Kaleng Mentega
Di sebuah rumah kecil yang penuh aroma pagi dan tawa sederhana, Dwi tumbuh bersama keluarga yang ia kira sempurna. Dunia kecilnya dipenuhi imajinasi, harapan, dan kaleng mentega yang menyimpan kenangan masa kecil. Namun, hidup tak selalu berjalan seperti dongeng. Ketika kenyataan mulai mengelupas, Dwi menemukan bahwa ia bukan "yang utama" dalam semesta orang tuanya yang selama ini ia panggil ayah dan ibu.
Di sudut dapur, kaleng mentega, Tempat Dwi simpan mimpi dan tawa.
la percaya dunia sempurna, Di peluk hangat ayah dan bunda.
Namun langit tak selalu cerah, Rahasia datang tanpa berserah.
la bukan darah, bukan sejarah, Hanya bayang di rumah yang ramah.
Tapi Dwi tetap menata hati, Meski retak, ia tak lari.
la belajar dari luka sunyi, Bahwa cinta tak selalu pasti.
Novel ini mengajak pembaca menyelami dunia batin seorang anak yang belajar menerima retakan demi retakan dalam hidupnya. Dengan gaya penulisan yang santai namun puitis, Kaleng Mentega adalah refleksi tentang kehilangan, pencarian jati diri, dan bagaimana tetap bertahan di tengah-tengah patah sepatah-patahnya.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Kaleng Mentega
Penulis: Reza Satrio
Jumlah Halaman: 70 halalaman
Ukuran: 14x20 cm
