Google+ Followers

Gado-Gado Typo

Karya : Azizul Azoel




Penulis berhasil menyebar virus PLAK dan KAHKAHKAH. Silakan di download dengan mengupload Rp. 35.000. Yihaaa...!
[Umi Sakdiyah, Presiden Republik Koplak]


Buku ini akan mengajak teman-teman untuk mengenal lebih jauh sosok Aziz. Percayalah, ada kebijaksanaan di balik kekonyolannya.
[S. Prawiro, Calon Ayah]


Buku ter-WIKI dan ter-PLAK yang pernah ada
[Kangdana.com]


Bang Aziz dengan sekali keplak langsung yihaa... bikin GADO-GADO TYPO. Bikin sirik. Baca buku ini sampai gado-gado di piringmu tak bersisa. Pedes-pedes, menyegarkan mata! Kahkahkah
[Noey Holis]
Pelangi Cinta Di Langit Musi

Karya : Safar Ubaknomminakbai




Novel ini sangat menarik, penulis menyajikan kisah cinta yang tak biasa. Meramunya dengan apik dengan khasanah budaya dan objek wisata kota Palembang. Membacanya seakan melihat keindahan kota Palembang di depan mata.
(H. Muhammad Ali, S. Ag., M. Pdi, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. OKU Timur)


Sebuah Novel yang menggelitik tentang takdir cinta, berlatar belakang keindahan sungai Musi. Penasaran dengan proposal cinta, ta'aruf dengan segala pernak-pernik yang berdasarkan syariat islam? Miliki dan Apresiasi novel indah yang sarat dengan hikmah ini.
(Pipiet Senja, Novelis senior memiliki lebih dari 150 karya)


Cerita ini inspiratif, menyenangkan, haru, dan penuh dengan nilai-nilai islami. Saya pun jatuh cinta pada novel ini.
(Muhammad Isanini, Dosen Inspiratif bergaya paikem Gembrot dan seksi UIN Raden Fatah Palembang, Penikmat Sastra Islam)


Belum banyak novel yang menampilkan Palembang dan segala pesonanya sebagai latar cerita. Novel ini menjadi salah satu pelopornya.
(Koko Nata, Badan Pengurus Pusat FLP)


Salah satu unsur yang menjadi pembeda dari sebuah novel adalah latar. Safar dengan cerdik mengangkat kota Palembang dengan kesan yang pernah melekat keras dan memadukannya dengan keberagaman etnis dan budaya di kota Palembang. Hal inilah yang menjadikan novel ini begitu rill. Sungguh jarang penulis yang mampu mengangkat persoalan nyata dan mengadoninya dengan idealisme yang kadang begitu utopis, dan Safar telah mencoba!
(Pringadi Abdi Surya, Penulis, Direktur Exchange, dan Duta Bahasa Sumsel 2009)


Sungguh, bukan sebuah kerugian bisa memiliki dan menyimpan novel berkelas ini dalam koleksi buku anda, akan banyak manfaat dan kebaikan yang tertuang di dalamnya.
(Bang Syaiha, Penulis novel Sepotong Diam, Ketua FLP Bogor)



Lembah Air Mata 2

Karya : Ibnu Hasby Al-Musthafawy





Ibnu Hasby Al-Musthafawy adalah alumni Musthafawiyah Purbabaru tamatan tahun 2005, sosok yang tenang dan santun. Novel Lembah Air Mata 2 merupakan karya perdana beliau, yang menceritakan kehidupan di pondok pesantren Musthafawiyah Purbabaru. Sebuah kisah yang begitu fantastis, dramatis dan mengharu biru. Sehingga ketika kita membaca buku tersebut, air mata pun menetes tanpa terasa. Hati tenggelam dan terhanyut di dalamnya. Semoga Allah tambah keberkahan untuk beliau sebagai penulis dan kita yang membacanya. Aamiin.
~Ustadz Maulana Poso Siregar~
Da'i dan pengusaha/Alumni Musthafawiyah

Novelnya sangat menarik, mengundang jatuhnya air mata hiks. BAGUS! Tak sabar rasanya ingin membaca novel season 2 nya. Semoga diangkat ke layar lebar. Aamiin yaa Allah.
~Dhea'qu~
Ibu Rumah Tangga

Novel yang sangat bagus. Membuat pilu hati setiap orang yang membacanya. Di dalamnya banyak tersimpan mutiara hikmah dan juga motifasi dalam menjalani dan menghadapi hidup ini. Semoga makin banyak cerita yang tertulis. Aamiin.
~Mega Mustka~
Siswi/Pelajar

Novel yang sangat mengarukan. Percikan dan alunan syair-syairnya membawaku kembali ke masa lalu. Canda, tawa, suka, duka, dan haru bercampur menjadi satu. Novel ini menjadi salah satu penghibur di kala Musthafawiyah menghiasi imajinasiku.
~Rosid L. Abu Jauza~
Guru

Isi novelnya luar biasa. Jadi kangen Musthafawiyah. Semoga karya lainnya segera menyusul. Aamiin.
~Hafidz Adly~
Pegawai Bank

Terbaiklah kisah Lembah Air Mata ini, moga dapat menghidupkan kembali nurani-nurani yang hampir tidak bernafas. Teruslah berkarya sang harapan Musthafawiyah.. InsyaAllah.
~Hamiedista~
Mahasiswa/Penulis buku Perawi Hati
Kampung Wong Edan

Oleh : Achenk
ISBN :  978-602-6921-57-4
Harga : Rp. 48.000





Kampung yang terlahir dari sebuah percobaan seorang ilmuwan yang menempatkan para pasien RSJ untuk mempelajari nilai sosial yang ada pada jiwa para pasien RSJ tersebut.

Arie adalah pasien senior yang dijadikan sebagai ketua RT di kampung ini. Manusia dengan label ganteng level 13 itu, ternyata mampu mengemban tugas memimpin para juniornya dengan baik. Terbukti setiap program yang ia terapkan selalu mendapat sambutan yang sangat meriah dari para warga. Contohnya konser orgen tunggal yang ia adakan setiap malam minggu, selalu meriah dengan tawuran antar warga. Memang tawuran adalah ciri khas warga Kampung Wong Edan. Jika disetiap acara yang terselenggara tanpa adanya tawuran, berarti acara tersebut dinyatakan gagal oleh sang ilmuwan.

Kampung Wong Edan semakin rusuh dengan kehadiran dua pemuda pesantren (pengangguran santai tapi keren) yang bernama Achenk dan Ripki. Dua pemuda yang sama-sama kalah ganteng dengan pak RT selalu menjadi biang keonaran. Dan yang paling menarik perhatian di sini adalah be-es (barisan emak-emak sengklek) yang tak pernah lelah memancing emosi tingkat tinggi. Sampai-sampai karena sikap mereka yang seperti itu tak sedikit ayam di sini yang mati bunuh diri karena frustasi.
Mysterious Travelling

Oleh : Linda Puspita Sari, dkk
ISBN : 978-602-6921-58-1
Harga : Rp. 48.000





Suara itu kembali berteriak, berbarengan dengan tubuh Rey yang tiba-tiba terangkat kemudian dijatuhkan kembali. Genggaman itu semakin kuat. Meski Rey terus berusaha melepas dan memukulnya dengan kayu yang tergeletak di sebelahnya. Cairan merah berbau anyir justru mengalir dari kakinya.
(Kecubung Ungu, Linda Puspita Sari)

Dia tidak percaya dengan yang baru saja dilihatnya. Sosok tengkorak manusia di depan sana, mengendarai sepeda motor Hurley 70-an. Suara motor itu sungguh menderu-deru tetapi Aci tidak sedikitpun terusik akan hal itu. Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka dari kamar Ayi yang memang hanya bersebelahan dari kamar mereka. Kiranya Ayi Yuan pun mendengar deruan motor itu. Naima membuka sedikit pintu kamarnya, ingin tahu apa yang Ayi Yuan lakukan. Terlihat Ayi Yuan menyulut dupa lidi untuk sembahyang. Dia berlutut di depan patung Tuhannya khusyuk berdoa, kemudian dia tancapkan dupa lidi itu di depan patung itu. Setelah sembahyang, Ayi Yuan membakar beberapa lembar kertas kertas lalu menyembah-nyembah kobaran api di dalam tong kecil itu.
 (Incredible in Zuhai, Dany Arsenza)

"Buktikan kalau kamu tidak terlibat!" Dia kembali mendekat.
"Oke, tapi lepaskan aku dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, karena aku tidak tahu siapa yang patut dipercaya, kamu yang terlihat gagah tapi otakmu dangkal, atau Roger si bule yang menawan," Vira mendongakkan wajahnya dan bertemu dengan tatapan geram lelaki itu.
(Eksploitasi Wonosari, Rainy Okie)

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI