Google+ Followers

Jumat, 04 Desember 2015

Tips Editing Naskah


Tips Editing Naskah

By Rina Rinz 
Beberapa waktu lalu, diajak seseorang untuk ikut kelas editing. Memang di dunia ini tidak ada makan gratis, hehehe, tapi bila ada yang bisa kita lakukan agar dapat makanan tanpa mengeluarkan uang banyak, tidak ada salahnya kan. Saya sendiri lebih suka memasak di rumah ketimbang membeli makanan di luar. Kecuali, emang pengen makan di luar. *laah malah curhat. Oke, kembali ke kelas editing. Sebenarnya, langkah pertama editing itu ada di tangan penulis sendiri. Editing naskah bukan tugas editor saja. Berikut ini, saya ambil beberapa tips self editing yang terangkum dari om gugel. (mumpung gratis dan bisa dimanfaatkan, tidak ada salahnya kita melakukan pembelajaran sendiri--tahap awal)
Self editing adalah mengedit atau merapikan tulisan sendiri. Self editing sering dilakukan oleh para penulis untuk memperbaiki dan memperhalus hasil tulisan mereka. Lalu, apa yang perlu diperhatikan untuk diedit?

•   Alur
Baca keseluruhan ceritamu. Apakah ceritanya sudah mengalir dan enak dibaca? Apakah kamu tidak bingung ketika membacanya? Apakah perpindahan tempat dan waktu gampang dimengerti?
•   Rasionalitas
Coba baca lagi, lalu cermati adegan per adegan. Apakah semuanya sudah masuk akal? Kadang-kadang, karena terjebak dengan imajinasi kita menulis hal-hal yang tidak masuk akal dalam sebuah cerpen. Misalnya ada anak berumur 3 tahun yang sudah pandai berbelanja sendiri ke supermarket. Kira-kira, dalam kehidupan nyata, mungkinkah itu terjadi? Tentu saja akan lain ceritanya kalau yang kita buat adalah cerita dongeng atau fantasi.
•   Panjang Naskah
Kalau kamu ingin mengirimkan cerita ke majalah atau membuatnya menjadi buku, biasanya ada ketentuan panjang naskah yang harus kamu tepati. Coba cek ceritamu, apakah panjangnya sudah sesuai dengan permintaan? Kalau memang terlalu panjang, harus kamu potong dulu.

•   Konsistensi
Ini yang sering terlewatkan. Teliti lagi naskahmu, apakah sudah sesuai bagian awal, tengah, dan akhirnya. Sering terjadi, tokoh yang sama tetapi namanya berbeda di bagian awal dan akhir cerita. Kadang-kadang, terjadi juga dengan setting tempatnya. Di depan diceritakan kejadian penculikan di apartemen mewah. Di belakang ditulis kalau kejadian itu terjadi di pasar. Beda banget, kan?
•   Efektivitas
Apakah kalimat-kalimat yang kamu buat sudah efektif? Apakah cerpenmu tidak bertele-tele dan berputar-putar?
•   Ejaan dan Tanda Baca
Terakhir, cermati lagi ejaan dan tanda baca yang kamu gunakan. Apakah kamu sudah menuliskan semua kata dengan benar? Apakah kamu sudah menempatkan tanda baca dengan tepat?
Membaca cerita untuk mengedit jangan cuma sekali, ya! Baca lagi dan baca lagi. Kalau perlu, tinggalkan dulu beberapa waktu, baru dibuka lagi, supaya kamu tidak bosan. Kamu tentu ingin memberikan tulisan terbaikmu untuk pembaca, bukan?

Bagaimana langkah-langkah mengedit naskah sendiri supaya hasilnya optimal?


Langkah 1: Tahan diri untuk membenahi naskah sampai kita selesai menulis.
 Jangan hapus kalimat yang terdengar aneh, atau menulis paragraf berulang-ulang. Biarkan saja, terus menulis dulu sampai selesai. Kalau pun keinginan untuk membenahi itu begitu besar, batasi diri hanya membenahi typo yang terlihat saat menulis.


Langkah 2: Menjauh dari tulisan yang baru kita selesaikan untuk beberapa saat.
Biarkan naskah mengendap dulu sebelum mulai mengedit. Kenapa? Karena dengan meninggalkan naskah kita beberapa saat, kita akan kembali dengan pikiran dan kondisi mata yang lebih fresh. Dengan begitu, akan lebih mudah menemukan kesalahan, inkonsistensi dan masalah-masalah pada plotting dan sebagainya.



Langkah 3: Baca naskah kita dalam format yang berbeda.
Kalau saat menulis memakai format word, coba pindahkan ke PDF. Atau ubah jenis huruf dan ukurannya, beri warna kalau perlu. Dengan begitu kita bisa menemukan kesalahan yg missed dari penglihatan kita saat naskah masih dalam format originalnya.


Langkah 4: Mulailah dengan mengedit bagian terpenting yaitu konten dan struktur cerita, bagian-bagian kecil seperti typo bisa dilakukan belakanga.


Langkah 5: Harus tega menghilangkan sebagian besar bagian cerita kalau memang tidak diperlukan dan tidak"nyambung" dengan cerita.


Langkah 6: Tidak usah terlalu terpaku membenahi typo, karena berapa kali pun dibaca, basanya selalu ada yang terlewat. Kadang itu takdir. :


Langkah 7: Baca naskahmu dengan suara keras dan tempo pelan. Penting!
Dengan melakukan ini kita akan bisa menemukan bagian-bagian yang terdengar tidak pas. Membaca dengan suara keras juga membantu kita menyadari ada beberapa pengulangan yang tidak perlu di beberapa bagian.


Langkah 8: Sudah selesai mengedit? Baca lagi! Lalu kirim ke teman/editor/proofreader untuk dikoreksi oleh mereka. They'll find mistakes you missed.


Langkah 9: Kalau sudah dapat hasil editan dari pihak ketiga tersebut, baca lagi! Ini memang melelahkan. tapi tidak ada yang mudah di dunia ini kalo mau sukses, kan? ;)


Semoga bermanfaat! ^_^

Sumber : https://www.facebook.com/notes/lovrinz-and-friend/materitips-editing-naskah/305090609672584

6 komentar:

  1. Alhamdulillah saya dapat tambahan ilmu ����,

    Tips ini sangat bermanfaat.
    #sugron ��

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Terimakasih telah berkunjung ;)

      Hapus
    2. Terimakasih telah berkunjung ;)

      Hapus

  3. invited someone to join editing class . Indeed, in this world there is no free meal , hehehe , but when there is nothing we can do in order to get food without spending a lot of money

    taruhan judi togel sgp terpercaya

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI