Google+ Followers

Kamis, 02 Juli 2015

Teknik Berpikir Optimis



 
Pikiran positif akan membawa kita pada keberhasilan. Pikiran positif itu antara lain selalu berkata “saya bisa” dan “saya akan”. Kata-kata ini adalah refleksi dari pikiran positif yang tidak menyerah pada keadaan, apa pun keadaan yang anda lalui.

DR. Edward Banfield, sosiolog dari Harvard University menggambarkan satu faktor penting seseorang dalam meraih kesuksesan. Dia menemukan bahwa faktor utama yang menyebabkan seseorang sukses adalah sikap tertentu yang ada dalam pikiran orang tersebut.

Sikap itu adalah perspektif jangka panjang. Artinya, seseorang yang sukses dalam berencana dan bertindak selalu memiliki perspektif jangka panjang. Setiap keputusan yang dibuat selalu memperhatikan akibatnya bagi masa depan dalam jangka panjang. Tidak ada istilah bagi mereka yang berbunyi ‘bagaimana nanti saja’, mereka lebih berpikir “nanti bagaimana?”

Berpikir jauh ke depan bukan berarti mengkhawatirkan masa depan, tetapi lebih pada mempersiapkan masa depan. Segala keputusan, rencana, dan tindakan akan dipertimbangkan dampaknya di masa depan. Apakah keputusan anda saat ini akan membawa dampak positif bagi masa depan anda? Apakah rencana anda mendukung visi anda? Apakah tindakan anda akan mempengaruhi masa depan anda?

Satu-satunya cara untuk membentuk perspektif jangka panjang ini adalah dengan merumuskan visi anda saat ini. Jangan abaikan dengan langkah sukses ini. Jangan takut untuk gagal, lebih baik anda gagal meraih visi yang luar biasa daripada berhasil tidak meraih apapun.

Jika anda berpikir bahwa penampilan maupun kemampuan anda berada di bawah orang lain, maka sikap anda akan minder. Jika pikiran anda mengatakan bahwa anda memiliki potensi yang sama dengan orang lain, maka anda akan percaya diri. Ini adalah salah satu keajaiban pikiran yang akan membentuk karakter. Karakter akan terbentuk pada diri kita sesuai dengan apa yang kita pikirkan tentang diri kita.

Jika anda berpikir bahwa kegagalan itu memalukan dan kegagalan adalah akhir segalanya, maka anda akan merasa ketakutan saat melakukan sesuatu. Lain lagi jika berpikir bahwa gagal adalah suatu pembelajaran dan menganggap masih ada kesempatan lain, maka anda akan menjadi orang yang berani.

Sikap pesimis disebabkan oleh pikiran bahwa diri anda tidak memiliki kemampuan. Sikap pesimis juga karena anda merasa sudah ditakdirkan miskin dan keadaan di sekeliling anda tidak mendukung. Sebaliknya, sikap optimis muncul karena pikiran anda mengatakan bahwa segala sesuatu bisa dipelajari, siapa tahu besok lusa Tuhan akan memberi rezeki, dan bagaimana pun keadaannya masih ada yang bisa sukses, termasuk diri anda. Bagaimana anda berpikir akan menentukan apakah anda orang yang optimis atau pesimis.

Saat kita berdiri, kita melihat dunia ini tegak semua. Saat kita berbaring, kita melihat dunia ini miring semua. Saat kita berdiri dengan dua tangan dan kaki di atas, kita melihat dunia ini terbalik. Saat mata kita terpejam seakan dunia ini tidak ada. Saat kita pusing kita melihat dunia ini oleng. Dunia terlihat sesuai dengan kondisi kita, padahal tidak ada perubahan pada dunia tersebut.

Itulah gambaran dari sikap kita. Kita memandang sesuatu tergantung pada sikap yang kita miliki. Jika sikap kita positif, maka kita melihat segala sesuatu dengan positif. Sebaliknya, jika sikap kita negatif, maka kita melihat segala sesuatu dengan negatif. Sikap memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan kita karena mempengaruhi cara pandang kita terhadap dunia.

Sikap adalah cara pandang atau berpikir kita terhadap sesuatu. Sikap juga menjadi penentu tindakan dan saringan terhadap tindakan-tindakan kita. Jadi, sikap sangat berpengaruh dalam kehidupan kita, termasuk sukses atau gagal.

Mungkin anda perlu merenungkan sikap yang dimiliki sekarang ini. Lihat korelasinya dengan kesuksesan anda saat ini. Perlukah anda memperbaiki sikap? Kejujuran anda terhadap sikap anda akan menentukan adanya perbaikan terhadap kehidupan anda. Sikap memang sulit untuk diubah, tetapi bukan tidak bisa.

Suatu saat mungkin anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian anda. Jika memang ada, bersihkan terasi tersebut dan dunia pun kembali segar.

Banyaknya tekanan hidup yang harus dialami seseorang membuat kebanyakan orang mengalami frustrasi. Beberapa orang menghadapi beban pekerjaan yang berat hingga mengalami stress pekerjaan. Bencana alam dan kematian orang dekat juga bisa membuat depresi dan frustrasi. Hanya sedikit orang yang sanggup menghindari tekanan hidup sehari-hari yang dapat membuat orang frustrasi dan berpandangan pesimistis. Namun, meski menghadapi kesukaran dan tekanan hidup, berpikir secara optimis sangatlah bermanfaat.

Optimisme merupakan sikap selalu mempunyai harapan baik dalam segala hal serta kecenderungan untuk mengharapkan hasil yang menyenangkan. Optimisme dapat juga diartikan berpikir positif. Jadi, optimisme lebih merupakan paradigma atau cara berpikir.

Sewaktu mengalami kegagalan atau tekanan hidup, bagaimana perasaan orang yang optimis? Seseorang yang berpikiran positif atau berpikir secara optimis tidak menganggap kegagalan itu bersifat permanen. Hal ini bukan berarti bahwa ia enggan menerima kenyataan. Sebaliknya, ia menerima dan memeriksa masalahnya. Lalu sejauh keadaan memungkinkan ia bertindak untuk mengubah atau memperbaiki situasi.

Bertolak belakang dengan optimisme, pandangan pesimistis akan menganggap kegagalan dari sisi yang buruk. Umumnya orang pesimis sering kali menyalahkan diri sendiri atas kesengsaraannya. Ia menganggap bahwa kemalangan bersifat permanen dan hal itu terjadi karena sudah nasib, kebodohan, ketidakmampuan, atau keburukannya. Akibatnya, ia pasrah dan tidak mau berupaya.

Berpikir positif juga menjadi kunci sukses untuk mengelola stress. Optimisme akan membuat seseorang menghadapi situasi tidak menyenangkan dengan cara positif dan produktif. 

Supaya anda bisa lebih optimistis dan memiliki pikiran serta sikap yang positif:
1. Periksalah diri anda.
2. Ikuti gaya hidup sehat.
3. Nikmatilah pekerjaan.
4. Carilah teman yang positif.
5. Hadapi dan terima.
6. Milikilah rasa humor.
7. Catatlah hal yang baik.
8. Aturan sederhana.


Baca juga : 
Melejitkan Pikiran Positif  
Nilai Dasar & Ciri-ciri Berpikir positif 
Teknik Yang Digunakan Untuk Berpikir optimis
Cara berpikir positif di tempat kerja   

Sumber : http://www.secapramana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI