Google+ Followers

Selasa, 07 Juli 2015

Kualitas Suatu Bangsa Berawal dari Buku

Baca Buku, Buka Dunia
 ”..when you buy things on computer, only better you get to come here, see the books, touch them, and smell them” -The Last Bookshop-

Dari kalimat diatas, kebayang ga? Kalau di dunia ini hanya ada tinggal satu toko buku yang tersisa? Kini teknologi semakin maju, kemudahan untuk mengakses dan mendapatkan informasi pun semakin mudah, cepat dan tidak terbatas oleh jarak dan waktu. “Udah kita googling aja, udah ga jaman pinjam buku ke Perpustakaan..” begitu komentar salah satu anak sekolah yang saya dengar di salah satu angkutan umum, saat mereka berdiskusi tentang tugas sekolahnya. Ya, mungkin kini jamannya telah berbeda, dahulu jika kita mendapat tugas dari sekolah, maka kita harus mencari buku di perpustakaan sebagai bahan literatur, bahkan untuk fotocopy buku pun masih cukup sulit terutama bagi teman-teman kita yang bukan berada di kota besar. Kini anak-anak sekolah telah di “manja”-kan oleh teknologi internet yang sudah diajarkan sejak dini.
Saya cukup miris mendengar komentar salah satu anak sekolah tadi. Kesimpulan yang saya bisa dapatkan adalah rendahnya minat membaca di kalangan anak-anak sekolah saat ini. Segalanya dimudahkan oleh internet, sehingga anak-anak cenderung tidak mau untuk berpikir dan mengeksplorasi buku sebagai media perubahan bagi dirinya. Hasil survei dari UNESCO membuktikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia merupakan yang paling rendah di ASEAN. Dan untuk survei rasio perbandingan antara konsumsi surat kabar dengan jumlah pembaca, yang dilakukan terhadap 39 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-38 !

Idealnya, berdasarkan rasio penduduk, satu surat kabar dibaca oleh 10 orang (1:10), sedangkan di Indonesia satu surat kabar dikonsumsi oleh 45 orang (1:45). Dalam hal minat baca, Indonesia tertinggal dengan jauh dengan negara-negara tetangga lainnya, seperti Filipina 1:30, bahkan Srilanka yang tergolong negara belum maju sudah memiliki rasio minat baca 1:38. Menurunnya jumlah pengunjung perpustakaan dari tahun ke tahun pun terjadi di Indonesia, berdasarkan data Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Nasional RI tahun 2012, Indonesia sebagai negara berpenduduk 165,7 juta jiwa lebih, hanya memiliki jumlah terbitan buku sebanyak 50 juta per tahun. Artinya, rata-rata 1 buku di Indonesia hanya dibaca oleh 5 orang. Ini kebalikan dari Amerika, dengan jumlah penduduk mereka yang berkisar 285,5 juta jiwa, mereka memiliki jumlah terbitan buku sebanyak 1 miliar per tahun! Artinya, satu orang Amerika rata-rata membaca 4 sampai 5 judul buku.

Rendahnya minat baca pada masyarakat Indonesia ini jelas sangat berpengaruh kepada kualitas bangsa Indonesia. Kita menjadi pribadi bangsa yang ingin segalanya “instan”, tidak mengetahui dan mendalami perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia. Ada banyak faktor yang membuat minat baca di Indonesia masih rendah. Pertama, Buku yang ada masih kurang mencerminkan kebutuhan masyarakat, isi buku yang hanya berdasarkan trend yang ada saat ini, dan media promosi yang terlalu serius/bahkan berlebihan. Serta kedua, untuk beberapa daerah terpencil di Indonesia, masih sulitnya akses terhadap buku. Jumlah toko buku yang terbatas, sedikitnya fasilitas perpustakaan daerah di satu wilayah, dan daya beli masyarakat terhadap buku yang masih rendah.

Lalu apa yang dapat kita lakukan? Sebagai generasi muda, kita harus menggalakkan kembali gerakan membaca di masyarakat, khususnya lingkungan kita. Caranya mudah, dapat dengan membuka Taman Baca, Perpustakaan Mini/keliling di lingkungan rumahmu atau bahkan hanya dengan memberikan/menyumbangkan buku bekas layak bacamu kepada adik-adik yang membutuhkan. Dengan begitu, kita secara tidak langsung menggalakkan gerakan membaca dan menumbuhkan minat baca terhadap adik-adik kita. Generasi muda harus sadar bahwa buku erat kaitannya kehidupan. Jika kita ingin berbagi/membagi ilmu kita dengan orang lain, maka isilah..penuhilah dengan membaca. Layaknya sebuah teko yang akan menuangkan air kepada setiap orang yang sedang kehausan, maka isilah..penuhilah teko tersebut, sebelum kita membagikannya kepada orang lain. Jika tidak, apa yang bisa kita bagi?
Jadi, sudah tahukan betapa pentingnya membaca, khususnya buku bagi kehidupan kita?


Sumber : http://ilmuberbagi.or.id/kualitas-suatu-bangsa-berawal-dari-buku/#sthash.1LRH7CqF.dpuf

 image from galiehpramudita.blogspot.kr

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI