Google+ Followers

Selasa, 08 Maret 2016

Subuh yang paling sunyi

Subuh yang paling sunyi





"Saat kau berjalan di kala senja lalu menemukan sebuah pintu merah pada dinding-dinding bata yang kusam, jangan coba-coba masuk ke dalamnya. Ada setan berkepala dua yang sedang menantimu di balik pintu itu!"

"Siapa yang silih tatap dengan kucing hitam, pasti akan mati!"

Desahan-desahan itunterus menggema dalam pikiranku. Penuh hasrat dan mengejar ke manapun adaku. Aku terus berlari hingga alas kakiku lusuh. Kugenggam erat Teddy pemberi mama yang terakhir. Yang penting aku harus jauh darinya. Aku benar-benar tidak tahan lagi bersama lelaki itu!

Aku masih dalam balutan jas mandi ketika kulihat laki-laki beraroma alkohol itu sedang mencengkeram leher ibu. Tetes-tetes darah menodai lantai tepat dibawah pijakan ibu. Ceruk matanya terlihat sayu lalu memanggilku pilu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI