blog Details

blog

知子 Tomoko: Bumi yang Tetap Menunggu

Ketika sungai berhenti bernapas, ketika tanah tak lagi mampu menahan luka, ketika hujan turun bukan sebagai berkah, melainkan peringatan, di situlah manusia dipaksa untuk benar-benar mendengar.


Bumi yang Tetap Menunggu adalah surat cinta yang ditulis di ambang keterlambatan, saat alam tak lagi berbisik, tetapi mulai bersuara.


Buku ini tidak menawarkan jawaban yang menenangkan. Ia menghadirkan keberanian yang jarang kita miliki: mengakui bahwa tangan kita pernah ikut merusak, bahwa langkah kita pernah meninggalkan jejak yang melukai.


Dan mungkin…setelah halaman terakhir ditutup, tidak ada lagi yang terasa sama.


Kamu tidak akan lagi memijak tanah dengan ringan. Tidak akan lagi memandang hujan sebagai hal biasa. Karena setiap butirnya akan terasa seperti pesan, yang selama ini kita abaikan.


Bumi tidak meminta banyak. Ia hanya menunggu, bukan untuk diselamatkan, tetapi untuk dicintai kembali dengan cara yang benar.


Baca perlahan. Rasakan hingga ke dalam dada.


Lalu tanyakan pada dirimu sendiri,  setelah mengetahui semua ini, masihkah kamu akan berpaling?


ETERANGAN BUKU:

Judul: 知子 Tomoko: Bumi yang Tetap Menunggu

Penulis: Shintalya AzisPuji Setya Wilujeng, dan Nurul Jannah


Jumlah Halaman: 243 halaman


Ukuran: 14x20 cm

Social Share :