blog Details

blog

Kukembalikan Senyummu, Anak Gembala

Di atas tanah hijau di bawah teduh langit sore, seorang anak menggiring kambing sambil menatap langit yang tak pernah menjawab. Namanya Rio — anak gembala yang setiap langkahnya dianggap sebagai pertanda celaka.

Ibunya, kini bicara dengan angin dan menertawakan hujan. Dengan tangan dan kaki yang tak mudah digerakkan. Di matanya, dunia sudah lama pecah, dan Rio adalah serpihan yang tersisa. Orang-orang desa memilih menjaga jarak dengan Rio dan ibunya.

Namun di balik sunyi dan cemooh, Rio belajar mencintai kesepian. Ia berbicara pada langit, memaafkan tanah, dan mencari makna dari luka yang tak bisa ia hindari. Sebab mungkin, menjadi “pembawa sial” hanyalah cara dunia menguji seberapa kuat seorang anak bisa menyalakan cahaya di tengah gelap. Mengenal gadis ceria yang tak percaya dengan kutukan, telah memberinya secercah semangat. Bahwa masih ada manusia yang menganggap kehadirannya adalah suatu anugerah.

Kiara memberikan warna dalam hidup Rio yang kelabu. Kiara pula senang mendapatkan teman yang tak mempermasalahkan latar belakang keluarganya. Keluarga Kiara yang diliputi awan mendung, perlahan terang. Nano selalu mencoba memperbaiki setiap kesalahan yang pernah dia perbuat. Demi menciptakan senyum bangga dan bahagia di raut renta orang tuanya.

Mereka yang menyebut Rio anak pembawa sial, padahal yang sial hanyalah hati yang menolak mengasihi. Ia menggiring kambing di bawah langit yang sepi, sambil belajar memaafkan dunia yang tak pernah memahami ibunya. Di antara sunyi itulah, Tuhan berbisik pelan: “Kutukan hanyalah nama lain dari kasih yang belum dimengerti.”


KETERANGAN BUKU:

Judul: Kukembalikan Senyummu, Anak Gembala

Penulis: Wiwin Tirta Yuniawati

Jumlah Halaman: 130 halaman

Ukuran: 14x20 cm

Social Share :