Google+ Followers

Jumat, 18 Maret 2016

Whitehand.com; Tomodachi

Judul Buku :Whitehand.com; Tomodachi
Penulis : Akeheart
Penerbit : LovRinz Publishing, Maret 2015
Dimensi : 13x19 cm; vi+ 339 halaman, soft cover
ISBN : 978-602-72313-7-5
Harga : Rp. 60.000,-


Je t’aime Kawabata adalah putra kandung Naoto Kawabata dari hubungan di luar nikahnya dengan Lea Jacklyn, pengurus taman bunga di rumahnya. Kenyataan itu bagaimana pun juga tidak dapat diterima oleh Naoki Kawabata, putra tertua keluarga Kawabata dari istri Naoto yang sah, Noriko. Kasakitan dan keterpurukkan mental Noriko karena lahirnya Je t’aime Kawabata telah menjadi ketakutan sendiri bagi Naoki. Ia tidak pernah melihat Ibunya menjadi begitu lemah karena seorang bayi pengurus taman bunga di rumahnya. Pada akhirnya Je t’aime berkembang menjadi ancaman bagi Naoki.

Tidak pernah dibayangkan si bayi kecil berambut kuning bewarna biru, Je t’aime bahwa kelahirannya adalah bencana bagi dirinya sendiri. Naoki dan Noriko tidak pernah mengurangi tekanan mental padanya. Sebagai seorang anak dari hubungan tidak sah, segalanya jadi berbeda bagi Je t’aime Kawabata. Ia tak mendapat pendidikan selayaknya seorang putra dari keluarga terhormat Kawabata. Namanya tidak tercantum dalam daftar ahli waris keluarga Kawabata. Ia adalah momok menakutkan bagi Naoki dan harus berada sangat jauh dari keluarga Kawabata.

Memasuki SMP, Je t’ aime Kawabata keluar dari rumah besar kediaman keluarga Kawabata. Hal itu menandakan awal baru bagi kehidupan Je t’ aime. Karena sejak keluar dari rumah itu, Je t’aime resmi tak mendapat uang saku atau biaya apapun bagi kehidupan. Kecuali satu hal, Je t’aime masih diperbolehkan bersekolah di Perguruan AKAGI, sekolah elit putra putri direktur perusahaan di Tokyo.

Karena sejak SD bersekolah di Perguran AKAGI, Je t’aime telah akrab dengan Chuya Chitage dan Mizu Kaze. Keduanya adalah putra putri dari grup Chitage dan Perusahaan Kaze yang terkenal. Sejak awal, kehadiran Chuya dan Mizu sangat berarti bagi J’te aime. Keduanya telah menemani segala kesepiannya. Chuya adalah nyawanya yang lain yang harus dilindungi sementara Mizu adalah guru kenjutsunya yang galak tapi cantik. Tidak dapat dipungkirinya bahwa Chuya sangat mencintai Mizu, begitu juga dirinya.

Seirirng berjalannya waktu, Je t’aime Kawabata beranjak dewasa. Sementara Chuya menghabiskan waktunya di klub Algoritma di sekolahnya, Mizu menuntun klub kendonya menuju kemenangan-kemenangan di kejuaran antar distrik dan Prefektur, Je t’aime terpaksa bekerja paruh waktu di sebuah Toko serba ada di Shinjuku untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Di toko Aoyama itu, Je t’aime bertemu dengan Paman Aoyama, sang pemilik Toko dan Yusuke Koga. Dari awal hubungan Je t’aime dan Yusuke tidak pernah baik. Sambil menjaga Toko mereka bertengkar, mempertentangkan jalan hidup masing-masing sebagai sama-sama anak yang ditinggalkan Ayahnya. Meskipun Yusuke lebih tua, tapi ia tidak pernah menjaga lidahnya dan kerap memebuat Je t’aime terpancing emosi.

Pada umur 16 tahun, Je t’aime ditakdirkan bertemu kembali dengan Naoki setelah sekian lama tidak bertemu dalam sebuah pertandingan final Kendo di distrik Shinjuku. Dalam pertandingan tersebut, Naoki menghantam kepala Chuya Chitage dengan shinai (pedang bambu) dengan kuat. Wal hasil Chuya harus dibawa ke rumah sakit karena kepalnya terus mengeluarkan darah. Atas permintaan Paman Aoyama, Yusuke terpaksa menjenguk Je t’ aime yang juga terkapar di rumah sakit. Karena Yusuke lah, akhirnya Je t’aime sadar bahwa Chuya telah mengorbankan kepalanya demi dirinya. Tepat pada saat Naoki hendak menghantam kepalanya, Saat itu Je t’aime hilang kesadaran dan Chuya tiba-tiba meloncat dari tribun penonton dan “memberikan” kepalanya pada Shinai Naoki.

Mengetahui Chuya telah berkorban demi dirinya, Je t’aime terus menyesali dirinya. Chuya adalah nyawa yang harus dilindunginya bukan nyawa yang harus melindunginya. Je t’aime membodohi dirinya sendiri tanpa ampun. Betapa sebuah kegagalan besar baginya, sama seperti kegagalan kenapa ia dilahirkan dengan status anak di luar nikah. Je t’aime memohon pada keajaiban agar Chuya sembuh dari komanya.
Masalah lain muncul ketika, Kaze Corporation, Perusahaan orang tua Mizu bangkrut dan meninggalkan hutang dalam jumlah besar bagi Mizu. Mizu kebingungan dan jelas tidak dapat mengatasi masalah itu sendiri apalagi orangtuanya meninggalkannya dengan cara bunuh diri. Karena pabrik sake yang merupakan usaha sampingan keluarganya masih berdiri dan merupakan tempat mencari makan bagi lebih dari 30 orang karyawannya, Mizu secara nekat banting setir menjadi seorang Escort Girl demi menutupi segala kebutuhan pabrik dan karyawannya. Namun pekerjaan barunya itu melukai Je t’aime dan Chuya. Masalahnya Mizu menemani teman-teman sekelas Je t’aime dan Chuya yang notabene merupakan anak-anak dari direktur kaya di Tokyo. Je t’aime dan Chuya tidak pernah tau bahwa semua teman sekelas Je t’aime dan Chuya menyesal telah pergi dengan Mizu. Selain bayarannya sangat tinggi, mereka juga kena tonjok Mizu karena hendak berbuat macam-macam pada Mizu.

Menjelang detik-detik terakhir pembayaran hutang keluarga Mizu pada bank sebesar 900 juta Yen, Mizu semakin gencar mencari pelanggan. Namun pada akhirnya Mizu sadar bahwa tidak mungkin ia melunasi hutang dengan mengandalkan tinjunya sebagai escort girl. Apalagi tenggat waktunya sudah sangat dekat. Di saat seperti itu, Mizu sadar bahwa ia akan kehilangan segalanya termasuk pabrik dan kesejahteraan hidup para karyawannya. Bunuh diri adalah satu-satunya jawaban yang terbayang di benaknya. Tak ada cara lain untuk mengakhiri segala kegagalannya. Lalu muncullah Date Nishigawa, asisten Naoki Kawabata mengantarkan jawaban sebesar 900 juta Yen pada Mizu. Meski Date menganggap aneh tindakan majikannya itu tapi Date memaklumimya. Ia tau dengan jelas bahwa majikannya cinta mati pada Mizu Kaze.
Buntut dari jawaban sebesar 900 juta yen itu adalah surat undangan pernikahan Naoki dan Mizu yang sampai di tangan J’te aime. Hari itu Chuya yang mengantarkan undangan itu padanya sekaligus memaksanya untuk pergi ke upacara pernikahan Mizu dan Naoki. Sambil meremas undangan itu, Je t’aime mengiyakan permintaan Chuya. Di hari pernikahan Mizu dan Naoki, Mizu meninggal dunia dalam perjalanan menuju kuil. Naoki dan Je t’aime berkelahi di hari kematian Mizu dan saling menuduh tentang siapa pembunuh Mizu. Chuya pun menangis.
Naoki meyakini bahwa adik tirinyalah yang bertanggung jawab atas kematian Mizu. Begitu pula Je t’aime berniat membalaskan dendam kematian Mizu pada Naoki.

Di sisi lain Chuya yang telah lama ingin mendirikan jejaring sosial anti bunuh diri pada akhirnya berhasil mendirikan www.Whitehand.com bersama rekan-rekannya yaitu Sanzo Ijuuin, Shigeru Takai, dan Juuta Akutsu. Berkat kemampuan mereka yang luar biasa, Whitehand.com berkembang pesat dan mendapat jutaan pengikut di seluruh dunia. Namun setelah kematian Mizu, Whitehand.com mendapat serangan virus dan Trojan dalam jumlah banyak. Setelah diselidiki ternyata Trojan yang paling ganas telah dikirimkan Naoki padanya. Naoki telah mempekerjakan seorang cracker yang mampu menandingi kemampuan luar biasa Sanzo sebagai satu-satunya hacker yang mampu membuat program selain dari bahasa Inggris. Namun Cracker pengikut Naoki itu membawa semangat kebencian Naoki dalam pekerjaannya. Satu-satunya tujuannya dan Naoki adalah menghancurkan Whitehand.com.Sementara Sanzo mati-matian menghalangi jalannya Trojan yang hendak merusak seluruh program Whitehand.com, karena kesalahpahaman antara Shigeru dan J’te aime, Je t’aime dalam keadaan demam tinggi tergopoh-gopoh menuju ke Kawa Building, tempat di mana Naoki dan Date Nishigawa berada.

Di tempat itu, emosi tersembunyi Je t’aime dan Naoki bertemu dan bunyi katana beradu pun tak terelakkan. Je t’aime yang demam dan keringat telah mengucur di seluruh tubuhnya dan Naoki, seorang juara yang tidak pernah kalah pada akhirnya bertemu lagi dan bertarung dengan niat saling membunuh. Saat Je t’aime hampir kehilangan seluruh tenaganya untuk terus mengimbangi Naoki, Chuya muncul bersama Sanzo dan berniat menghentikan pertarungannya dengan Naoki. Karena merasa diganggu, Naoki menyuruh Date agar membereskan Chuya dan Sanzo. Meski Je t’aime menyuruh agar Chuya dan Sanzo pulang tapi Naoki telah menegaskan bahwa tak ada yang bisa keluar dari gedungnya. Semuanya akan menemui kematian. Di saat Naoki menyerangnya dengan intens, di saat itu pula Date menyerang Chuya. Dan Je t’aime menjadi sangat khawatir pada keselamatan Chuya. Namun Sanzo telah mengeluarkan Nodachinya dan menghadapi Date. Pertarungan hidup dan mati telah dimulai di ruangan paling penting bagi perusahaan Naoki. 

Naoki hendak melukai Chuya dan Je t’ aime sadar bahwa ia tidak dalam posisi bisa melindungi Chuya. Saat itu Sanzo menangkis serangan Naoki dan berhasil melindungi Chuya dari sabetan katana Naoki. Namun hal itu tak dibiarkan saja oleh Naoki. Dengan cepat Ia menyuruh asistennya Date Nishigawa untuk segera menghabisi Sanzo. Akhirnya terjadilah duel maut antara Sanzo yang menguasai teknik pedang ganryu milik Sasaki Kojiro dan Date dengan pedang panjangnya. Di akhir pertarungan Sanzo dan Date, Chuya yang meski terluka namun masih dalam kondisi sadar jadi menyelamatkan Sanzo yang terdesak oleh serangan Date. Chuya pun tumbang setelah berhasil menyelamatkan Sanzo. 

Melihat sahabatnya tumbang Je t’aime menjadi gelap mata. Meski menggunakan tsurugi (Pedang Jepang berbilah lurus ), ia belum juga berhasil mengalahkan Naoki. Namun di saat terakhir Je t’aime merasa harus segera membawa Chuya ke rumah sakit. Namun Naoki tak sedikit pun melepaskannya. Naoki bukanlah tandingan Je t’aime. Pada akhirnya ia pun harus mengalah pada takdir kalau ia tak juga bisa mengalahkan kakak tirinya itu. Di akhir kisah, ruangan itu penuh dengan darah dan Naoto Kawabata datang sambil menjelaskan duduk perkara masalah yang selama ini diributkan oleh Naoki dan Je t’aime. Naoto pun segera membawa semua korban luka ke rumah sakit. Di rumah sakit Naoki menundukkan kepala sambil meminta maaf pada Ayahnya Chuya, Toshirou Chitage. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI