Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Branding Diri Sebagai Penulis - Cara Branding - Penerbit LovRinz





Penting banget, penulis juga perlu ngebranding diri agar dikenal.
Tugas ini bukan menjadi tanggung jawab penerbit untuk mempromosikan penulisnya semata, tetapi lebih ke penulisnya.
Karya kita bisa diminati banyak orang, paling utamanya ada di sisi penulis, bukan penerbitnya. Ini fakta yang tidak bisa disingkirkan. Zaman sekarang pembaca itu lebih memilih siapa penulisnya.
Jadi, tugas utama penulis selain menulis ya, branding diri.

Kalau ada yang bilang tugas penulis hanya menulis, ya, biarin aja. Kita mah, harus berupaya lebih maksimal.
"Bukankah kita akan memperoleh apa yang telah kita usahakan?" (An Najm: 39)

Layaknya quote pada film Marmut Merah Jambu, "Yang bukan siapa-siapa, mana bisa dapat apa-apa."

Yakin dan usaha adalah kuncinya. Meskipun bukan siapa-siapa, mesti yakin bisa mendapatkannya. optimis! Jangan membuat beribu-ribu alasan hanya untuk bersembunyi di balik kata malas. Pun begitu dengan menulis. Buang jauh-jauh rasa minder. Bila perlu simpan di dalam peti, lalu kunci dengan gembok. kunci gemboknya lempar ke lautan terdalam. Kemudian gali tanah untuk mengubur peti itu. Jangan diutik-utik lagi peti yang sudah dikubur itu. Jangan!

So, jangan puas hanya menulis saja. Kenalkanlah diri kita, sebagaimana kita ingin dikenal.


Bagaimana membangun personal branding pada diri kita ?

Sekarang yang menjadi PR buat kita adalah bagaimana membangun personal branding pada diri kita, sehingga bisa menjadi pembeda antara kita dengan yang lainnya Ada beberapa strategi  membangun personal branding untuk siapapun yang menggeluti dunia penulisan. Berikut uraiannya :

Identitas
Pertama, perkenalkan identitas sebagai penulis. Bisa ditulis di kartu nama, akun sosial media yang dipunya misalnya profil Whats App, twitter, akun Facebook dan sebagainya. Tambahkan prestasi di bidang penulisan. Pernahkah memenangkan lomba penulisan? Jika tidak, dalam setahun mampu menulis berapa buku? Pokoknya apapun kelebihan penulis harus disebutkan. Penulis juga dapat mengungkapkan pendidikan, pengalaman,serta passion yang dipunya. Sebutkan pula kelebihan unik lainnya yang tidak dimiliki penulis lain, misalnya mahir berbahasa Korea.


Membangun Brand
Kita ingin di kenal seperti apa? Atau sebagai penulis apa? Tentukan brand kita mulai dari sekarang. Jika teman-teman mau jadi penulis novel, maka buatlah tulisan yang menggambarkan ciri khas dan karakter dari novel yang ditulis tersebut.

Jangan pernah mengikuti passion orang lain, kalau kita tidak mau tenggelam di tengah pesatnya persaingan

Integritas branding
Setelah membangun sebuah brand, maka tugas kita selanjutnya adalah memasukkan karakter yang kuat terhadap brand yang kita bangun tersebut, sehingga nantinya dengan mengingat brand tersebut, maka orang lain akan mengingat sang pemilik branding tersebut.


Produktivitas
Berbicara tanpa bukti yang nyata, tidak akan ada yang percaya. Kita harus bisa menunjukan produktivitas dari personal branding yang kita inginkan.

Networking
Mulailah membuat jaringan dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan kerabat, lalu teman kerja atau kuliah. Jaringan inilah yang akan membantu kita membangun kesuksesan. Setelah membangun jaringan dengan orang yang kita kenal, barulah dengan yang belum dikenal. Lakukan pula secara online di jejaring sosial.

Konten 
Menulislah dari pikiran sendiri. Sesuaikan dengan identitas dan merk yang kita bangun. Termasuk dalam menulis di social media. Jangan sekali-kali menulis hal-hal yang bisa menjatuhkan brand yang sudah dibangun. Jika menulis dalam keadaan emosi di sosial media, tarik napas sebanyak tiga kali sebelum mempublikasikannya. Jangan lupa untuk selalu mempublikasikan tulisan yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang.

Bergabung dalam Komunitas dan Berbagilah!
Bergabung dalam komunitas  selain untuk networking juga sebagai  inspirasi dan semangat baru. Baik komunitas menulis maupun non menulis bukan sebuah masalah. Berperanlah aktif di sana agar personal branding kita terbangun dengan baik. Cobalah untuk lebih sering berbagi, terutama tentang keilmuan yang kita punya. Bisa dibagi di komunitas maupun di jejaring sosial.


Jangan lupa untuk selalu Up Date
Janganlah menjadi penulis yang kudet. Di era teknologi informasi, semua harus bisa kita akses dengan mudah. Perubahan kini begitu cepat. Bahkan cara kerja pun bisa melalui digital. Ikuti perkembangannya, dari teknologi maupun pergaulan. Apalagi ilmunya, karena ilmu menulis terus berkembang.

Membangun sebuah branding adalah sebuah keharusan jika kita mau sukses dalam karir ataupun bisnis yang akan kita bangun. Dengan branding yang baik, kita tidak perlu susah payah lagi untuk memperkenalkan diri kita kepada mereka.

down? Bangkit lagi!
Salam Manis, Optimis, say no pesimis!



======================
WA : 08972999777 (Eneng LovRinz)
FP : FP Penerbit LovRinz
Ig : penerbit_lovrinz
www.lovrinz.com
======================



Cirebon, 07 September 2018
Penerbit novel
penerbit buku










Posting Komentar untuk "Branding Diri Sebagai Penulis - Cara Branding - Penerbit LovRinz"