Hilang Sebelum Pulang
Ditengah perjalanan tiba-tiba ada truk yang menabrak mobil Arya dari arah yang berlawanan, sehingga mobil Arya terpental keluar dari jalan dan masuk ke dalam jurang. Polisi dan ambulance pun datang untuk menolong, tetapi saat dibawa menuju rumah sakit nyawa Arya tidak dapat diselamatkan karena pendarahan hebat dikepalanya akibat dari benturan yang sangat kuat.
"Tring... tring..." Suara telepon genggam Fatimah berbunyi. Fatimah langsung mengangkat telepon tersebut yang tenyata adalah terman Arya namanya Wahyu. Dengan hati yang sedih Wahyu memberitahu Fatimah bahwa Arya tertabrak truk dan mengalami pendarahan di kepalanya, tetapi Wahyu tidak memberitahu kalau Arya sudah meninggal, biar Fatimah sendiri yang melihatnya. Dengar kabar tersebut Fatimah kaget, dari sangat sedih. Fatimah langsung menuju rumah sakit bersama orang tuanya.
Sesampainya di rumah sakit, langkah Fatimah terhenti sejenak saat melihat arah yang dituju bukan ruang perawatan, melainkan ruang jenazah Hatinya mulai gelisah, pikirannya berkecamuk, menolak segala kemungkinan buruk yang terlintas.
Namun begitu memasuki ruangan itu, tubuhnya gemetar. Dengan tangan yang bergetor, Fatimah membuka perlahan kain putih yang menutupi sosok di hadapannya. Saat kain putih tersebut terbuka terlihat wajah Arya.
Penggalan cerita di atas merupakan satu dari beberapa cerita pendek yang menarik yang ada dalam antologi cerpen ini, Kisah-kisah yang diangkat merupakan hal-hal yang cukup relevan dengan kehidupan masa kini. Semoga Antologi cerpen ini memberi banyak inspirasi untuk pembaca.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Hilang Sebelum Pulang
Penulis: Dean Agustin, dkk.
Jumlah Halaman: 127 hal
Ukuran: 14x20 cm
