blog Details

blog

Banyuwangi “Sunrise of Java”

Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam memajukan pariwisata Banyuwangi sangat berperan. Awal mula membangun 99 destinasi desa wisata pengelolaan sengaja diserahkan kepada masyarakat. Hampir 90 persen desa wisata di Banyuwangi dikelola oleh POKDARWIS. Tahun 2023 akan ada 55 jadwal festival wisata di Banyuwangi. Pemda Banyuwangi, khususnya pariwisata Banyuwangi dalam memberi informasi lebih mengutamakan melalui media sosial. Jumlah wisatawan tahun 2022 sebanyak 3 juta orang dan di tahun 2023 ditargetkan akan mencapai 4 juta orang. Tahun 2023 nanti akan lebih dikembangkan konsep pariwisata syariah dan Ijen Geopark diharapkan lolos penilaian oleh Unesco.

MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi

Saya sudah pernah berkunjung ke Pantai Pulau Merah dan De Djawatan Benculuk. Alam liarnya daerah Banyuwangi masih terjaga. Setelah membaca buku tentang Banyuwangi ini saya jadi banyak tahu tempat tujuan wisata di Banyuwangi yang belum saya kunjungi. Tempat yang paling berkesan selama di Banyuwangi adalah tempat menginap saya di Rumah Kita Kalibaru yang suasananya sangat pedesaan dan asri.Banyak makanan enak dan murah di Kalibaru membuat saya betah menginap sampai 3 hari di Kalibaru. Saya kagum dengan kebersihan tempat-tempat wisata di Banyuwangi dan alamnya menunjukkan kesadaran masyarakat setempat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan sadar wisata.

Prof. DR. dr Zakiudin Munasir Sp. A(K), Dokter Anak dan Traveler 

Membaca buku tentang Banyuwangi mengingatkan saya pada kunjungan ke salah satu spot yang sangat eksotis De Djawatan Benculuk. Jajaran pohon trembesi ukuran raksasa membuat suasana agak sedikit mistis tapi juga menggerakkan hati lebih banyak untuk mengeksplorasi ke dalamnya. Kebetulan saya datang masih cukup pagi, bahkan sisa hujan semalam masih meninggalkan air di beberapa tempat. Sehingga saya tidak perlu berebut tempat untuk menikmati tempat yang indah ini. Dengan akses jalan yang mudah dijangkau, tempat ini sangat direkomendasikan untuk didatangi ketika berkunjung ke Banyuwangi.

Mardiana Sukardi, Dosen, Pecinta Keindahan Nusantara dan Traveler

Luar biasa, senang sekali bisa membaca buku dengan tujuan wisata Banyuwangi. Nggak nyangka ternyata Banyuwangi memiliki banyak sekali destinasi wisata dan juga kuliner yang unik. Aku paling favorit Nasi Tempong. Setelah membaca buku ini baru tahu ada kuliner Sego Cawuk dan Nasi Rawon Pecel. Rasanya pengin balik lagi ke Banyuwangi untuk kulineran dan liburan lagi. Gak sabar!

Dimas Ramadhan, Selebgram Travel dan Content Creator


Judul:

Banyuwangi “Sunrise of Java”

Penulis:

Asita Djojo Koesoemo

Ukuran: 14x20 cm

Jumlah halaman: 225

Jenis Naskah: Non Fiksi



Social Share :