Merangkul Luka, Menata Kembali untuk Melangkah Lagi: Refleksi diri, pemulihan hati, dan keberanian untuk melangkah lagi
Hidup tidak selalu memberikan jalan yang terang, ada saatnya di mana kita merasa terhenti. Bukan karena kita tidak mampu lagi untuk meniti, melainkan terkadang arah yang dulunya kita tempu terasa jelas mendadak berubah menjadi suram. Luka lama yang belum sembuh, keputusan yang tak pernah tuntas, dan harapan yang sempat redup membuat kita enggan melangkah, enggan percaya bahwa ada hasil indah di ujung sana.
Namun, hidup selalu memberi ruang untuk ditata ulang. Kita boleh jatuh, boleh. rapuh, boleh telah, akan tetapi tidak boleh menyerah. Menata kembali bukan hanya sekadar menyulam masa lalu, tetapi juga memperindah strategi untuk melangkah lagi. lebih bijak, lebih utuh, membentuk pengalaman baru dari luka lama, menjadikan pelajaran dari setiap kegagalan, memperluas ikhlas dari setiap cobaan, menjadikan sabar sebagai benteng dalam menopang perjalanan,
Menata kembali, kita tidak sedang kembali ke titik awal. Melainkan, kita sedang menjemput versi terbaik dari diri kita sendiri, yang telah ditempa oleh waktu, diuji oleh keadaan, dan masih tetap bersedia untuk melangkah, walaupun dengan cara pertahan
Buku ini hadir sebagai ruang refleksi diri. Dari percakapan batin yang amat panjang, dari malam-malam yang penuh akan pertanyaan, dan pagi-pagi yang mengandung secarik harapan, la adalah kumpulan langkah-langkah kecil yang saya ambil untuk kembali melanjutkan harapan, meski tertatih, la adalah cermin bagi setiap jiwa yang pernah merasa hilang, merasa terluka, dan merasa kecewa namun diam-diam masih menyimpan mimpi yang besar.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Merangkul Luka, Menata Kembali untuk Melangkah Lagi: Refleksi diri, pemulihan hati, dan keberanian untuk melangkah lagi
Penulis: Deni Alfarizi
Jumlah Halaman: 167 Halaman
Ukuran: 14x20 cm
