Google+ Followers

Selasa, 07 Juli 2015

Pentingnya Menulis untuk Kemanfaatan Ilmu

Menulis itu penting | Sumber : http://imamherlambang.com/mencatat.html

Dalam agama Islam, mencari ilmu merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim. Maka dari itu, manusia diharuskan untuk mencari ilmu sebanyak – banyaknya, sepanjang hidup dan hayatnya supaya menghilangkan kebodohan tentunya dan mampu bermanfaat bagi manusia lain. Namun, pada praktek pencarian ilmu maupun pengamalannya banyak diantara kita (manusia) yang sering lupa atau tidak bisa mengambil ilmu dari apa yang kita pelajari.

Seperti contoh, Zaid sedang mengikuti pengajian di masjid selama hampir 2 jam. Selama pengajian, Zaid tidak membawa alat tulis atau suatu alat untuk mencatat ilmu yang ia dapat dari pengajian. Ditambah lagi ia juga sering ngantuk -ngantuk di tengah pengajian. Belum lagi nanti ada beberapa kejadian setelah pengajian selesai yang bisa menghilangkan memori Zaid dari pengajian tadi.

Nah, setelah Zaid pulang ke rumah, seumpama ia ditanya sama keluarganya. “Pengajiannya tadi ngomongin apa?”. Zaid dengan entengnya ngomong “Tauk ahh,, ngantuk banget aku…” kata Zaid.
Itulah salah satu dari sekian contoh dimana kita tidak dapat mendapatkan salah satu faedah atau manfaat dari ilmu. Maka dari itu, banyak para ulama’ yang menganjurkan kita untuk menulis atau mencatat. Tidak hanya para ulama’, guru – guru kita di kelas juga menyuruh kita untuk menulis. Menulis apa? ya, menulis ilmu yang disampaikan oleh guru kita, menulis ilmu – ilmu yang kita dapatkan dari siapapun saja. Bisa dari orang yang baru kita kenal, dari teman kita, bahkan dari musuh kita.

Tujuan menulis atau mencatat di sini yaitu, supaya kita tidak melupakan ilmu – ilmu yang telah kita dapat. Dengan menulis kita bisa mendapatkan harta berharga yang berupa ilmu kita. Kita sebagai manusia pasti tau lah sifat dasar manusia. Apa itu? Yap, manusia merupakan tempatnya salah dan lupa. Jadi dalam mencari ilmu kita tidak cukup hanya mengandalkan ingatan saja.

Banyak para ulama’ – ulama’ besar yang mencontohkan untuk selalu mencatat ilmu yang kita dapat. Mereka selalu membawa buku kecil di setiap perjalanan dan aktifitasnya. Supaya, nanti kalau ada ilmu baru yang didapat bisa langsung ditulis di buku itu.

Kalau menurut kitab Ta’limul Muta’alim, mencatat atau menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan manfaat dari ilmu. Dalam kitab ini juga ada sebuah cerita tentang pentingnya menulis. Sebuah cerita dari Zainul Islam, seorang guru dan sastrawan terkenal. Beliau menceritakan seorang sahabat pada zaman Nabi Muhammad S.A.W yang bernama Hilal bin Yasar. Pada suatu ketika, Hilal melihat Nabi mengajar para sahabat. Lalu, Hilal menghampiri Nabi dan berkata,
“Ya Rasul, ulangilah ilmu yang telah engkau sampaikan kepada para sahabat tadi,” kata Hilal kepada Rasul.
Menanggapi permintaan dari Hilal tadi, Rasul lantas tidak langsung menjawabnya. Rasul bertanya dulu kepada Hilal.
“Hilal, apakah kamu membawa tempat tinta (tinta buat menulis) ??”, Tanya Rasul kepada Hilal.
Hilal yang tidak mengerti maksud pertanyaan Rasul menjawab, “Tidak Ya Rasul, saya tidak membawa tempat tinta”.

Lalu, Rasul berkata “Hilal, janganlah engkau berpisah dengan tempat tintamu. Karena sesungguhnya, tempat tinta ini akan membawa kebaikan kepadamu hingga hari kiamat nanti”.
Dari cerita ini dapat diambil kesimpulan bahwa menulis itu sangat penting sekali. Rasululloh menyuruh sahabat Hilal untuk selalu membawa tempat tintanya agar dia bisa mencatat ilmu – ilmu yang ia dapatkan. Sehingga ilmunya bisa bermanfaat dan tidak akan pernah terlupakan.


Sumber : http://imamherlambang.com/mencatat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI