Dadi Bojoku Purun

Dadi Bojoku Purun Dadi Bojoku Purun

Rp80.000
Sepasang mata bulat milik Krey melebar menatap cincin mungil nan manis di telapak tangan Pandu. Kemudian pandangan Kirey beralih ke wajah Pandu yang terlihat tegang.

“Translate, please.” “Jadi istriku, mau?” Nyaris terbahak Kirey mendengarnya bila ia tak mendapati wajah serius Pandu. Kedua tangannya disembunyikan di saku jaket, mencoba mengusir resah. “Gue tau lu lagi nggak becanda, Pan, tapi maaf, gue nggak bisa menikah tanpa cinta. Dan lu nggak pernah menyinggung tentang perasaan lu.” Pandu menarik napas berkali-kali. Pembuluh darah tampak tegang di lehernya.

“Seorang blogger mampu menyembunyikan perasaannya. Kamu aja yang nggak peka. Aku sayang kamu sejak kita dekat, Ki.” Pipi Kirey pucat karena udara sejuk yang menguar dari pepohonan kini merona. Berwarna merah jambu samar. Darah mendesir merangkak naik ke wajahnya.

“Mengapa lu langsung melamar? Nggak mengajak pacaran dulu seperti cowok pada umumnya?”

“Karena aku lelah pacaran, ingin langsung menikah aja. Feelingku, kamu udah lama menjomlo. Tolak aku, bila feelingku salah.”