Google+ Followers



M-I-N-D-E-R, satu kata yang terdiri dari enam huruf. Yep, minder kerap kali kita temui pada orang-orang yang tidak percaya diri. Mengapa rasa minder itu ada? karena diri merasa kecil, bukan siapa-siapa. Lantas, di dalam diri muncul anggapan, "Yang bukan siapa-siapa, mana bisa jadi apa-apa."

Hei! wake up!
Itu anggapan yang salah!
Salah besar!
Bahkan salah banget!

Layaknya quote pada film Marmut Merah Jambu, "Yang bukan siapa-siapa, mana bisa dapat apa-apa."

Yakin dan usaha adalah kuncinya. Meskipun bukan siapa-siapa, mesti yakin bisa mendapatkannya. optimis! Jangan membuat beribu-ribu alasan hanya untuk bersembunyi di balik kata malas. Pun begitu dengan menulis. Buang jauh-jauh rasa minder. Bila perlu simpan di dalam peti, lalu kunci dengan gembok. kunci gemboknya lempar ke lautan terdalam. Kemudian gali tanah untuk mengubur peti itu. Jangan diutik-utik lagi peti yang sudah dikubur itu. Jangan!

Sulit melakukannya? Ada cara lain kah? Ada! Seperti halnya peribahasa lama, banyak cara menuju Roma! hiyaaaaaa!!

Cara lainnya adalah, kamu bisa berkawan dengan orang-orang yang penuh optimis, penuh aura positif. Lebih-lebih berkawan dengan yang satu hobi. Asyik pastilah tuh. Banyak kawan, banyak relasi, makin banyak jalan!

Tak usahlah berpayah-payah meratapi hobi nulis dengan rasa minder. Mulai detik ini, menit ini, jam ini, hari ini, wake up! dont give up! SEKALI LAGI, BUANG JAUH-JAUH RASA MINDER!

down? Bangkit lagi!
Salam Manis, Optimis, say no pesimis!

Cirebon, 07 September 2018








 
Buku bacaan. Aku mengenal buku bacaan sejak kecil, sejak belum sekolah. Buku pertama yang aku baca adalah buku yang besarnya sama seperti KTP. Tipis. Hanya 24 halaman. Harganya murah meriah, cuma lima ratus rupiah. Isi buku itu merupakan sekumpulan lagu anak-anak yang hits pada zamannya. Seperti bintang kecil, tikus makan sabun, bintang kejora, abang tukang bakso, dan lain-lain. Buku itu kubeli di mamang jualan mainan anak.

Semakin bertambahnya umur, kecintaan terhadap buku semakin menyeruak. Meskipun pada waktu itu aku masih berumur 5 tahun, belum pandai menulis, dari membaca--dari huruf-huruf yang diperkenalkan bibi, aku mengerti, bahwasannya dengan mengenal huruf, aku dapat membaca, dapat mengenal dunia dari membaca.

5 tahun sudah mengenal huruf ? Ya, meskipun tidak mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak, bibi mengajarkanku banyak hal. Mulai dari membaca, menghitung, melipat kertas, menggambar, dan bermain permainan sederhana, bermain petak umpet misalnya. Mungkin istilah zaman sekarang menyebutnya "Homeschooling".

Jika membuka lembaran lama, rasanya ingin kembali masa kecil. Masa yang paling dirindukan dalam sejarah hidupku.

Assalamu’alaikum, Lovrinerz
Hayo siapa yang nungguin jodoh? Eh, kuis maksudnya …
Nah kali ini Mimin mau ngadain #kuissukasuka. Namanya juga suka-suka, ya suka-suka mimin yak. Wkwk.😂😂


Gimana caranya, Min?

Jadi gini, buatlah meme tentang lovrinz suka-suka kalian. Asal jangan mengandung unsur SARA. Lalu posting di wall pribadi (facebook) dengan tag Penerbit LovRinz dan diberi tagar #memelovrinz #kuissukasuka (kirim link postingan di kolom komentar) ...😁


Postingnya di wall pribadi yaa, wajib mencantumkan ini yaa
WA : 083834453888 (Admin Nila)
FP : FP Penerbit LovRinz
Ig : penerbit_lovrinz
www.lovrinz.com

Jangan lupa follow IG Lovrinz juga @penerbit_lovrinz 😍

Bagi meme terkeren versi LovRinz dan meme dengan like terbanyak akan mendapatkan masing-masing 100k (Bisa pulsa, atau diuangkan. Lumayan yak bisa buat malam mingguan, uhuk) 😌😌
Dan 10 meme favorit akan mendapat pulsa masing-masing 10k.


Satu lagi, yang paling banyak ngeshare postingan ini >> https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1849737291779301&set=a.788964377856603&type=3&theater , akan mendapatkan 100k.

Yuk, bikin memenya daripada nungguin jodoh nggak dateng-dateng.
Deadline sampai tanggal 6 September ya, Lovrinerz.
Pemenang akan diumumkan tanggal 7 September …😍😍


======================
WA : 083834453888 (Admin Nila)
FP : FP Penerbit LovRinz
Ig : penerbit_lovrinz
www.lovrinz.com
======================






Semesta Aksara
Author : Winarty Dewi
ukuran :13x19
Jumlah halaman :87
ISBN : 978-602-5918-37-7


pemesanan hubungi:
WA 083834453888 (Admin Nila)


Blurb


Semesta selalu punya cara untuk memulihkan apa-apa yang patah. Dan jua tak habis cara untuk menjauhkan apa-apa yang sudah selayaknya terpisah. Tak apa, toh, ia juga punya seribu satu jalan untuk menyatukan dua jiwa yang yang tak pernah bertatap wajah dalam satu naungan yang paling indah, yang dengannya, nanti kau takkan lagi merasa resah.

Lukamu biarkan saja begitu. Tak perlu kau tangisi berahri-hari hingga berminggu-minggu. Beranjaklah, temukan dirimu yang baru. Aksara berupa kalimat yang tersusun atas kata darinya baiknya kau lenyapkan saja secepatnya sebelum semesta mendatangkan malapetaka.

Semesta Aksara; 2 kata yang melenyapkan, sekaligus menemukan dalam satu periode nan-panjang.

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI