Google+ Followers

Senin, 29 Mei 2017

The Silent Eyes

The Silent Eyes

Yuna - Jan Amaranta



Sinopsis:

Untuk mata yang menunduk ke bawah,
berlindung dari debaran jantung kian tak tentu arah.
Memalingkan wajah adalah satu-satunya pilihan.

Untuk mata yang turun hujan,
lalu menghasilkan isak karena sesak akan keadaan.
Sadar, waktu hanya diputar satu kali oleh Pemilik Kehidupan.

Untuk mata yang menampung kenangan,
pengap akan rindu.
Karena untaian kisah yang pernah ramai oleh kehadiranmu.

Untuk tatapan yang menghujam dengan dingin.
Ada bara api menyala penuh luka.
Mengerjap sinis luapan emosi.
Cobalah pandang dari sudut yang berbeda.

Untuk mata yang memancarkan harapan baru,
memberikan sudut yang berkilau pada masa depan,
berbinar karena cahaya yang makin terang.

Karena mata penyampai isi hati dan pikiran.
Ia dapat berbicara, memberi sejumlah isyarat kepada orang,
dan mengirimkan sinyal perasaan.

Bukankah mata adalah jendela jiwa?
Yang akan merekam secara visual seluruh kehidupan yang terlihat.

Sekali lagi, karena Dia tidak menilai dari segala bentuk rupa,
Namun, memandang ke mata hati kita.

1 komentar:

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI