Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tersesat? Nikmatilah!

"Tak ada cara terbaik menikmati perjalanan selain membiarkan dirimu tersesat."

Kalimat itu tertulis dengan tinta hitam di lembar yang ditandatangani penulis berkaca mata, Bamby Cahyadi.

Aku mengenal sosoknya ketika bergabung di sebuah komunitas menulis di akhir tahun 2008. Sejak itu pula, aku mengagumi cerpen-cerpen karyanya.

Perempuan Lolipop, adalah kumcer terbarunya. Melihat sampul depannya saja, aku sudah bisa mencicipi kemanisan yang tersaji. Dibayanganku, isinya tentu semanis permen lolipop. Tapi eh tapi, aku benar-benar tersesat di dalamnya. Setiap membuka lembaran baru, aku tercengang dengan kesesatan yang timbul dalam tiap barisan kata cerita yang sesungguhnya penuh kesedihan.

Tak seperti cerpen-cerpen yang kubaca, yang kebanyakan penuh letupan di pembuka kisah, cerpen di Perempuan Lolipop ini kurasa seperti air sungai yang mengalir dan aku serupa daun yang hanyut bersamanya. Tenang. Sesekali nyangkut di bebatuan, atau kayu, lalu hanyut kembali terus mengikuti kemana aliran sungai bermuara.

Perjalanan yang indah. Memaknai kematian dan kepedihan dengan caranya sendiri.
Manis bukan? Misteri kehilangan yang cukup membawamu paham, bahwa hidup takkan indah bila kau tak pernah tersesat.

Nikmatilah dengan duduk sendiri di bawah pohon sambil mengulum lolipop di mulutmu. Kau kan tersesat bersama Perempuan Lolipop.

1 komentar untuk "Tersesat? Nikmatilah!"

  1. tersesat dan kesesatan sepertinya dua hal yang berbeda... dan sy lebih memilih untuk tersesat aja deh :)

    "Mbak, kalau sampai ke muara, jalannya kemana ya???"

    BalasHapus