Google+ Followers

Kamis, 10 Maret 2016

Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu

Jari Manis dan Gaun Pengantin di Hari Minggu
Karya : Nana Sastrawan





Disini cinta menjadi sebuah impian yang menyadarkan kita bahwa mencintai dan dicintai adalah sebuah kebutuhan dalam menjalani kehidupan. Kisah-kisah yang membuat merenugkan kembali apakah selama ini kita telah mencintai seseorang dengan benar atau dicintai dengan benar dan apakah sebuah pengorbanan dan kesetiaan adalah sebuah kebenaran dalam cinta. Buku yang sangat menarik. (Mae-Penulis)

Ada sinisme, ada satire, inilah cerpen-cerpen Nana Sastrawan yang dikemas dengan bahasa yang lugas namun penuh perenungan, perenungan yang tak harus mengernyitkan kening. Keliaran imajinasinya membuat saya kadang tersenyum simpul sendiri ketika membacanya, kadang sedih, kadang gregetan, kadang keceplosan mengumpat. Imajinasinya sungguh mampu mambangun realitas, menjadi potret tentang cinta antara lawan jenis, cinta yang membuat seseorang menjadi bergairah atau justru sebaliknya : tak berdaya. Kerenlah pokonya. (M. Joko Yuwono-Penggiat Literasi)

Perempuan adalah obyek yang menarik untuk karya sastra. Tak hanya kecantikan dan kelembutannya. Nana Sastrawan begitu piawai membahasakan perempuan dengan ketabahan, keberanian dan air mata yang tak kalah bening dari bulir hujan. Bahwasanya perempuan tak harus menunggu untuk dipilih karena mereka layak untuk memilih. (Icha Rain-Penulis)

Dalam buku ini, Nana Sastrawan menuliskan kisah-kisah cinta yang romantis, Seperti yang saya kenal ia selau konsisten dengan pilihannya, bagaimana ia menggambarkan kisah-kisah yang terjadi di sekelilingnya menggunakan bahasa yang indah. Sungguh semua kisahnya mengalir apa adanya dengan berbagai kejutan yang disajikan dan itu membuat kita sadar bahwa cinta selalu membuat hidup lebih berarti.
(Rini Intama-Penulis)

Daripada prolog hingga epilog, pelbagai cinta cuba dijelaskan. Cinta inilah menghidupkan karya penulis. Karya pecah fikir yang memaksa pembaca untuk membaca narasi berkali-kali untuk mencari makna. Tentu karya ini memerlukan pemerhatian tuntas pembaca, persekitaran kesukaran hidup yang mendalam dan terperinci. Kesemua bentuk penindasan dipamer dalam perlambangan berbentuk wanita.
(Haji Ali HJP-Penulis dari Brunei)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI