Google+ Followers

Senin, 07 Maret 2016

Ada Cinta di Matanya

Sebuah persembahan dari Bengkel Penulisan yang dibimbing pak Herman Suryadi


 Ada Cinta di Matanya 

Penulis: Sarliminarti, dkk
ISBN: 978-602-6921-24-6
Harga: Rp. 39.000 (belum termasuk Ongkir)

Untuk pemesanan bisa menghubungi Bengkel Penulisan ya ...

===

Pada cerpen “Ada Cinta di Matanya” sebagai judul yang terpilih ini mengisahkan dugaan cinta Atik seorang siswa yang cantik dengan Pak Jun (Junaidi) guru baru, masih bujangan dan ganteng. Padahal mereka berdua tak pernah merasakan cinta itu ada, kecuali hanya dugaan murid-murid lain. Termasuk Bu Mila (Karmila) yang tiba-tiba menaruh cemburu pada Atik. Memang Bu Mila merasa ada persaingan cinta dengan Atik. Di ujung cerita Pak Jun menjawab pertanyaan murid-muridnya bahwa hubungannya dengan Atik memang sudah lama, tetapi hubungan itu sebatas dia sebagai guru Bahasa dan Sastra dan Atik sebagai muridnya. 

Cerpen-cerpen lain masih banyak yang berkisah seputar lingkungan sekolah, ambil contoh misalnya cerpen berjudul “Senyum Terakhir” dan “Telaga Biru” karya Misjuita. Selanjutnya cerpen “Ambo” dan “Kuraih Mimpi” karya Rian Surya Putra. Dilanjutkan oleh cerpen “Guru Idola” karya Sarliminarti. 

Berbeda sedikit dengan cerpen berikut, pengarangnya berupaya menitipkan optimisme menjaga diri dalam pergaulan dan sukses dalam studinya. Cerpen tersebut “Matanya”, “Remedial untuk Mayang”, “Mimpi Kecil Shafa dan Intan” karya Asri Dyarti. Kesuksesan dalam studi pun muncul pada cerpen “Akhirnya...” karya Efnawarty. 

Untuk cerpen yang juga seputar sekolah tapi mengundang kisah tragedi ada pada cerpen “Senyum Terakhir” dan “Telaga Biru”. Khusus cerpen yang berlatar adat istiadat ada pada cerpen “Obor Tojoak Likoa” karya Efnawati. Bagi pembaca yang senang kisah sedikit horor dan menegangkan ada pada cerpen “Hantu Hati” karya Efnawarty dan cerpen “Rembulan Kelabu” karya Zalna Fitri. Cerpen Zala Fitri yang berjudul “Nyawa Waktu” sedikit lebih berat daya kisahnya dibandingkan dengan cerpen-cerpen lain di buku ini. Sedangkan kisah rumah tangga yang harmonis dikisahkan pada cerpen “Terima Kasih Mama” karya Sarliminarti.

(Herman Suryadi, S.Pd., M.Pd. Pendidik dan Sastrawan Bengkulu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI