tenang. 

“Perjuangkan sendiri. Tanpa nama besar, tanpa pengaruh Papa.”

Perjuangan Abit membawanya menyusul Acha ke Mataram, tempat gadis itu tengah melakukan mini riset di sebuah pondok pesantren. Niat Abit untuk melindungi dalam diam, sesuai janjinya pada sang ayah, justru berujung pada takdir yang tak terduga. Acha berbalik menjadi perisai Abit. 

Satu tindakan heroik. Satu pengorbanan yang nyaris merenggut segalanya.

Tragedi itu mengubah segalanya. Ujian Abit bukan lagi soal menaklukkan syarat dari Acha dan Aro, melainkan bagaimana meraih kembali hati gadis yang kini hancur dan merasa tak lagi pantas. Di saat Acha berusaha memulihkan lukanya, Abit berjuang di medan perang lain, memulihkan dunia Acha yang terenggut oleh dendam keluarga.

Kadang, cinta tak datang karena kita saling memilih. Namun, karena kita pernah mengucap "aamiin" pada doa yang sama, hingga akhirnya sampai ke Mitsaqan Ghalidzan itu.

Lalu, apakah doa Acha dan Abit pernah bertemu di langit yang sama?



KETERANGAN BUKU:

Judul: Mitsaqan Ghalidzan

Penulis: Syaesha


Jumlah Halaman: 817 halaman


Ukuran: 14x20 cm

Social Share :