GELAPNYA JALAN PULANG
Kesadaran Tuan Hamid timbul tenggelam. la heran melihat banyak orang yang datang. Mereka adalah kerabat, teman, dan kenalan. Siapa yang mengundang mereka untuk datang ke rumahnya? Mereka duduk dan berdiri sesukanya. Tanpa ada penyambutan dan tanpa pernak-pernik. Tidak ada pula kursi-kursi di dalam tenda agar mereka bisa menikmati perhelatan. Yang ada hanya wajah-wajah duka yang penuh harap dan kecemasan. Sebagian dari mereka bahkan tampak berpakaian serba hitam seperti tanda sedang ikut berkabung.
Dalam kegelisahannya, Tuan Hamid teringat sesuatu. Di mana istri dan anak-anaknya? Lalu ia mencarinya melewati kerumunan orang-orang yang berada di dalam ruangan. Tuan Hamid kesal, mengapa istri dan anak-anaknya meratapi jasad asing yang mati terbaring di rumah. Siapakah si mayit sebenarnya?
KETERANGAN BUKU:
Judul: GELAPNYA JALAN PULANG
Penulis: Hamdani
Jumlah Halaman: 58 Halaman
Ukuran: 14x20 cm
