Mencari Tuhan di Negeri Tak Bertuhan
Buku ini berkisah tentang
perjalanan hidup seorang anak perempuan introvert keras kepala. Perjuangan yang
begitu berat ia lakukan demi meraih mimpi untuk melanjutkan kuliah ke luar
negri. Impian untuk membuktikan bahwa tidak memiliki ayah bukan berarti tidak
bisa sekolah adalah bensin yang terus menggerakkan semangat perjuangannya.
Penghianatan kakak asuh
terhadap keluarganya memaksa ia untuk menjadi jembatan agar semuanya tetap
harmonis. Namun semua pengorbanannya dibalas dengan perbuatan kakak asuh yang
tidak tahu diri dan semena-mena. Tak cukup itu, semua orang justru menghujat
dan menghujaninya dengan caci maki karena dianggap bahagia diatas penderitaan
keluarganya sendiri. Sakit hatinya hanya bisa ia pendam sendiri.
Kematian bapaknya delapan
tahun yang lalu telah merubah seluruh aspek hidupnya. Kerinduan yang ia pikul
membuatnya tidak sadar untuk terus-terusan menemukan sosok bapak dalam diri
orang lain. Sampai pada perjalanan hidup yang membawanya ke negri China, peristiwa
percobaan bunuh diri berkali-kali ia lakukan karena beban yang tak sanggup ia
tahan. Depresi tak bisa dihindari. Takdir mempertemukannya dengan seorang
lelaki yang membuatnya merasa pantas melanjutkan hidup, menuntunnya berjalan
setiap hari. Namun ketika cinta tumbuh begitu subur di hati keduanya, budaya
yang tak bisa dilanggar memaksa mereka harus saling melepaskan atas nama cinta.
Perjalanan yang begitu
panjang nan melelahkan tak berakhir manis, satu semester sebelum kelulusannya,
virus corona datang melanda negri tempat ia menimba ilmu. Dihadapkan dengan
pilihan yang berat dan nyawa menjadi pertaruhannya. Kepulangannya ke negri
tercinta kini menjadi penyesalan yang luar biasa. Stigma buruk ia terima,
dianggap antek asing, pengangguran dan gagal. Berusaha sekuat mungkin untuk
tetap bertahan menghadapi situasi pandemi meski pilihan bunuh diri masih
seringkali menghantui.
Penantian yang sangat
panjang, menguras tenaga dan mempengaruhi kesehatan mental. Hidup terus diuji, berita
buruk yang ia dengar bagai godam menghantam kepalanya. Beasiswa yang ia
dapatkan tak bisa diperpanjang. Bagaimana ia harus menyelesaikan kuliahnya?
Perjuangan meraih impian,
cinta dan agama semua dipaparkan apa adanya, lika-liku perjalanan yang ditulis
terasa hidup dan bernyawa. Pertemuan-pertemuan dengan orang-orang pilihan berusaha
ia renungi hikmahnya. Apapun yang ada dalam hidup ini tidak mungkin terjadi
tanpa arti.
Di dalam kondisi yang
semakin getir, ia percaya suatu saat nanti takdir baik akan datang
padanya.
