Google+ Followers

Jumat, 04 Desember 2015

MEMAHAMI ESTETIKA SASTRA OLEH PAK AGUS SAFRUDINUR



MEMAHAMI ESTETIKA SASTRA OLEH PAK AGUS SAFRUDINUR


30 SEPT
Sumbar Tulisan: #‎EstetikaDalamSastra#‎YudhaAndanaPrawira
SASTRA DAN PENANAMAN NILAI-NILAI ESTETIKAMembahas perihal sastra, tentu akan selalu berhubungan erat dengan pengalaman (ber)sastra dan nilai-nilai sastra. Sastra bukanlah sebatas benda sastra, namun merupakan nilai-nilai sebagai respon estetik dari publik penikmat melalui proses pengalaman (ber)sastra.
#‎JakobSumarjo menguraikan dalam #‎MenikmatiSastra, bahwa#‎FilsafatSastra meliputi 6 (enam) permasalahan, yakni:(1) #‎Benda/#‎KaryaSastra, (2) #‎Sastrawan, (3) #‎PublikSastra, (4)#‎KonteksSastra, (5) #‎NilaiNilaiSastra, (6) #‎PengalamanSastra
Pengalaman (ber)sastra termasuk ke dalan pokok kajian filsafat sastra. Sastrawan berupaya #‎mengkomunikasikan ide melalui benda/karya-karya sastranya kepada publik. Sedangkan publik yang menikmati karya sastra memberikan pendapat dan menilai. Dengan demikian, nilai-nilai sastra merupakan #‎ResponEstetik publik terhadap benda/karya sastra bisa muncul berbeda-beda. Jika publik sastra tidak pernah menganggap bahwa karya itu bernilai, maka karya semacam itu tidak memiliki nilai sastra.




30 SEPT
PENGALAMAN ESTETIK TERHADAP KEINDAHANALAM DAN SASTRA. . . hasil penikmatan terhadap alam yang indah dapat kita sebut pengalaman estetik. Pengalaman estetik terhadap alam dan karya sastra merupakan dua pengalaman yang berbeda tanggapan estetiknya. Keindahan alam dan karya sastra memiliki karakteristik yang berbeda.
Perbedaan dua kategori keindahan, alam dengan sastra akan membedakan pula ruang lingkup kajian filsafatnya. #‎Pengalaman sastra merupakan #‎filsafat sastra yang memusatkan perhatian dan kajian kepada proses #‎penikmatan, #‎penghayatan, dan #‎penghargaan terhadap karya sastra. Sedangkan estetik bisa juga dimanfaatkan dalam konteks penikmatan karya Tuhan yang mengandung nilai keindahan.
Dalam proses #‎interaksi antara pengamatan dengan alam akan tersusun pengalaman kepada subjek pengamat berupa keharuan #‎emosi,#‎pengetahuan, tanggapan #‎moralitas, dan nilai-nilai #‎spiritual, keagungan#‎Tuhan, dan rasa #‎keimanan. Nilai-nilai tanggapan estetik terhadap alam tersebut merupakan hasil #pengalaman. Proses pengalaman terhadap sastra yang melahirkan tanggapan estetik, bisa juga dikatakan proses#‎apresiasi sastra. Dalam proses apresiasi terjadi interaksi perasaan antara subjek dan objek, antara pengamat dengan karya sastra.


1 OKT
#‎TeoriPemancaranDiriTeori ini digagas oleh seorang pemikir dan ppenulis Jerman #‎FTVischer, kemudian digelorakan oleh #‎TheodoreLipps, dengan tujuan berusaha menjelaskan persoalan yang berhubungan dengan pengalaman estetik sastra.
Sikap #‎empati seseorang akan menghadirkan berbagai perasaan: #‎puas,#‎penuh, #‎utuh, dan perasaan #‎selaras, #‎harmonis. Rasa puas itu mengalir selama proses pengalaman estetik itu berlangsung, karena faktor-faktor di atas itulah pengalaman sastra nampak memiliki pola. Satu pengalaman teridiri dari rangkaian berbagai unsur "mengalami" (#‎visual, #‎audio,#‎audiovisual, #‎perabaan, #‎pengahayatan dengan rasa dan pikiran, juga mengalami langsung hal-hal praktis: #‎bermainmusik, misalnya). Semua pengalaman dari peristiwa/kejadian itu saling menyusun hubungan/#‎berinteraksi. Pola hubungan dari interaksi inilah yang memberi makna kepada pengalaman tetsebut.

2 OCK
#‎TeoriJarakKejiwaan
Ketika kita menikmati lukisan dari jarak dekat, kita akan kehilangan keutuhan dari satu unit format karya lukis. Kita hanya akan terpaku kepada#‎detail insidental serta tekniknya, dan ketika kita merabanya, kita akan merasakan tekstur materialnya. Teori ini bukan hanya untuk pengamat saja, tetapi juga untuk kreator (sastrawan). #‎Sastrawan yang sedang berkarya perlu sekali menjaga model/objeknya penulisannya yang sedang "digarapnya." Inilah teori distansi ruang yang dikemukakan oleh #‎Michelis.
Ada pula pendapat bahwa ruang-waktu diperlukan sebagai jarak dalam#‎berkontemplasi terhadap karya sastra yang dihadapi ataupun proses penciptaan karya sastra. Waktu bisa menyempurnakan proses berkarya, sebab pengamatan dan imajinasi yang subur bisa berkembang karena ada (pengendapan) oleh jarak waktu.

#‎Perbedaan #‎Tanggapan #‎EstetikTeori-teori yang membahas #‎pengalaman #‎sastra merupakan suatu kajian yang berasal dari pendekatan #‎psikologis, hal itu disebabkan karena teori-teori dari ilmu sastra memiliki keterbatasan dan kelemahan analisa, walaupun teori itu sebagai #‎generalisasi dari konsep-konsep #‎kajian#‎ilmiah. Mengenai hal pengalaman sastra, subjek #‎pengamat dengan#‎latar #‎belakang yang #‎beragam dan #‎unik akan mengakibatkan beragam pula #tanggapan #‎estetiknya. Keragaman latar belakang #‎intelektual,#‎emosi, #‎lingkungan, #‎pendidikan, #‎minat, akan menyebabkan #perbedaan tanggapan estetik. Sehingga setiap subjek dapat memberikan#‎penilaiansastra yang #‎objektif dan #‎subjektif.

#‎Apresiasi dan #‎Pemahaman #Estetika
Pemahaman estetika di bidang sastra, bentuk pelaksanaannya merupakan apresiasi.Apresiasi sastra adalah proses penghayatan yang dilakukan secara sadar oleh seseorang, ketika ia menghadapi dan memahami karya sastra. Apresiasi tidaklah sama dengan hanya sekadar menikmati, mengapresiasi adalah suatu proses untuk #‎menafsirkan sebuah #‎makna yang tetkandung di dalam karya sastra. Seorang pengamat yang sedang memahami karya sastra terlebih dahulu ia harus mengenal #‎anatomi atau struktur dasar dari penyusunan karya yang sedang ia hayati.
Apresiasi adalah proses pemahaman berdimensi #‎logis, sedangkan menikmati lebih ke proses #‎psikologis. Namun ketika mengapresiasi suatu karya sastra, si penghayat dituntut mempunyai kemampuan, ketrampilan, dan kepekaan estetik agar ia mendapatkan pengalaman estetik dari karya sastra yang sedang diamatinya.

sumber : https://www.facebook.com/notes/lovrinz-and-friend/memahami-estetika-sastra-oleh-pak-agus-safrudinur/321907017990943

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI