Google+ Followers

Jumat, 04 Desember 2015

Menulis Novel dalam waktu singkat? Mungkinkah?

Menulis Novel dalam waktu singkat? Mungkinkah?

By Rina Rinz on 
Menulis Novel dalam waktu singkat? Mungkinkah?

Dear Friends,

Sebagai orang baru dalam dunia menulis, saya merasa kalimat di atas, memang mustahil. Namun, karena kegigihan saya (ngotot tepatnya) maka dengan senang hati saya katakan, BISA!

Awalnya ketika menulis novel, pikiran saya kacau balau, karena alur yang tak keruan, jalan cerita yang lompat-lompat, konflik yang asal jadi tanpa ada penyelesaian yang baik dan ingin segera mengakhiri cerita padahal jumlah halaman belum mencukupi untuk dikatakan sebuah novel.

Namun, itu tidak membuat saya patah semangat dan berhenti lalu duduk di pojokkan kamar sambil gigit selimut ditemani wafer sekaleng dan minuman dingin. Alih-alih putus asa, saya latihan terus. Menulis kejadian sehari-hari, mengolah kata bagaimana sebuah kisah sederhana mampu membekas di hati pembaca. Walaupun begitu, saya merasa masih juga belum berhasil. Karena toh, sampai detik ini, belum ada karya saya yang diterbitkan penerbit mayor (tertawa sedih). Tapi tenang saja, saya akan terus berusaha sekuat jemari ini menari di atas papan tombol laptop ataupun hape butut yang sangat berjasa itu.

Nah, karena itulah, saya mengajak teman-teman yang punya mimpi sama (nangkring di toko buku) untuk belajar bagaimana menulis sebuah kisah utuh yang apik dan layak untuk dibaca.

Menulis novel tidak sama seperti menulis cerpen. Cerpen biasanya hanya butuh waktu singkat dan sangat jarang berlanjut di hari-hari berikutnya. Sedangkan novel, sama saja seperti menuliskan kisah fiksi ciptaan kita sendiri dan harus dituntaskan dalam satu buku. Kecuali novel itu akan ada kelanjutannya seperti Keping Hati, bisa sekuel atau lebih.

Untuk menulis novel dalam waktu tertentu (kali ini target kita satu bulan) harus siap dengan komitmen awal. Rutin menulis beberapa lembar, setiap hari. Bila terhenti, ada beberapa orang yang susah mengembalikan motivasi dirinya dan mengakibatkan berhenti pula kegiatannya menulis novel. Untuk itu, rasanya perlu ada seseorang yang ‘memukul dan mendorong’ kita agar tetap terus berjuang. Apa tidak saying, naskah yang sudah kita awali dan telah tertuang beberapa lembar itu nganggur dan hanya jadi penghuni folder di file? Apa tidak ingin orang lain juga membaca apa yang sudah kita tulis? Layak tidak layak, ada di mata pembaca, bagaimana kita tahu tulisan kita berharga bila tidak kita bagikan pada mereka?

Coba lihat file teman-teman … apa ada tulisan yang duduk manis menanti jamahan jemari? Ayo diseret ke sini, tuliskan kembali menjadi sebuah cerita utuh. Yakinkan diri bisa, maka semua akan mudah. Bila ada hambatan, selesaikan dengan hati yang tenang. Buang keraguan. Dia, mereka dan mereka bisa, kenapa kita tidak?!

Nah, pada ingin tahu bagaimana memulainya?

Sebelum mulai menulis novel, ada baiknya kita menentukan sejak awal mau dibawa ke mana cerita ini. Amannya, buat kronologis cerita. Tentukan konflik dan penyelesaiannya. Kalau merasa ribet menulis kerangka dan adegan-adegannya, cukup pikirkan saja konfliknya. Jalan cerita akan mengikuti selama kita tahu apa konflik yang akan kita kisahkan.

Oke sebagai langkah awal … Coba tuliskan kronologis kisah bakal novelmu di sini. Buat dokumen dengan menuliskan tanggal.

Misalnya:

30 Juni 2014 Kronologis kisah Sang Bulan

Mereka memanggilku Bulan. Wanita mandiri yang menjadi guru di sebuah sekolah dasar. Beberapa waktu belakangan, aku aktif di sebuah komunitas menulis. Diam-diam ada seseorang yang menarik perhatianku. Bintang, namanya. Bintang seorang pria yang tanpa sadar mengajariku banyak hal dalam menulis. Ia bagai guru buatku. Satu hari aku jatuh hati padanya. Namun, kenyataan membuat semuanya berubah. Blab la bla sampai ending.

Nah, kalau sudah bikin kronologisnya, baru kita tentukan bagian mana yang akan ditulis sebagai pembuka kisah.
Yuk dimulai!

Sumber : https://www.facebook.com/notes/lovrinz-and-friend/menulis-novel-dalam-waktu-singkat-mungkinkah/291435537704758

1 komentar:

  1. Alhamdulillah saya dapat ilmu dari tulisan ini, makasih banyak atas ilmunya Kak 😊. O iya Kak, ada satu hal atau mungkin ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, Kak.. Saya kan masih belajar membuat Novel, terkadang saya suka kehabisan ide ketika menulis.. Atau terkadang ketika menulis misalnya saya sudah mendapatkan ide, tapi ketika saya tulis terkadang saya suka bertanya sama diri saya sendiri apakah ide yang saya tulis ini nyambung gak? Atau menarik enggak? Dengan hal seperti itu saya terkadang suka menghentikan aktivitas menulis saya kemudian malah mencari ide baru agar lebih menarik untuk tulisan saya. Nah, kak kalau kita dihadapkan dengan hal demikian ccarra mengatasinya itu harus bagaimana ya Kak? Kemudian ketika kita ingin menulis sebuah novel, misalnya novelnya itu bergenre Romance terkadang hahaha yang kita tulis itu adalah hal2 yang berhubungan dengan rutinitas dan aktivitas kita sehari-hari misalnya saya suka membaca novel Romance atau film2 yang berbau Romance islami, nah terkadang novel yang kita tulis mau tidak mau ada unsur2 yang telah disebutkan oleh saya di atas... Nah, kak gimana ya caranya agar kita bisa menuliskan sebuah novel tapi yang berbeda gitu kak, yang tidak sesuai dengan novel yang kita baca atau film yang kita tonton.. Terkadang itu susah Kak, kita takutnya malah di sangka orang yang suka menjiplak, tidak kreatif, dsb.. Itu gimana ya kak? Terimakasih sebelumnya kak, dan saya tunggu jawabannya 😊

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI