Adu Jangkrik Di Nusantara
Tradisi adu jangkrik di Nusantara telah hidup sejak masa lampau, menyatu dalam budaya rakyat hingga lingkungan keraton. Dari Jawa, Bali, Aceh, hingga Sulawesi, permainan sederhana ini tidak hanya mencerminkan hiburan rakyat, tetapi juga menyimpan dimensi sosial, spiritual, dan simbolik yang berlapis.
Buku ini menelusuri sejarah panjang adu jangkrik, perbandingannya dengan tradisi serupa di Tiongkok, nilai-nilai sosial yang tumbuh darinya, serta transformasi yang dialami di tengah modernisasi. Di satu sisi, ia tampil sebagai warisan budaya takbenda yang membentuk identitas komunitas. Namun, di sisi lain, tradisi ini juga berhadapan dengan berbagai dilema mulai dari perdebatan etis tentang kesejahteraan hewan, stigma perjudian, hingga berpotensi bertabrakan dengan norma hukum yang berlaku.
Bagaimana tradisi ini harus ditempatkan dalam kerangka hukum nasional, dibedakan dari praktik perjudian, serta dikaitkan dengan regulasi mengenai perlindungan budaya dan satwa. Dengan demikian, adu jangkrik dipahami bukan sekadar permainan atau kontroversi, melainkan fenomena budaya yang berada di persimpangan antara tradisi, etika, dan hukum.
KETERANGAN BUKU:
Judul: Adu Jangkrik Di Nusantara
Penulis: Mario Kempes
Jumlah Halaman: 200 halaman
Ukuran: 14x20 cm
