La Patau Matanna Tikka (Simpul Erat Darah Empat Etnis)
Satu Takhta, Empat Darah, dan Sebuah Simpul yang Diikat dengan Air Mata.
Di atas puing-puing perang dan aroma mesiu yang belum sepenuhnya hilang dari tanah Sulawesi, La Patau Matanna Tikka memikul beban yang hampir mustahil: menjahit kembali kain persaudaraan yang telah robek antara Bone, Gowa, Luwu, dan Soppeng. Ia bukan sekadar raja; ia adalah "Sang Penjahit" yang mengikat empat etnis besar melalui pertalian darah dan diplomasi tingkat tinggi.
Namun, mengikat simpul tak pernah tanpa pengorbanan. Saat bayangan pedang VOC mulai memanjang di tanah Bugis-Makassar, satu per satu pilar kekuatannya goyah. I Mariyama Karaeng Pattukangan, sang "Jembatan Sutra" dari Gowa, harus bertaruh nyawa di ambang kelahiran anak keempatnya—sebuah kelahiran yang membawa kehidupan baru, namun merenggut napas sang pemersatu.
Di tengah kedukaan yang mendalam dan perceraian politik yang menyakitkan dengan We Ummung, La Patau kini berdiri di persimpangan takdir. Di sisinya, hanya tersisa Maemuna Dala Marusu, sosok perempuan tegar yang harus memegang tali kemudi di tengah badai intrik, hukum syariat, dan ancaman kolonial yang kian nyata.
Akankah Simpul Erat yang ditenun dengan cinta dan air mata ini mampu bertahan melawan ego kekuasaan dan pengkhianatan? Ataukah sejarah akan mencatatnya sebagai usaha mulia yang akhirnya runtuh ditelan zaman?
Sebuah epik sejarah tentang cinta yang politis, diplomasi yang berdarah, dan perjuangan seorang lelaki untuk menyatukan nusantara di bawah satu kehormatan
KETERANGAN BUKU:
Judul: La Patau Matanna Tikka (Simpul Erat Darah Empat Etnis)
Penulis: Andi Fahri Makkasau
Jumlah Halaman: 201 halaman
Ukuran: 14x20 cm
