Google+ Followers

Rabu, 08 Juli 2015

Peran Musik Dalam Menulis

Peran Musik Dalam Menulis
-
Musik bagi sebagian orang mungkin adalah sesuatu yang sangat istimewa. Di mana ia bisa menjadi penghibur, ajang refreshing, memberikan nafkah dan lain sebagainya. Namun ternyata tidak bagi semua orang dapat menyebut musik bisa menjadi penghibur dll. Apalagi menjadi hal yang istimewa. Contohnya dalam menulis, seperti apa sih peran musik dalam menulis? Ketika seseorang menulis apakah ia si penulis akan selalu mendengarkan dan menikmati musik dalam kegiatannya merangkai kata? Pertanyaan inilah yang sering mengusik saya ketika sedang menulis. Nah, melalui artikel ini ingin saya ulas sedikit pembahasan dari dua pertanyaan di atas. Dan akan kita kaitkan dengan beberapa penulis-penulis di tanah air, bagaimana pendapat mereka perihal peran musik ketika si penulis sedang menulis. Lalu, musik apa yang mereka dengarkan ketika menulis?

Dari yang saya rasakan pribadi “ketika menulis”, ternyata musik dengan jenis lagu apa pun tidak terlalu penting dan istimewa untuk dilakukan. Sebab, saat sedang mendengarkan musik saya merasa kefokusan saya terhadap apa yang ingin saya tulis menjadi buyar. Bukan hanya itu. Tulisan yang ingin dirampungkan saja malah bisa jadi tidak rampung dengan maksimal. Lirik dan kata-kata yang disajikan dalam sebuah lagu terkadang juga membuat perasaan saya terpecah-pecah. Maksudnya, ketika lagu yang diputar adalah lagu tentang kesedihan otomatis kita menjadi sedih juga. Padahal yang ingin dilakukan adalah semangat untuk menyelesaikan yang ingin ditulis. Nah, ini malah sebaliknya. Lalu, apakah ada peran musik itu sendiri ketika seorang penulis sedang menulis? Bagi saya, peran musik ketika seorang penulis sedang menulis itu tidak ada. Tetapi, kalau tidak sedang menulis, peran musik itu bisa ada alias ditemukan. Misalnya, musik digunakan untuk menemukan ide dan inspirasi. Bisa juga diperoleh saat mendengarkan musik. Selain itu, ketika penulis sedang penat-penatnya setelah berjam-jam menulis, musik bisa dijadikan obat penyegaran pikirannya. Lantas, mulai meneruskan yang ingin ditulis. Jadi, saya tidak selalu mendengarkan musik ketika sedang menulis. 

Baca juga :

Kembali ke paragraf pertama. Dengan persoalan bagaimana peran musik bagi penulis tanah air kita, ketika mereka sedang menulis? Dari buku yang saya baca yaitu, My Life as Writer yang diterbitkan oleh plotpoint pada Maret 2013. Ini peran musik bagi beberapa penulis di tanah air kita.
Pertama seorang penulis yang dijuluki sebagai penulis fenomenal siapa lagi kalau bukan Dewi Lestari. Ia lebih dikenal dengan nama pena Dee. Ini kata dia terkait pertanyaan : Kalau untuk menulis, apa musik yang Dewi dengarkan ketika sedang menulis?

“Dulu aku punya soundtrack buat menulis. Kalau sekarang rasanya nggak ada pun nggak masalah. Kalau misalnya pun ada, cenderung yang tidak berkata-kata, yang instrumental atau bahasanya tidak aku mengerti seperti lagu-lagu Spanyol atau Brazil. Aku sangat peka dengan suara lirik yang gengges, aku malah mikirin liriknya dan bukan tulisan. Makanya aku cenderung memilih musik yang tidak berkata-kata.” (Halaman:125)

Dari yang dituturkan Dee, ternyata ia tidak terlalu menganggap penting peran musik dalam kepenulisannya. Toh, jika mendengarkan musik ia memilih musik dengan lirik yang tidak berkata-kata.
Kedua, dia adalah seorang penulis yang pernah mendapatkan sekaligus memenangkan kategori Best Young Writer pada salah satu award penulisan bergengsi, Khatulistiwa Literary Award (KLA) periode tahun 2006-2007. Namanya adalah Farida Susanty. Dan karyanya dalam KLA adalah Dan Hujan Pun Berhenti. Katanya, kalau soal musik dan soundtrack ia mengatakan “Dulu ada, sih, kalau sekarang lebih fokus ke ide yang mau di tuliskan”. (Halaman:152). Cukup dibahas dua penulis saja ya? He-he.

Kesimpulannya, ternyata mendengarkan musik dan menulis adalah dua hal yang berlainan. Karena, ketika seseorang menulis ia tidak bisa terlalu fokus melakukan kegiatan utamanya yakni menulis jika ia juga sedang mendengarkan musik. Juga sebaliknya. Meskipun demikian, musik dan menulis tidak bisa dipisahkan. Bagaimana sebuah musik bisa disebut musik yang utuh jika ia tidak memiliki lirik? Dan menemukan lirik tersebut adalah dengan jalan menulis dan berfikir merangkai kata. Ya, mungkin ada juga sebuah musik tanpa lirik. Begitu juga dengan menulis, musik bisa dijadikan sebagai obat penyegaran fikiran dan penghilang penat.

Baca juga :
Kualitas Suatu Bangsa Berawal dari Buku 
10 Kebiasaan Baik dalam Menulis 

Sumber : http://www.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI