Google+ Followers

Rabu, 02 Desember 2015

Ow ... Ow ... Siapa Dia? Edisi 13



Siapa yang tidak mengenal penulis muda ini? Di Januari 2015, Ken Hanggara didapuk menjadi Sang UNSA Ambasador setelah melewati seleksi panjang dan ketat, serta berhasil unggul dari sembilan finalis lainnya yang nggak kalah keren. Wajahnya terpampang di grup Untuk Sahabat, dan sejak menjadi UNSA Ambasador itulah, konon namanya mulai beranjak naik. Karya-karyanya banyak dimuat di Basabasi.com, Riaupos, Solopos, Radar Banyuwangi, Taman Fiksi, Inilah Koran, dan masih banyak lagi.

Semalam, Mimin Pinky berhasil berdialog secara intens (hiyaa, kayak inpotaimen aje, nih) bareng beliau. Ublek-ublek kisah perjuangannya di awal-awal mulai menulis nih ceritanya. Apaan, dan gimana sih seorang Ken Hanggara itu merayap hingga bisa sesukses ini?

Yuks, Mimin Pinky mau buka-bukaan di sini.

CEKIDOT!

Mimin Pinky : “Kak Ken, bolehkah LovRinz mewawancarai dirimu? Seputar dunia kepenulisan, tips, dan pengalaman kakak.”

Ken Hanggara : “Boleh, Mbak. Eh, tapi saya siapa mahh?”

(Duh, kerennya Kak Ken, penuh rendah hati ^_^ Mimin suka sama penulis macam ini)

Mimin Pinky : “Siapa, yaa? Ken Hanggara, Kak.” (sambil pasang emo njoged)

Ken Hanggara : “Eaa, itu kan nama, Mbak.”

Mimin Pinky : “Hahaha. Aku mulai aja, ya, Kak. Nih, pertanyaan pertama, sejak kapan Kak Ken mulai suka dunia literasi?”

Ken Hanggara : “Wkwkwk. Berasa kayak wawancara di majalah manaa, gitu. Hehehe. Gini mbke ... (aduh, Mimin Pinky dibilang mbake ... nangis bombay deh. Kan Mimin Pinky masih imut. Ntar kupanggil Om Ken loh ya hahaha) Saya suka dunia literasi sejak lama. ‘Suka’ beda dengan ‘paham’. Saya suka membaca sejak kecil dan sudah bermimpi jadi penulis ketika itu. Hanya saja fasilitas tidak memadai dan waktu itu belum tahu caranya kirim karya ke penerbit atau media. Maklum saja saya generasi 90-an dan bukan anak orang berada. Ditambah lagi lingkungan kurang ndukung. Di sini jarang sekali punya teman yang gemar membaca, dan tidak ada perpustakaan dekat rumah. Saya hanya bisa memuaskan diri dengan membaca beberapa buku dan komik, terutama koran (karena ini yang paling murah dan selalu ada dalam rumah) walaupun saya masih SD. Mulai giat nulis puisi saat SMA, itu pun iseng. Tidak dikirim ke mana-mana selain ke ‘rumah’ orang yang saya sukai. Baru benar-benar masuk dunia literasi tahun 2012. Dan ketika itu sudah bukan lagi disebut ‘suka’ tapi ‘sangat suka’.

(elap tissue dulu karena terharu ama kalimat-kalimatnya, eh ... ada yang lucu juga sampek Mimin Pinky senyum-senyum sendiri malam-malam; dikirim ke rumah orang yang disukai? mau donk jadi orang yang disukai biar dapet puisi terus #EEH!!! ditabok pake android ... hihihihi)

Mimin Pinky : “Haru, Kak. Lanjut ya ... Nah, setelah Kak Ken memahami minat kakak di dunia literasi, hal apa saja yang kakak lakukan untuk mewujudkan impian itu?”

Ken Hanggara : “Menulis dan menulis. Saya tahu tulisan saya jelek saat itu tapi saya keras kepala. Pokoknya saya harus menerbitkan novel, pikir saya. Ketika itu tahun 2010 (bukan 2012) saya sudah mulai mengetik beberapa bab awal novel (ini pertama kalinya nulis novel). Tapi karena dihina seseorang, saya jadi malas dan drop. Saya lupakan sejenak keinginan itu meski masih sangat yakin suatu saat novel dan tulisan-tulisan lain karya saya terbit. Tahun 2012 saya sadar kalau saya harus bangkit. Sejak itu saya jadi giat menulis dan tidak peduli lagi dengan kritikan, hinaan, atau apapun. Saya rasa inilah titik awal yang palin menentukan. Saya bukan lagi bersemangat tapi anti kritik, melainkan bersemangat namun juga terbuka untuk dikritik. Tidak adanya laptop atau komputer membuat saya rajin olah raga, maksudnya rajin pergi ke warnet sambil naik sepeda ontel dan mengetik di sana demi mengikuti berbagai lomba. Saya pikir, ‘sehari tanpa menulis saya merasa sangat berdosa’. Perasaan bersalah sebab pernah menyerah sepanjang tahun 2011 membuat saya tidak nyaman jika tidak menulis apa-apa dalam sehari. Itulah mengapa saya tidak mau lagi menyerah sampai kapan pun. Cukup sekali itu saja. Hehehehe ....”

(kereenn ... perlu ditiru nih semangatnya!)

Mimin Pinky : “Kapan waktu terbaik yang kakak pilih buat nulis?”

Ken Hanggara : “Saya nyaris tidak pernah menentukan waktu, alias jarang. Bisa kapan saja. Tergantung keadaan, apakah saya sedang sibuk atau pas lagi kurang enak badan. Saya bersyukur, apapun waktu menulis (biasanya 3 kali duduk perhari, yang masing-masingnya 2 jam), saya tidak pernah menulis berdasarkan mood. Seringkali bahkan saya memaksa diri sendiri. Jelek atau bagus hasilnya urusan belakangan. Pokoknya harus nulis.”

(nah, ini nih yang patut Mimin Pinky tiru, jangan nunggu mood, karena mood kebanyakan suka PHP-in kita sendiri, ya kan? bikin malas terus ... tutup muka pake bantal)

Mimin Pinky : “Apa yang kakak lakukan setiap kali ada ide yang muncul tiba-tiba”

Ken Hanggara : “Kalau saya sibuk ya saya catat ide itu dalam satu kalimat. Misal lihat penjual es yang sudah tua. Saya tahu detail orang tua itu, jadi saya cukup nulis: ‘Mbah, penjual es depan sekolahan’. Saya punya buku catatan untuk menyimpan ide-ide yang datang dadakan. Makanya saya selalu ada buku catatan ke mana pun saya pergi. Tapi kalau ide muncul pas di depan laptop ya langsung dieksekusi.” (pasang emo nyengir, keliatan giginya)

(Mimin garuk-garuk kepala dulu, sharingnya makin keren, nih ^_^ enjoy bangetz)

Mimin Pinky : “Pernah ngalamin stuck enggak, Kak? Gimana ngatasinnya?”

Ken Hanggara : “Sering. Biasanya saya simpan tulisan itu, lalu main game atau jalan-jalan naik motor walau lagi bokek ... hahaha. Intinya refreshing saja dengan apa yang saya suka, main game, naik motor, baca-baca buku di rumah. Besoknya saya sambung lagi. Kalau masih stuck, ya ditinggal dulu lalu bikin tulisan baru.”

Mimin Pinky : “Dari mana kakak belajar nulis?”

Ken Hanggara : “Saya belajar sendiri, alias otodidak. Tidak ada guru selain buku-buku yang saya baca. Saya orangnya agak malu kalau tanya-tanya ke penulis senior (dulu pernah tanya dan dicuekin)”

(hikss ... T,T dicuekin itu memang sakit, Kak. Semoga kelak saat kita semua terkenal nggak suka nyuekin orang yang mau belajar ya ... aamiin ... eaa ya iyalah Mimin Pinky juga pengen jadi penulis terkenal walau tulisannya ancur-ancuran wkwkwkwk)

Mimin Pinky : “Siapa penulis favorit kakak? Mengapa? Dan siapa penulis yang sangat mempengaruhi gaya tulisan Kak Ken?”

(idih, diborong dah pertanyaannya wkwkwkwk, untung Kak Ken orangnya baik ^_^)

Ken Hanggara : “Dari buku-buku yang jadi guru saya, yang terbaik dan berpengaruh adalah Andrea Hirata, Seno Gumira Ajidarma, Ayu Utami, Hanan Al Shaik, Stephen King, dan banyak lagi (saya serius soal banyak ini, karena memang favorit saya ada banyak dan kalau nanti ditulis semua jadi capek ...hahahaha) Alasannya ya karena saya suka gaya mereka. Saya suka yang langsung nonjok, tidak terlalu banyak kalimat puitis dan tidak bertele-tele. Bila sebuah karya semacam itu saya baca, maka saya bilang saya suka. Hehehe” (nyengir lagii ...)

(Mimin Pinky manggut-manggut sambil nyiapin pertanyaan terakhir ...)

Mimin Pinky : “Apa motto kakak buat menyemangati diri sendiri saat down?”

Ken Hanggara : “Menulislah seperti kamu membangun rumah. Jangan berhenti sebelum ia benar-benar selesai.”

(cakeep ... T,T jadi inget sama draft-draft yang Mimin Pinky PHP-in di lepi hiks hiks hiks ...)

Mimin Pinky : “Nah, ini yang terakhir nih, Kak. Beneran, deh. Wkwkwkwk. Apa pesan kakak buat para sahabat LovRinz?”

Ken Hanggara : “Menulis sebaiknya bukan sebagai ajang pamer atau pembuktian diri. Menulis uga mula-mula jangan diniatkan untuk menjadi kaya dan tenar. Menulis, ya menulis saja. Niatkan menghibur dan memberi pencerahan pada pembaca. Kalau sudah tekun dan serius menggarap karya dengan dua niat tersebut, maka bonus berupa penghargaan, uang, dan popularitas kelak datang dengan sendirinya. Nikmati prosesnya saja. Karena manusia bukan mie instant. Kalau dikritik ya terima. Dihina? Terima saja. Banyak dipuji memang enak, tapi kita tidak bisa maju dengan pujian.”

(huwaaa ... Mimin Pinky jadi malu tadi bilang pengen jadi penulis terkenal hiks hiks ... memang beda sama orang keren kaya Kak Ken. Salut, Kak. Mimin Pinky jadi tercerahkan dalam sharing ini ...)

Mimin Pinky : “Makasi Kak Ken, buat sharing pengalamannya. Semoga bermanfaat dan Kak Ken semakin sukses. Aamiin ... aamiin ...”

Ken Hanggara : “Aamiin. Sama-sama, Mbak.”

Nah, itu tadi hasil sharing sama Kak Ken Hanggara. Jika sahabat LovRiners pengen baca-baca karyanya, silakan kunjungi blog keren kakak keren ini di : www.kenhanggara.blogspot.com Oh iya, Kak Ken ini juga sudah punya buku kumpulan cerpen yang berjudul ‘Minus Menangis’ loh. Keren kaannn ....

Sekian dulu dari Mimin Pinky. Tunggu sharing bareng penulis-penulis keren lainnya. Dijamin, akan banyak pelajaran yang bisa kita petik dari mereka.


Bersama Ibunda Tercinta.


Heppi Rabu day.


LovRinz Publishing



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI