Google+ Followers

Rabu, 08 Juli 2015

Aku dan Hijab

Aku Dan Hijab
oleh Ida Ah Fauzi Cianjur

Mentari meredup, langit memamerkan cahaya indah kemerahan. Waktu maghrib hampir tiba. Hari ini, Ramadhan sudah memasuki hari ke 19. Itu berarti, sepuluh hari lagi aku mudik ke kampung halaman. Sebuah tradisi yang tiap tahun aku jalani, meski kutahu ini tidak ada dalam hadist manapun.

Beberapa tahun silam, pulang kampung adalah sesuatu yang sangat aku tunggu-tunggu. Sebuah perjalanan yang menyenangkan, karena akan bertemu orang-orang tercinta. Namun saat ini, ada sedikit kegalauan di hati. Kejadian beberapa tahun lalu cukup membuatku enggan melakukan tradisi pulang kampung ini.

---ooo---

Aku hanyalah manusia biasa yang sedang mencoba menjadi pribadi yang lebih baik. Keluarga besarku tidak pernah mempermasalahkan penampilanku yang terkesan 'semau gue' dan cenderung tomboy dengan celana jeans belel dan kaos ala kadarnya. Rambut acak-acakan, tas ransel, sepatu kets dan gitar adalah asesoriku yang sudah mereka maklumi.

Tapi tiba-tiba hidayah itu datang menyapa. Aku bukan saja merubah penampilan menjadi lebih sopan, tapi sekarang aku berhijab, bahkan bercadar. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mereka saat melihatku nanti.

Baca juga Cara Meningkatkan Minat Membaca
                10 Kebiasaan Baik dalam Menulis
                20 Manfaat membaca novel yang mengejutkan
               Cara menulis cerpen dan 7 hal yang harus dihindari

Dengan tekad bulat, aku pun memutuskan pulang kampung. Biarlah, aku akan menerima apapun reaksi keluarga nanti saat melihatku. Ternyata benar dugaanku, tatap keheranan, takjub, teguran bahkan ungkapan bernada sinis terus mengiang di telinga. Kasak-kusuk mengenai diriku mulai terdengar. Bahkan ibukupun tidak setuju dengan penampilanku yang seperti istri teroris. Puncaknya adalah saat tiba-tiba pakdeku menarik cadarku saat aku akan bersalaman dan mencium tangannya. Oh, sebegitu menakutkankah diriku?

Akhirnya sebuah cara kutempuh untuk sedikit membuka mata hati mereka. Kuperlihatkan salah satu ayat Al Qur-an yang mengupas tentang hijab kepada kakak tertuaku. Aku hanya berharap Allah akan menjadi pembelaku.

Baca juga tentang Hijab lainnya Hikmah Berhijab 
Hijab (bukan) Parameter Keimanan. 
Aku dan Hijab 1 
  Aku dan Hijab 2 
Katakan Ya, untuk Berhijab 
Percayalah, Hijab Membuatmu Tak Diganggu 

Aku baru saja mau melintas ruang depan, saat kudengar keluargaku sedang membicarakan diriku. Kuhentikan langkahku dan berdiri di balik pintu. Ah, ternyata benar, kakak tertuaku sedang memberi pengertian pada keluargaku tentang hijab, seperti yang tertera dalam Al Quran yang kuperlihatkan padanya kemaren.  Terimakasih, Kak. Kini aku yakin bahwa di dalam ketaatan selalu ada pertolonganNya.

---000---

Azan magrib terdengar, aku masuk rumah dengan sebuah keputusan . Aku akan pulang kampung lebaran tahun ini.

Cianjur, 6 Juli 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI