Antologi Puisi "Bersahabatlah dengan Alam"
Dalam diam yang meresap, alam menangis—menangisi luka yang tak tampak, tetapi terasa oleh setiap jiwa. Setiap puisi dalam antologi ini adalah jejak bisu dari kerusakan yang tak terbendung, saat bencana menggulung dan meninggalkan kehampaan di tiap sudut bumi. Kata-kata ini bukan hanya ungkapan, melainkan bisikan angin, deru ombak, dan gemuruh tanah yang mengingatkan kita akan betapa rapuhnya kehidupan yang kita pijak.
Bait-bait yang terukir di dalamnya adalah syair kesedihan, namun juga seruan harapan—sebuah panggilan untuk merawat bumi yang terluka, untuk mengingat bahwa meski segala yang indah terkoyak, alam tetap memiliki cara untuk menyembuhkan dirinya sendiri, begitu pula dengan kita yang ada di dalamnya.
Antologi ini mengajak kita untuk kembali mendengarkan suara alam yang terabaikan, untuk menyadari bahwa keindahan alam adalah nyawa, dan kita—kita yang seharusnya menjaganya—adalah bagian dari perjuangan itu.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Antologi Puisi "Bersahabatlah dengan Alam"
Penulis: Renol Tambunan, dkk.
Jumlah Halaman: 114 halaman
Ukuran: 14x20 cm
