Bapak Aing Dajjal Sunda?
Dengan tangan gemetar, Aula menggenggam stiker foto ayahnya. "DICARI: DAJJAL SUNDA. HUKUM MATI!" Air matanya berderai. Bagaimana mungkin wajah yang tadi pagi masih menatapnya dengan bangga sambil mengikatkan dasi, kini berubah menjadi wajah seorang buronan yang pantas dihakimi massa?
Tubuh kecilnya yang masih berseragam putih-merah itu berlari kencang menuju rumah. Begitu melihat ayahnya di teras, Aula langsung menubruk dan memeluk erat lelaki itu.
"Apa itu, A?" tanya sang ayah, logat Sundanya kental membubung, sambil mendapati bahaya seragam putranya basah oleh air mata.
"Iyah... Ini," desis Aula, suaranya tersendat. Ia menyodorkan stiker yang sudah kusut digenggamannya.
Saat kertas itu beralih tangan, jari-jari ayahnya bergetar halus. Lalu, dengan tenaga terakhir yang ia kumpulkan, tangan itu beralih membelai kepala Aula. Di pundak kiri anaknya itu, ia menitipkan sebuah usapan—sebuah kenangan, sebuah permintaan maaf, sebuah kemungkinan bahwa ini bisa jadi yang terakhir.
Tubuh mungilnya terguncang oleh isak tangis, Aula mengusap air matanya dengan punggung tangan yang masih mungil
"Ayah," bisiknya, suara kecilnya pecah oleh isak. "Apa itu Dajjal?"
Pertanyaan polos itu seakan menyetrum sang ayah. Dia berhenti sebentar, bahunya naik turun menahan tangis. Dengan susah payah, ia mengatur napas, berusaha tampak tegar.
"Dajjal itu... orang jahat, Nak," jawabnya pendek, suaranya serak.
Sampai skrang Aula blom tau siapa ibu kandungnya , sengaja di rahasiakan ayahnya biar anggap ibunya yang skrang adalah ibu kandungnya. Aula adalah anak yang dilahirkan dari kematian.
Ibunya terkubur bersama kanker ganas seberat empat kilogram yang merebut jalan lahirnya. Saat bayi-bayi lain menangis untuk susu, Aula kecil menangis di depan zasat ibunya, mulutnya komat-kamit seolah masih mencari puting susu yang telah pergi selamanya.
Sejak saat itu, yang ia punya hanya ayahnya. Seorang lelaki yang air matanya telah habis untuk kesedihan, lalu berganti keringat untuk membesarkannya. Lelaki yang belajar menjadi ibu: tangan yang sama yang mengganti popok kain, adalah tangan yang sama yang mencarinya susu formula hingga larut malam.
Mereka duduk dalam sepi. Tanpa sepatah kata tapi mereka saling memahami.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Bapak Aing Dajjal Sunda?
Penulis: Rinaldy Pangi
Jumlah Halaman: 191 Halaman
Ukuran: 14x20 cm
