Google+ Followers

Rabu, 16 Maret 2016

Hospitalize

Hospitalize





"Ini bukan darah arteri, kita coba lagi yah," ujar wanita berseragam itu sambil tersenyum ringan. Dengan tegas dia menunjukan langkah-langkah pada suster praktek yang sedang membaca nadi tanganku.

"Tahan yah, jarumnya harus melewati sedikit tulang. Kalau linu bisa gigit bantal." Suster itu mencoba menenangkan. Terlalu banyak orang menontonku di kamar ini. Mungkin kebutuhan riset para calon suster.

~Dewi~

Tiba-tiba aku menyadari ada yang ganjil. Kalau diamati, setiap jam hampir selalu ada pasien baru. Jika yang datang berdandanan ndeso, mereka tetap menghuni UGD ini sampai berhari-hari sama sepertiku. Tapi, ketika yang datang terlihat glamour, menunjukan mereka dari kalangan berduit. Tak sampai satu jam menunggu biasanya sudah dibawa ke ruang perawatan.

Aku pun bangkit menghampiri dokter dan perawat yang sedang bertugas. "Dok, anak saya sudah tiga hari disini. Kapan kira-kira akan di pindah ke ruang perawatan?"
"Ibu tidak lihat yang lain, mereka sudah satu minggu disini. Harap sabar semua ruangan penuh!" Perawat menjelaskan dengan muka masam. Tapi aku tak peduli. Aku merasa sepertinya ada ketidak-adilan disini.

~Nenden~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI