Google+ Followers

Aku Bernama Imajinasi

Antologi Remah Mimpi

Emerald, dkk.


"JIKA DIMENSI RUANG DAN WAKTU INI BERONGGA, KU AKAN MENYEBERANGINYA MENUJU KE SANA, TEMPAT MAKHLUK GRAVITASI ITU BERADA. MEREKA MENYEBUTNYA BUMI, TAPI BAGI KAMI TEMPAT ITU BERNAMA REALITA. SEBUAH RUANG HIDUP YANG NYATA."
AKU BERNAMA IMAJINASI

ANTOLOGI INI BERISI  TULISAN BEBERAPA ORANG PENULIS . YANG MENCOBA MEMBAWA IMAJINASI MEREKA DALAM DUNIA YANG NYATA LEWAT CARA YANG  BERBEDA-BEDA. LEWAT WARNA DAN BAHASA YANG TAK SAMA SEPERTI SEBUAH ALUNAN LAGU. SEBAGIAN MEWAKILI NADA YANG MAYOR YANG MNGHENTAK DAN BAGIAN LAIN MENJADI NADA MINOR YANG MENGIRIS MIRIS.

Tulang Rusuk Merindukan Nahkoda

Mini Tuminih



KEMATIAN NAHKODAKU

Badan ini lunglai tak berdaya
Ketika engkau terkapar, terbaring lemah selamanya
Isak tangis itu pecah oleh orang terkasihmu
Seribu kenangan yang tak bisa kulupakan
Perjalanan cinta tiga tahun lima bulan hilang begitu saja

Duhai Nahkodaku, bahagiakah di sana?
Hanya potretmu pengusir rindu
Hanya seuntai doa yang bisa tulang rusukmu panjatkan 
Hanya tetesan air mata mengobati rasa rindu padamu

Nahkodaku, walau maut telah memisahkan kita
Namun kutetap mencintaimu
Kau tetap menjadi nomor satu dalam hidupku

Sulit menemukan sosok baru
Yang mengerti semua tentangku
Belahan jiwaku, sungguh cinta tulusku hanya untukmu
Wahai pria nomor satu

Manyeo

Shinmaeri



Pemesanan melalui: Shin Mae Ri
Line: Shin Mae Ri
WA: 087867562363

===

Shin Yun Na, gadis dingin keras kepala yang sangat membenci pria. Yang mendapatkan julukan manyeo (penyihir) bertemu dengan Kyu Hyun dalam sebuah kecelakaan kecil. Dan tanpa diduga dia menawarkan pekerjaan yang terdengar gila kepada Kyu Hyun. Gadis itu meminta Kyu Hyun untuk menghamilinya.
Cho Kyu Hyun, mahasiswa kedokteran yang mengalami nasib sial bisa berurusan dengan Yun Na. Dia tak bisa mengelak dari tawaran gila wanita itu ketika dia dihadapkan dengan pilihan sulit lainnya. Awalnya dia membenci wanita itu, tapi semua berubah ketika dia mengetahui alasan di balik sifat dingin dan kejam Yun Na. Membuat dia bertekad untuk mengubah gadis itu.
Park Hyo Rin, saudara tiri Yun Na yang sangat serakah akan harta. Dia berambisi dan berniat menghancurkan Yun Na. Dia menggaet Choi Si Won sebagai suaminya untuk memuluskan semua rencana jahatnya.
Apa alasan Yun Na mempekerjakan Kyu Hyun? Mengapa dia begitu berambisi untuk memiliki anak sesegera mungkin? Mampukah Kyu Hyun mengubah sifat manyeo Yun Na? Apakah ayahnya mau menerima anak Yun Na, yang notabenenya anak di luar pernikahan? Apa yang akan dilakukan Hyo Rin untuk menghancurkan Yun Na dan bayinya? Bisakah Yun Na bertahan mempertahankan bayinya?

She is Bodyguard

Riantie A


She is Bodyguard, Author Riantie A

Untuk pemesanan silakan hubungi penulisnya di 082294632322, Yanti

===

Semenjak kebebasannya dari kehidupan kelam, Rachel sekarang melewati harinya dengan tenang. Untuk pertama kalinya, ia dapat memutuskan melakukan apa pun yang ia inginkan; bersekolah, mempunyai teman yang ia tidak takut akan kehilangan lagi. Hidup yang benar-benar ia impikan dari dulu.

Namun hidupnya kembali berubah kala bertemu dengan Aaron, cowok super kaya, dingin yang suka mempermainkannya. Anak pemilik tempat Rachel bersekolah. Tapi setelah mengalami beberapa hal bersama, laki-laki itu memutuskan untuk menjadikan Rachel sebagai bodyguardnya.

Akankah Rachel menyetujui ajakan
-lebih tepatnya- perintah Aaron kepadanya? Pekerjaan yang ia tahu akan berhubungan kembali dengan masa lalunya yang kelam.

EVIL

by Kagurazaka Ona


"KYAAAA!!" Victoria hanya dapat berteriak sakit saat hidungnya sudah berhasil terkoyak oleh garpu yang Onew mainkan.
"Ahahaha.. Aku sangat suka dengan ini! Gwiboon pasti senang jika wanita jahat ini mati di tangan suaminya!" tawa Onew menggema di penjuru sudut ruangan. Terdengar menyeramkan. Ia membayangkan wajah istrinya yang tertawa puas melihat kegiatannya sekarang. Lalu Onew mengambil gunting kemudia ia melanjutkan rencana selanjutnya.
"Lebih baik aku diamkan kau supaya tidak lagi mengoceh! Mulutmu itu tajam tapi gunting ini lebih tajam...Victoria!" Onew mulai memasukkan gunting itu pada mulut Victoria dan...
CKRIS!!

Turn Back

a Novel by Azizahazeha



Alden Lutfhy Basupati, 27 tahun sorang arsitek terkenal. Alden juga seorang duda pernah menikah di umur 20 tahun dan bercrai di umur 22 tahun. Setelah lima tahun bercerai, takdir membawa Alden bertemu dengan permpuan yang masih menjadi ratu di kerajaan hatinya. Bahkan Alden brtekad untuk mngejar cinta sang mantan istri. Ditambah dengan kehadiran buah hatinya yang tak prnah diketahuinya.
Bening Citra Lentera, 27 tahun seorang janda dengan satu orang anak laki-laki yang sangat tampan. Lima tahun menjadi single parent membuat Bening menjadi sosok perempuan dewasa. Harus dihadapkan bertemu kembali dengan sang mantan suami hingga sang mantan mengetahui keberadaan buah hati mereka.
Bagi keduanya tak ada benci di antara mereka, hanya ada rasa cinta dan sayang. Bening ingin sekali menerima kembali Alden ketika dia mengatakan keseriusannya untuk kembali membina rumah tangga bersama Bening. Tetapi itu tak semudah seperti yang terlihat, tak semua pihak menerima keputusan mereka.
Kevyn Albe Basupati, 4 tahun, anak laki-laki yang berjanji kepada dirinya sendiri bahwa akan membuat kedua orangtuanya tinggal serumah. Kevyn juga berjanji kepada sang Ayah akan membantu sang Ayah untuk lebih sering bertemu dengan Ibunya. Kevyn masih kecil namun dia anak yang cerdas dan cerewet.

Sudah dua hari ini, Pariono hanya bisa menggeleng kepala di balik meja kerjanya. Sesekali dia mengambil napas panjang. Seakan-akan tak percaya dengan apa yang terjadi.

Kemarin, lelaki tiga puluh tahun itu telat ngantor, tidak banyak, hanya delapan menit. Dia masih bisa tersenyum semringah. Meski juga masih menyimpan keheranan. Sebab tak pernah ia telat sampai begitu lama. Meski kerap tidur seusai subuh. Barangkali karena cuaca yang begitu dingin, membuat tubuhnya menolak untuk keluar dari selimut.

Sedang pagi ini, dia benar-benar tak habis pikir. Melongok ke layar gawainya, sudah pukul 8:42. Segera saja dia melonjak dari kasur tipisnya ke kamar mandi, membasahi tubuh secepat kilat tanpa memakai sabun, berganti pakaian, menuruni tangga, meninggalkan jatah sarapan.

Sampai di gerbang biru tempatnya bekerja, waktu menunjukkan pukul 8:50.  Padahal seharusnya kantor travel umroh haji itu buka pukul 8:30. Bersamaan dengan itu, pimpinannya datang memarkir mobil pajero hitam. Keluar dengan berkacak pinggang. Semacam terkena sidak dadakan, bulir-bulir keringat dingin meluncur di dahinya. Prestasinya yang tak pernah telat selama 3 bulan terakhir seolah tak berarti. Hari pertama dari selesainya masa percobaan malah menjadi hari yang paling nahas.

Pariono masih menanti dengan was-was. Menanti keputusan para pimpinan yang sedang berada di ruang meeting. Dua puluh menit jika dibanding dengan tiga bulan kedisiplinannya, harusnya masih bisa menyelamatkan mukanya. Dia kembali mengambil napas panjang dan berharap yang terbaik dengan pasrahnya.

Suara tapak sepatu terdengar menuruni tangga. Beberapa pimpinan menuruni tangga, menuju pintu keluar melewati meja kerja Pariono dengan tatapan dingin. Tamat riwayatku, batinnya.

Tampak orang terakhir yang turun, Pak Nande, pak kepala cabang. Dengan langkah tegap dan tanpa senyum, lelaki paruh baya itu memberikan amplop, gaji bulan ini.

"Tolong tanda tangan di sini, Pak," pintanya.

Dengan gemetar Pariono membubuhkan tanda tangan. Sementara Pak Nande mengambil satu amplop lagi dari tas.

"Dan ini, ada tambahan sebanyak setengah gaji bapak. Mulai besok bapak bisa istirahat di rumah."

Deg, rasanya sesak. Andai Pariono bukan lelaki, mungkin ia sudah menangis sesenggukan. "Ba-baik, terima kasih, Pak."
---

Pukul 17:00 akhirnya, hari yang begitu panjang telah berakhir. Dengan agak lunglai dia meninggalkan kantor. Sembari merutuki diri sendiri.

Sampai di rumah, yang tak jauh dari kantornya, ia termenung di depan tv. Memindah channel tv dengan tatapan kosong.

---

Menjelang tidur, Pariono masih belum juga mampu memaafkan diri sendiri. Tinggal di rumah sendirian, membuatnya bingung, tak ada tempat untuk bercerita. Mau bercerita ke tunangannya pun ia ragu.

Tergolek di kasur, dengan menatap layar hape. Pariono membuka lini masa media sosialnya. Sedikit menghibur, tapi ia tak berani menulis apapun. Hingga akhirnya ia membaca status temannya yang berdagang jagung manis.

Dengan segeri ia menuliskan komentar, bertanya harga kiloan jagung manisnya. Ia bangkit, duduk di atas kasur tipis. Meraih tas dan mengeluarkan amplopnya. Menghitung pundi rupiah yang ia terima tadi. Bersyukur masih diberi pesangon walau setengah gaji.

Setelah menghitung ini dan itu, ia mantap, besok lusa akan berjualan jagung manis rebus keliling. Sebab ia ingat, di gudang ada bekas gerobak bakso bapaknya. Besok pagi akan ia rombak sedikit. Jika memungkinkan, akan ia tambah pemanggang, untuk menambah menu jagung bakar.

Malam ini, ia nampak terlelap dengan lega. Karena seharian sibuk mencerca diri sendiri, ia sampai tak sempat bertanya, kenapa langsung dipecat, bukankah seharusnya ada surat peringatan atau teguran. Ah, tak lagi penting, mungkin berjualan sebagaimana profesi bapaknya dulu memang lebih cocok.

AM. Hafs
Singosari, 3-2-2017

Pagi sekali, aku sudah ada di keramaian pasar. Menelusuri jalan becek sisa hujan semalam. Sesekali aku mengamati sekitar, mencari bahan buat tulisan, selagi aku menuju ke arah toko topeng langgananku di pojok pertigaan belakang komplek pasar.

Sebagaimana umumnya pasar yang tidak hanya ramai oleh suara yang hampir tak bisa disaring, tapi juga tempat berkumpulnya segala macam bau. Dari yang sedap sampai yang menyengat. Sampah-sampah berjejer di sudut-sudut jalan, seperti penumpang yang tengah menunggu bus di halte. Mereka pun tengah menunggu mobil sampah.

Pasar ini nampak tua, tak hanya dari bangunan, tapi juga penjualnya. Para nenek yang berjualan di badan trotoar dalam cukup mendominasi. Barangkali memang itu harapan mereka, jangan sampai anakku mengikuti jejakku. Mereka harus lebih baik. Paling tidak, jika harus berjualan, mereka harus berjualan di dalam pasar. Bebas dari hujan dan panas. Tanpa nenek-nenek itu tahu jika yang di dalam pasar tengah mengelu akibat biaya retribusi yang kembali dinaikkan. Oh kehidupan.

Dari jalan raya, ke timur, sekarang aku belok ke selatan. Toko topeng yang kutuju telah nampak. Kacanya yang kusam seperti tak pernah dibersihkan. Dari pada toko topeng, aku lebih melihatnya seperti toko alat sihir.

Jam di gawaiku masih menunjukkan pukul 9. Cukup sepi. Setelah uluk salam aku masuk seperti biasa dan langsung menuju ke dapur. Mat Rabon ... teman masa kecilku yang kini meneruskan usaha bapaknya tengah sarapan dengan lahap, tersenyum menyambutku.

Biasanya, ketika ke sini aku menghabiskan waktu untuk sekadar mengisi waktu luang, menanti dhuhur. Kadang juga sambil main catur. Tapi kali ini, aku meminta dia membuatkan topeng khusus buatku.

"Yakin? Mau pakai topeng lagi?" tanyanya menyelidik. Sebab dulu pernah, setelah mencoba memesan sebuah topeng, aku tak betah memakainya. Hanya kupakai sehari, dan berakhir sebagai pajangan dinding.

"Yakin, tapi kali ini khusus," tegasku.

"Khusus gimana?" tanyanya sebelum meneguk segelas air putih.

"Begini, kamu tahu kan kalau aku baru saja masuk ke dunia kepenulisan. Ternyata dunia itu mengerikan."

"Mengerikan bagaimana?"

"Emm ... pokoknya mengerikan. Antar teman bisa jadi musuh hanya karena beda pandangan yang tertuang dalam.tulisan. Apalagi kalau sudah saling berbalas, lebih mirip orang sedang bertengkar."

"Lalu? Apa kamu punya musuh? Lalu mau bersembunyi di balik topeng?"

"Tidak, bukan begitu. Aku malah selama ini mencoba berada di tengah. Tapi tetap saja, aku tak benar-benar di tengah. Dan ... ummm ...  dengan wajah asli ini, aku merasa terlalu berisik. Kau tahu, tiap tulisanku diapresiasi, ada semacam kegirangan di dalam hati. Mungkin memang wajar, tapi kalau terus-terusan seperti ini, aku khawatir bisa kelewat batas."

"Aku bingung." Mat menggaruk belakang kepalanya, "Intinya gimana? Yang kutahu hanyalah membuat topeng sesuai pesanan. Entah topeng itu dipakai buat apa, tak pernah kupikirkan." Dia nyengir.

"Yah sederhananya begini." Aku menarik kursi dari kolong meja makannya, duduk dan melanjutkan, "Aku ingin memakai topeng agar bisa jadi remku. Intinya itu."

"Aku masih bingung, tapi terserahlah. Toh tugasku bukan mengetahui untuk apa, tapi cuma seperti apa topeng yang kubuat. Dan untukmu, sepertinya aku akan membuatkan topeng petruk yang bijaksana dalam canda. Semoga cocok."

"Humm petruk, boleh boleh." Aku tersenyum, "Mat, mbok ya kalau sama aku, topeng senyummu itu dilepas."

Dia terkekeh, lalu mencopot topengnya. Tampaklah muka sedih yang ia sembunyikan dua tahun belakangan.

"Oalah, Mat. Sebentar lagi sudah seribu hari bapakmu. Janganlah sedih lagi, kasihan bapakmu di sana. Ikhlaskanlah. Dan sepertinya, kamu perlu segera menikah, biar ada yang bantu menata dan merawat tokomu.

"Hah, menikah. Memangnya siapa yang mau sama tukang penjual topeng, Gus?"

"Aih, kamu ingat Santi anak Pakde Ranto, penjual gorengan depan sekolah?"

"Gadis ingusan yang dulu itu?"

"Yap! Dia sekarang sudah gadis. Cantik dan bahenol," godaku.

"Terus? Apa hubungannya denganku?"

"Sewaktu kemarin aku mengantar undangan rapat karang taruna, tak sengaja aku melihat dia sedang membersihkan topeng hadiah darimu dulu. Sepertinya dia merawatnya dengan baik."

"Wah? Topeng senyum yang mirip denganku ini? Yang tak kasihkan waktu dia menangis gara-gara diejek teman-temannya?"

"Betul! Waktu melihatku, dia seperti kaget. Pas aku ngasihkan undangan, dia sempat bertanya tentangmu," Aku tersenyum.

"Ah yang bener?"

"Iya, dan dia juga menitip pesan buatmu."

"Hah?" Senyumnya tiba-tiba mengembang, jauh lebih mekar dari senyum topeng di meja makan, "Pesan apa?"

"Sabar, yang pastinya kabar baik. Tapi nanti. Setelah topengku jadi." Aku tertawa licik.

"Oh Gemblung." Wajahnya nampak gregetan. Aku tersenyum puas penuh kemenangan.

"Ya sudah, kukerjakan sekarang."

Ia bangkit dari tempat duduk. Mengambil topengnya sebelum kutahan dan berkata, "Kau tak butuh ini lagi." Lalu tersenyum bersama.

AM. Hafs
Singosari, 2-2-2017

Jangan Sentuh Aku

Aggia Cossito

Jangan Sentuh Aku


Novel Indie Lovrinz from Wattpad.
JANGAN SENTUH AKU (Best Seller di Google Play dan masuk nominasi Novel terpopuler 2017 di Playstore)
Author : Aggia Cossito (Penulis The Forced Hot Kiss)
Halaman : 500 hal
Kertas : Bookpaper 72 gram
Harga : 89.000 (belum termasuk ongkir)
Lumayan tebal juga yaa bukunya, dan yang pasti bikin baperr maksimal :D
***
Hidup Renee berubah drastis setelah bertemu dengan Dewo, pertemuan tak terduga awalnya terjadi di sebuah kafe tempat Renee bekerja berujung malapetaka bagi gadis polos nan lugu itu yang berakibat Renee harus memenuhi semua permintaan Dewo si pria bertegangan mesum yang sangat tinggi. Tentu saja Dewo sangat memanfaatkan hal ini apa lagi saat mengetahui Renee adalah gadis baik-baik yang tak pernah tersentuh oleh lelaki.
Dewo tak ingin tubuh Renee sia-sia, dan dengan liciknya kartu mati Renee kini berada ditangan Dewo sehingga dengan mudah memegang kendali gadis itu.
Bagaimana nasib Renee? Melawan atau takut pada Dewo yang sebenarnya memiliki banyak rahasia?
***

Fatimah's Blue Eyes

Queen Nakey

 

 Fatimah's Blue Eyes

Aku akan menemukanmu...

 

Di tengah perselisihan panas antara Israel dan Palestina. Lufius Abigayle, seorang Letnan dari pasukan pengintai elite Sayeret Matkal yang dikenal berhati dingin justru jatuh cinta pada Fatimah binti Ikram. Seorang gadis Palestina yang memiliki mata biru sejernis samudera.
***
"Selamanya di mata Tuan itu seperti apa?" Fatimah bertanya sendu.
Hatinya benar-benar terluka.
"Di saat saya meninggalkan cinta sejati saya untuk seseorang yang sama-sama manusia, saat Tuan meninggalkan saya nanti, saya harus berlindung pada siapa?"

My Lv Half Demon

Queen Nakey

 


 Liam ingin menjadi raja iblis
 Dia tidak mau jatuh cinta
Dan sebagai manusia setengah iblis,
harapannya perlahan pupus saat ia dihadapkan pada wanita bernama Yuuhi Seravin.
***
Karena cinta,
tidak datang kepada mereka yang mengharapkan
atau pun
hilang dari mereka yang membencinya. 

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI