Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lupus 86 - Penerbit LovRinz

Hallo, Sahabat LovRinz. Apa kabar? Semoga dalam keadaan yang sehat dan bahagia. Aamiin. 


Sebelumnya Eneng ingin bertanya, Sahabat LovRinz memiliki tokoh idola enggak? Entah itu aktor, penyanyi, atau publik figur? Dari semua itu, pernah enggak Sahabat LovRinz mengidolakan tokoh fiksi? Yups, tokoh yang kita baca dari sebuah buku. Eneng ada dong, biasanya Eneng suka karakter kedua yaitu tokoh yang bukan dari tokoh utama, tapi ada satu tokoh utama yang membuat Eneng terpesona.



Siapa? Coba lihat judulnya!

Yeayyy, Lupus. Lupus ini bukan nama penyakit ya, Lupus ini adalah tokoh utama dalam buku yang berjudul sama, Lupus karya Hilman Hariwijaya. Serial ini sangat terkenal pada zamannya yaitu di tahun 1986 hingga 2013. Bahkan sangking nge-hitsnya, Lupus ini sampai diangkat ke layar lebar setahun setelah rilisnya. 


Hal yang Eneng sukai dari tokoh ini adalah Lupus yang seolah-olah nyata dan bisa digapai. Bagaimanapun sebagai seorang pembaca, kita tentu pernah berpikir, "Tuhan, tolong kirimkan orang kaya dia, Tuhan. Udah ganteng, cool, pinter, juga keren." Hayo, siapa Sahabat LovRinz yang begini? Ngaku aja ngaku! Eneng juga sering kok. 


Oh iya, kembali ke judul, kenapa judulnya Lupus 86? Sebagian pasti bisa menebak karena di atas Eneng spill sedikit-sedikit tentang waktu keluarnya serial ini. Iyups, buku ini rilis di tahun tersebut, di mana mungkin sebagian dari Sahabat LovRinz belum lahir ya? Atau, jika kebetulan mengikuti dari awal, kini Sahabat LovRinz sudah memiliki keluarga? Yuk, Eneng ajak kembali untuk bernostalgia ke tahun 80 hingga 90-an. Di mana gadget belum seperti saat ini hingga untuk mendapatkan Lupus kita mesti berlangganan majalah Hai. 


Di balik tokoh Lupus, ada nama Hilman Hariwijaya di belakangnya. Beliau lah yang menciptakan karakter ini dan nama Lupus terinspirasi dari nama sebuah bintang. Seperti yang kita tahu, hari ini, tepatnya tanggal 09 Maret 2022 Hilman Hariwijaya berpulang. 


"Semoga amal dan ibadahnya diterima di sisi-Nya. Aamiin." 


Nah, gara-gara ini, Eneng jadi menggali kembali ingatan tentang Lupus yang pernah jadi idolanya Eneng. Eneng seolah-olah dibawa kembali ke masa-masa itu, masa-masa Eneng mengagumi tokoh fiksi yang Alhamdulillah belum tergantikan tempatnya oleh siapa pun.


Lupus, permen karet, serta jambulnya. Hahaha, hingga Lulu sang adik menyebutnya dengan sarang burung. Lupus juga konyol dan dia disukai oleh teman-temannya, termasuk Eneng.  


Terima kasih, Hilman Hariwijaya. Masa kecilku jadi berwarna berkat hadirnya Lupus. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Lupus 86 - Penerbit LovRinz"