Google+ Followers



Read this book or download here

Hujan di Surabaya 1 Jan 15
Seketika air ditumpahkan Tuhan dari langit. Deras dan semakin deras.
Rupanya memang hujan belum mau bersahabat dengan kita, karena hingga kini belum sekali pun hujan kulalui bersamamu.
Lalu semua buram. Jarak pandangku memendek. Jalanan di depan tak terlalu jelas terlihat.
Seperti ketika kita berjalan bersama menuju arah yang tidak ada di mata angin. Aku bertanya, akan ke mana kita? Hanya canda dan gelengan yang kudapat. Aku bertanya lagi, ke mana kita? Dan kedua kalinya gelenganmu meretas temali harap. Aku lalu mengerti kamu ingin berjalan sendiri. Sendiri? Entahlah. Setidaknya bukan denganku.
Jalanan berputar. Takdir mempertemukan kita kembali. Atau barangkali kakiku lah yang memang selalu menujumu? Entah. Setahuku aku sengaja menghindarimu agar kita tak saling menghalangi. Tapi ternyata kita bertemu. Kita duduk bersama dan bercanda lagi. Lalu kau mulai berjalan. Aku? Ikut atau berhenti?
Karena tak mungkin kau bermain-main setelah tahu seberapa sakit yang kurasakan akibat perpisahan. Kita berjalan cepat. Aku merasakannya. Cepat bagiku...meski amat lambat bagi orang lain. Aku bertanya, ke mana kita kali ini? Tapi pertanyaan itu hanya terucap di hati.

Kita terus berjalan. Menuju arah yang tidak ada di mata angin.


#reinhaart
#misszafriana
Sebelum kita mulai menulis, buatlah catatan tentang beberapa poin utama buku itu.Meskipun kita yang menulis, anggaplah pembaca sebagai teman kita bercerita.
Tulislah nama penulis dan judul buku pada paragraf pertama. Karena tak ada hal yang lebih menyebalkan para pembaca saat membaca review sebuah buku dan tidak mengetahui judul serta siapa penulisnya!

Jika memungkinkan, gunakan satu paragraf untuk satu titik.  

Cobalah untuk mendapatkan tema utama buku yang kita review di awal ulasan kita. Pembaca kita harus tahu alasan mereka membaca buku ini.
tentukan genre dari buku tersebut. Apakah buku ini masuk ke dalam tipe misteri, petualangan, cintam atau anak? 

Baca juga :
Cara Mendisiplinkan Diri Demi Karier Kepenulisan
5 Fakta tentang Baca Buku
Ternyata Menulis Baik Untuk Otak Ketimbang Mengetik



Apa yang kita suka dan tidak kita sukai dalam buku itu harus juga diulas. 
Pastikan ulasan kita menjelaskan tentang perasaan mengenai buku itu dan mengapa, bukan hanya menjelaskan buku ini tentang apa. Sebuah resensi yang baik harus bisa mengajak pembaca untuk berbagi, membaca buku ataupun untuk menghindari buku tersebut.
Melakukan riset tentang penulis dan memasukan dalam review kita juga merupakan hal yang baik, informasi biografis penulis dapat m,embantu kita untuk merumuskan pendapat kita tentang buku ini, dan memberikan kita tinjauan lebih mendalam tentang buku ini. Satu hal yang harus diingat adalah buku tidak keluar langsung dari percetakan, itu merupakan produk pikiran dari penulis. dengann melakukan penelitian kepada penulis akan membantu kita untuk mengetahui tentang penulis, bagaimana dia atau alasan dia menulis buku ini,


Demikian sedikit ulasan tentang bagaimana membuat review sebuah buku.  
Ada satu masa, di mana usia menjadi hal yang ingin dilupa. Lebih dari mereka yang beranjak menua, lebih karena aku bertemu denganmu yang terlambat hadir ke dunia.
Kau bertanya, akankah aku bisa menghormatimu yang tak lebih tua?
Insyaa Allah aku bisa. Bukankah pada dzahirnya kau yang selalu memanja?
Bukankah aku yang lebih banyak bertanya, tentang dunia, pun tentang Tuhan dan alam semesta-Nya.
Ada suatu masa, kau lupa pernah bertanya itu semua. Masih tetap bukan usia yang membeda. Entah apa aku dihantui tanya sepanjang nafas tersisa.
Apa?
Dan kau menjawab dengan tanya, "Apanya yang apa?"
Surabaya 7 Jul 2015
http://www.beritaunik.net/wp-content/uploads/2013/04/pintar.jpeg 
BeritaUnik.net – Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.
Sumber : http://www.beritaunik.net/tips-trik/10-tips-belajar-pintar.html

5 Fakta tentang Baca Buku  
TEMPO/Budi Purwanto
TEMPO.CO, Jakarta - Laris tidaknya sebuah buku di pasaran bukan hanya bergantung pada isi, harga, dan siapa penulisnya. Sejumlah faktor yang mempengaruhi keterbacaan buku, di antaranya ukuran, genre buku, dan sudut pandang pembaca.

Majalah Tempo edisi 17 September mengungkapkan sejumlah fakta tentang membaca buku, seperti dikutip dari Dailyinfographic dan Nowsourching.

Berikut ini fakta tentang buku:

Baca juga :
Fakta-fakta Membaca Bikin Hidup Lebih Baik!
7 Tips Yang Anda Perlu Ketahui Agar Pandai Menulis! 
Tips Temukan Ide Tulisan   
Cara pintar dalam belajar 
 
1. Jenis buku
Jenis buku yang paling banyak dibaca adalah buku percintaan, motivasi, sastra, dewasa, fiksi ilmiah, buku resep masakan, buku sejarah, dan buku agama.

2. Jumlah halaman yang dibaca
Sebanyak 30 persen pembaca akan menyelesaikan bacaannya sebelum halaman 50. Sebanyak 87 persen pembaca membaca buku mereka sampai dengan 300 halaman. Sebanyak 74 persen hingga 400 halaman, dan semakin tebal, semakin sedikit persentase orang yang tuntas membaca buku. Untuk buku dengan tebal sekitar 700 halaman, dibaca hanya sekitar 35 persen pembaca.

3. Harga buku
Buku dengan harga US$ 0,99 atau sekitar Rp 9.400 berpotensi 12 kali lebih banyak terjual. Adapun buku seharga US$ 3,99 (sekitar Rp 37.900) lebih banyak menghasilkan pendapatan. Sementara buku seharga US$ 7,99 (sekitar Rp 75.900) berpotensi lima kali lebih banyak dibaca.

4. Pembaca lelaki dan perempuan
Pria 10 kali lipat cenderung tertarik pada buku yang menampilkan tokoh protagonis laki-laki. Sementara perempuan cenderung menyelesaikan baca buku 50 persen lebih banyak ketimbang pria.

5. Kebiasaan membaca
Mereka yang berusia di bawah 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 48 halaman per jam, lama baca 12 menit, dan dalam sekali mampu membaca sampai 146 halaman.
Adapun mereka yang berusia di atas 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 22 halaman per jam, lama baca 20 menit, dan mencapai 277 halaman dalam sekali baca.
Sumber : http://gaya.tempo.co/read/news/2012/09/17/109429948/5-fakta-tentang-baca-buku

Ide itu milik Tuhan. Dia berserak di alam semesta. Ada orang mengaku punya banyak ide, padahal jumlah ide dia tidak sampai seujung kuku ide milik Tuhan. Tapi ada juga orang kesulitan mendapatkan ide. Bingung dan buntu.

Baca juga :  
5 Fakta Menulis Baik Bagi Kesehatan Anda

Cara Mendisiplinkan Diri Demi Karier Kepenulisan
9 Tips Supaya Tidak Cepat Lelah Saat Membaca
5 Fakta tentang Baca Buku

Sebagian lagi punya ide, tapi ketika ide itu dituangkan dalam tulisan, ternyata ide tersebut tidak disambut baik oleh orang lain.
Padahal sebagian orang lainnya, sukses menuangkan ide dan tulisannya diburu orang lain.
Lalu bagaimana menemukan ide yang tepat untuk tulisan Anda?
Seperti tema tulisan ini… apa idenya? Bagaimana menemukan ide. Kenapa Anda membacanya? Karena mungkin Anda butuh tulisan tentang tema ini. Mungkin selama ini Anda kesulitan mendapatkan ide. Atau belum juga menemukan ide yang tepat. Ide tulisan ini berangkat dari kebutuhan orang lain. Bukan kebutuhan penulisnya. Penulisnya sih sudah berhasil membuat banyak tulisan, dengan ide yang sesuai kebutuhan orang lain. Tapi, masih banyak orang yang belum mampu menemukan ide itu. Mereka (mungkin termasuk Anda) butuh masukan tentang bagaimana menemukan ide.

kill-post-idea
Sumber gambar: http://www.hongkiat.com

Jadi, poin pertama adalah… kebutuhan orang lain. Cari apa saja kebutuhan orang lain di berbagai bidang. Banyak sekali bukan? Tapi sesuaikan dengan bidang yang Anda kuasai, sehingga ketika menemukan kebutuhan orang lain, Anda bisa memenuhinya dengan tepat.

Baca juga : 

Poin berikutnya apa? Sudahlah, poin pertama itu saja kalau dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, Anda tidak akan pernah kehabisan ide. Observasi orang-orang di sekitar Anda, baca perkembangan terbaru di media massa, jalan-jalan ke toko buku, maka Anda akan menemukan apa yang sekarang sedang dibutuhkan orang lain. Khususnya di bidang yang Anda kuasai atau Anda sukai.

Baca juga :  
Cara membuat sampul buku unik dari kardus bekas 
Alasan Rajin Menulis Ilmu Agama 
5 Cara Menemukan Ide Menulis Kreatif  
Cara pintar dalam belajar 

Selamat menulis!

Sumber : http://ilmumenulis.com/?p=64
Profesi penulis sering dikaitkan dengan kemewahan. Popularitas J.K. Rowling dan Stephen King memang memunyai daya tarik tersendiri, sebab dalam sekejap mereka sudah melihat buku-buku mereka masuk dalam daftar buku laris versi surat kabar New York Times dan meraup jutaan dolar dari royalti mereka. Sayang saja, menulis memerlukan disiplin ketekunan sebagaimana pekerjaan lainnya. Jika Anda rindu menjadi seorang penulis penuh waktu atau penulis lepas, Anda perlu mengembangkan keahlian yang tepat dan belajar mendisiplinkan diri. Dengan demikian, Anda bisa merasa yakin akan sukses!

Bagaimana memulai menulis ?
  1. Menulislah! Tidak seorang pun belajar bermain piano hanya duduk-duduk di sofa sembari menonton sinetron atau sekadar membayangkan kunci-kunci piano. Keahlian menulis juga perlu diasah sampai kata-katanya mulai dapat dinikmati oleh penulis dan pembaca.

  2. Luangkanlah waktu untuk menulis.
    Agar Anda bisa berkonsentrasi, Anda perlu menetapkan waktu tertentu tanpa boleh diganggu. Artinya, Anda perlu disiplin. Terkadang kata-kata tidak akan mengalir; kalau terjadi demikian, Anda sebaiknya tetap duduk menatap layar atau lembaran kertas sampai waktu menunjukkan sesi menulis Anda sudah berakhir. Disiplin menuntut Anda wajib menulis, walaupun Anda merasa enggan.

  3. Buatlah riset tentang bahan yang Anda tulis.
    Penulis fiksi dan nonfiksi perlu meneliti bahan-bahan yang mereka butuhkan kecuali mereka sekadar menulis opini atau surat kepada penyunting. Kebanyakan penulis menganggap bagian ini terasa cukup membosankan. Biasanya, penulis begitu mencintai kegiatan tulis-menulis, alih-alih melakukan riset tentang subjek tertentu; mereka mengangap penelitian itu akan mengurangi jatah menulis mereka. Namun, apa pun yang Anda tulis harus didasarkan pada fakta. Jika tidak demikian, pembaca akan meninggalkan tulisan Anda begitu saja karena mereka telanjur tidak memercayai tulisan Anda. Walaupun perpustakaan adalah sumber yang bagus untuk melakukan riset sebuah subjek, Anda dapat mempercepat proses penelitian dengan menggunakan sarana internet.

  4. Berkelompoklah dengan penulis lain!
    Tidak seorang pun langsung menjadi hebat tanpa pertolongan dari mereka yang menghargai tulisan seperti penulis. Klub penulis atau grup diskusi penulis dapat menjaga motivasi Anda untuk melanjutkan proses menulis Anda. Bergaul dengan orang-orang yang berpandangan sama dapat membukakan jalan bagi Anda untuk bertemu penyunting atau penerbit yang sedang mencari penulis untuk publikasi komersial.

  5. Pebisnis dan penulis memunyai satu kesamaan: mereka sama-sama orang yang kuat membaca.
    Jika Anda tidak banyak membaca, Anda tidak dapat mengembangkan gaya penulisan yang unik. Anda tidak mengetahui apakah yang digemari khalayak sehingga membuat Anda gagal memoles kata-kata yang menyenangkan mereka. Anda dapat menajamkan keunikan talenta Anda hanya dengan membaca.

  6. Terbitkanlah sesuatu.
    Bahkan sekalipun tidak dibayar, tercetaknya nama dan artikel Anda di koran lokal dapat menjadi batu loncatan menuju karier yang baru. Agar banyak penerbit di dunia maya bersedia menerima tulisan Anda, Anda harus bersedia mendapat sebuah kritikan dan uang jasa yang minim. Pertimbangkanlah beberapa situs ini: Helium, Suite 101, Ehow, Associated Content, Constant Content, dan Submit Your Article. Jika Anda seorang penulis, Anda harus memunyai sebuah blog yang bisa menampung ekspresi dan tulisan Anda yang lain. Blogger dan Word Press menawarkan blog gratis.

  7. Bersenang-senanglah.
    Walaupun tidak mendapat bayaran, banyak penulis menulis karena mereka dibuat bahagia saat menulis. Jika Anda menemukan jalan buntu, cobalah bentuk penulisan yang lain agar Anda dapat merasakan hembusan yang menyegarkan. Jika Anda menulis artikel, cobalah menulis fiksi, puisi, atau surat untuk redaksi atau seorang teman. Tulislah tip-tip atau ulasan buku. Tulisan-tulisan itu mungkin tidak untuk diterbitkan, namun temukanlah kesenangan pada saat mengerjakannya!
Yang Anda butuhkan untuk menerapkan disiplin menulis:
  1. Pemroses teks, sebuah catatan harian, jurnal, blog, atau apa pun yang bisa menampung tulisan Anda.
  2. Teman yang sama-sama mencintai dunia tulis-menulis.
  3. Bahan bacaan -- semakin beragam, semakin bagus. (t/Uly)
Baca juga :
7 Tips Yang Anda Perlu Ketahui Agar Pandai Menulis!
9 Tips Supaya Tidak Cepat Lelah Saat Membaca
7 Langkah Menulis Menjadi Mudah

 Sumber : http://pelitaku.sabda.org/cara_mendisiplinkan_diri_demi_karier_kepenulisan
 http://1.bp.blogspot.com/_C6ynqQa-dI0/TUErXvj3lZI/AAAAAAAABU0/z1D9oa9zP-8/s400/menulis.jpg
Kepala Republika Online, M. Irwan Ariefyanto memberikan materi pelatihan jurnalistik di Kampus FE UI , Depok.
Kepala Republika Online, M. Irwan Ariefyanto memberikan materi pelatihan jurnalistik di Kampus FE UI , Depok.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Ketika memulai menulis, mahasiswa acapkali menemukan kesulitan untuk menentukan tema apa yang menarik. "Kalian tentu alami kesulitan saat memulai menulis. Nah, coba menulis tentang kiat-kiat. Itu cukup ampuh dan bakal jadi ladang duit kalian," papar Redaktur Pelaksana Republika Online, Irwan Ariefyanto.

Baca juga: 
7 Tips Yang Anda Perlu Ketahui Agar Pandai Menulis!
Cara Mendisiplinkan Diri Demi Karier Kepenulisan 

Hal itu disampaikan dia kepada para peserta Rol To Campus di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Depok, Jumat (15/6). Irwan mengatakan saat ini buku kiat itu sangat diburu. Jika para mahasiswa berkunjung ke toko buku, maka teman-teman akan menemukan jenis buku tersebut dengan beragam tema. "Laku keras lho, buku-buku ini," kata dia.

Contoh lain, lanjut Irwan, saat ini juga tengah tren buku tentang jalan-jalan. Mungkin kalian, memiliki tips atau lokasi wisata yang lebih menarik. "Jadi, coba lah kalian menulis hal-hal itu," kata dia.

Baca juga :
7 Tips Yang Anda Perlu Ketahui Agar Pandai Menulis!
9 Tips Supaya Tidak Cepat Lelah Saat Membaca

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/rol-to-campus/news-rol-to-campus-2/12/06/19/m5n4c0-mau-pandai-menulis-buatlah-tulisan-soal-kiatkiat
1. Tulis Ulang.
2. Banyak membaca. Penulis adalah pembaca.
3. Banyak menulis. :)
Berlatih.
4. Baca Buku-Buku Tentang Menulis dan Belajar Bagaimana Penulis Hebat Menulis.
5. Jadilah diri sendiri.
6. Tulis seakan akan ke satu orang saja.
Dan pada kenyataannya memang benar, bahwa yang membaca adalah satu orang ke satu orang yang lainnya.
Jangan sebut mereka dengan kalian. Sebutkan: “Anda”
7. Pastikan anak usia 7 tahun mengertinya.
Jangan bertele tele. Keep it simple saja.

Mulailah membaca, karena penulis yang baik adalah pembaca yang baik.
Membaca adalah jendela dunia ilmu pengetahuan, dan di abad informasi ini, membaca adalah pintu menuju ide-ide besar dan kesuksesan.
Pada saat membaca, terlibatlah, dengan memberi garis bawah, berikan tanda, corat-coret buku anda, garis bawahi, dan baca ulang.
Anda akan mendapatkan banyak hal dengan cara membaca seperti itu.
Mantap!

Baca juga :

Sumber : http://kerjakeras.com/7-tips-yang-anda-perlu-ketahui-agar-pandai-menulis.html

9 Tips Supaya Tidak Cepat Lelah Saat Membaca 

apakah anda sering merasa cepat lelah saat membaca? jika anda merasa begitu, coba kita perhatikan beberapa tips supaya kita tidak cepat lelah saat membaca buku
Mungkin Anda adalah salah satu orang yang cepat mengalami kelelahan mata ketika sedang membaca. Ternyata ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari menjadi pemicu utamanya dan di artikel ini kita akan coba melihat satu persatu tipsnya supaya tidak cepat lelah dalam membaca.

Baca juga :

1. Cukupkan Penerangan
Gunakan penerangan yang tepat, tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang. Atur agar pencahayaan cukup rata di dalam ruangan untuk mengurangi adaptasi mata sehingga tidak mudah lelah. Jika Anda menggunakan lampu baca yang langsung terfokus pada buku, tempatkan lampu di sisi kiri sehingga tidak terhalang oleh bayangan Anda. Selain itu, hindari penempatan lampu yang berhadapan langsung dengan Anda untuk menghindari silau.

2. Jaga Kondisi Tubuh Agar Tetap Fit
Kondisi tubuh yang lelah atau kurang istirahat akan mengirim sinyal lemah pada mata sehingga ia tidak bisa berfungsi optimal. Pastikan tubuh Anda cukup fit agar aktivitas membaca lebih nyaman dan Anda pun dapat membaca lebih lama.

3. Perhatikan posisi membaca
Posisi yang paling ideal adalah yang tidak membuat punggung Anda membungkuk serta membebani otot leher. Salah satu penyebab mata lebih cepat lelah akibat posisi yang kurang nyaman ketika membaca seperti membaca sambil tiduran atau miring.

4. Kurangi Membaca cepat
Tahukah Anda bahwa kebiasaan membaca cepat ternyata dapat membuat ketegangan lebih pada mata? Mata perlu bergerak secara alami karenanya mulailah perlambat cara membaca Anda

5. Cukupkan Istirahat
Stres di tempat kerja atau di rumah dan lingkungan tidur yang bising dapat menyebabkan menjadi kurang tidur di malam hari. Kurang tidur menyebabkan mata menjadi berat dan bengkak. Lingkaran hitam di sekitar mata juga akan terlihat jika seseorang tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

6. Atur Aktivitas di depan komputer
Beberapa orang tidak ingin menyia-nyiakan waktu bahkan sepersekian detikpun di tempat. Menatap terus menerus layar monitor komputer dapat menyebabkan ketegangan pada mata.

7. Membacalah Dengan Tetap Istirahat
Kutu buku suka membaca dan mereka ingin menyelesaikan membaca buku tanpa beristirahat. Hal ini dapat mengakibatkan mata lelah. Membaca berlebihan terus menerus dalam cahaya redup juga dapat menyebabkan ketegangan pada mata.

8. Atur Pola makan
Penurunan asupan air juga dapat menyebabkan mata menjadi mudah lelah. Kurangnya vitamin B12, vitamin D, vitamin K dari makanan juga menyebabkan mata lelah.

9. Cari tempat yang beroksigen cukup
Kekurangan oksigen akan membuat pasokan ke kornea tidak banyak sehingga menyebabkan mata mudah lelah, selain itu kekurangan oksigen membuat tubuh cepat mengantuk sehingga membaca cepat sekali untuk lelah.

Baca juga :

Sumber : http://www.demuslimah.com/ragam/read/ragam/8/9-tips-supaya-tidak-cepat-lelah-saat-membaca.html 



JAKARTA,KOMPAS.com - Kita harus percaya bahwa anak-anak memiliki kemampuan belajar yang tidak tertandingi, karena banyak bukti sudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari mereka bisa menghafal iklan, nyeletuk ketika kita berbicara dengan orang lain, dan menyerap kata-kata yang kita ucapkan.

Dalam bukunya 'How to Teach Your Baby to Read', Glen Doman mengatakan bahwa pada dasarnya kemampuan anak khususnya balita sangat luar biasa. Bahkan, kata Doman, otak anak yang separuhnya sudah dilakukan pembedahan Hemispherectomy (membuang separuh fisik otaknya) bisa punya kemampuan sama dengan anak yang otaknya utuh dan normal.

Baca juga :
Pentingnya Menulis untuk Kemanfaatan Ilmu
4 Manfaat Kebiasaan Menulis Buku Harian Sejak Dini

9 Tips Supaya Tidak Cepat Lelah Saat Membaca
Mau Pandai Menulis, Buatlah Tulisan Soal Kiat-kiat

Sebetulnya, dalam metode Doman, mengajar membaca pada anak balita itu mudah dan sederhana. Hanya saja, saking mudah dan sederhana itulah kita justeru seringkali mengabaikan, menunda, serta menyepelekannya, sehingga akhirnya waktu terlewat dan semua sudah terlambat.
Mudah dan sederhana, namun bukan berarti bisa "seenaknya". Ada hal-hal perlu dilakukan dan penting dilakoni, yang tentu agar tujuan mengajari membaca pada anak-anak tercapai dengan hasil memuaskan.

Apa yang Boleh?
- Jangan membuat anak menjadi bosan dengan maju terlalu cepat, maju terlalu lambat, serta terlalu sering memberi tes
- Jangan memaksa anak, apapun bentuknya
- Jangan tegang, sehingga Anda lebih baik menunda jika suasana tidak mendukung, baik pada Anda maupun si anak
- Jangan dulu mengajarinya abjad, namun ajari ia kata-kata

Yang Harus?
- Bergembiralah dan buat suasana hati anak senang dan nyaman menerima "pelajaran" dari Anda
- Selalu ciptakan cara baru. Ingat, bagaimanapun jeleknya cara Anda mengajar, hampir bisa dipastikan bahwa ia akan belajar lebih banyak daripada tidak diajarkan sama sekali.

Metode Glen Doman (Tahap I)
Sebaiknya tunda dulu mengajarkan anak Anda tentang huruf, karena unsur terkecil dari sebuah bahasa adalah kata, bukan huruf.
Bentuk kata adalah kongkrit, sedangkan huruf adalah abstrak. Sementara, mengajar anak akan lebih mudah pada hal-hal yang kongkrit, bukan hal-hal abstrak yang membuatnya berpikir terlalu dalam atas apapun yang Anda ajarkan.

Salah satu cara mudah dan sederhana mengajarkan anak membaca melalui pengenalan kata adalah dengan menggunakan Metode Glen Doman. Simak langkahnya berikut ini;

1. Buat 15 kata dibagi dalam 3 set kategori berbentuk kartu dari karton dan spidol. Masing-masing terdiri Set Kategori A, Set Kategori B dan Set Kategori C  yang berbeda

2. Contoh, gunakan tema nama-nama dalam anggota keluarga di Set A (ayah, ibu, tante, kakek, nenek), nama buah di Set B (apel, pisang, jambu, jeruk, durian), dan nama hewan di Set C (ayam, itik, angsa, ikan, kuda)

3. Ambil satu kartu yang paling depan/tumpukan karton pertama di Set A, sebutkan (bacakan) dan ajak anak menirukannya.
-ingat, tak perlu jelaskan artinya tentang apa yang dibaca oleh si anak
-tak lebih dari satu detik, ambil kartu dari belakang dan lakukan seperti yang pertama
-perhatikan wajah anak ketika menyebutkan kata, amati kata yang disukainya dan yang tidak
-jangan minta anak mengulang kata-kata yang kita bacakan tadi
-setelah membaca lima kata, stop pelajaran ini. Peluk anak Anda dan puji dia dengan menunjukkan Anda bangga atas apa yang dilakukannya

4. Di hari pertama pelajaran, lakukan untuk Set A sebanyak tiga kali (3x)
5. Hari kedua lakukan Set A = 3x, Set B = 3x
6. Hari ketiga Set A = 3x, Set B = 3x, dan Set C = 3x
7. Hari keempat sampai dengan keenam sama seperti hari ketiga

-setiap kata dibaca maksimal antara 15 - 25 kali. Setelah sebanyak itu, kata harus diganti. Caranya, setelah hari keenam ambil 1 kata dari setiap Set dan gantilah dengan sebuah kata baru
-setiap satu Set yang Anda bacakan selesai lansung diacak, hal ini supaya anak tidak bisa menebak urutan kata
-jangan pernah mengulang kata yang sudah Anda bacakan, sehingga tidak salah Anda menandai tiap kata yang sudah Anda bacakan dengan pensil. Tanda ini juga bisa dijadikan patokan sudah berapa kali kata ini kita bacakan

Baca juga :
Cara mudah menjaga ide menulis tetap tersedia
7 Langkah Menulis Menjadi Mudah
Tumbuhkan Minat Menulis Anak Sejak Dini


Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2009/07/27/1623165/tips.asyik.cara.cepat.ajarkan.anak.membaca..
Gambar : www.erlanggaforkids.com


Menjaga ide menulis tetap tersedia bukanlah hal yang sulit , namun bukan pula hal yang mudah. Jika hanya satu atau lima postingan, menggali ide menulis tidaklah terlalu sulit untuk ditemukan. Namun bagaimana bila artikel dalam blog kamu sudah berjumlah puluhan bahkan ratusan artikel ? Untuk tipe blog yang memiliki topik beragam, kemungkinan hal ini tidaklah terlalu menyulitkan, namun untuk tipe blog yang memiliki topik terbatas, menggali ide menulis cukup menguras isi kepala. Bagaimana tidak ? seluruh artikel hampir semuanya pernah di bahas, bahkan sampai mendetail ke hal hal yang paling kecil sekalipun.

Salah satu penyebab utama seorang blogger mengalami kemunduran dalam kegiatan ngeblognya dimulai dari " Kehabisan Ide Menulis ". Rasa berat, malas, dan kesibukan lain dalam kehidupan pun silih berganti menggerogoti keinginan untuk terus melakukan update postingan. Disaat tersebut, merupakan saat-saat kritis seorang blogger untuk menentukan apakah ia dapat bertahan atau malah mengakhiri kegiatan ngeblognya untuk sementara waktu.

baca juga :


Ide menulis memang banyak bisa dicari, namun ide yang berkaitan dengan topik blog yang sudah kamu rintis sering luput dari ingatan dan rasanya sulit sekali menemukan ide yang diperlukan. Untuk menjaga ide menulis tetap tersedia dan untuk mengantisipasi keadaan tersebut, ada baiknya kamu melakukan beberapa tips dibawah ini .

1. Menjaga ide menulis dengan mengatur jadwal publish artikel


Cukup banyak blogger yang sangat bersemangat di awal memulai hobi ngeblognya. Mereka hampir setiap hari membuat artikel dan langsung menerbitkan artikel tersebut. Tak jarang artikel yang terbit dalam sehari bisa lebih dari satu atau dua buah. Namun, untuk blogger yang mengerjakannya sendiri ( tidak tergabung dalam tim), hal ini dapat menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Selain mempercepat habisnya ide menulis, juga bisa memberikan efek jenuh bagi pembaca blog.

Membuat jadwal publish postingan dengan teratur, selain dicintai oleh mesin pencari hal ini juga dapat membantu kamu, untuk memiliki waktu yang cukup luang untuk mencari dan mendapatkan ide-ide segar sebagai bahan menulis.

Buatlah jadwal yang relevan dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang sering kamu lalui. Usahakan tidak terburu-buru untuk mem-publish artikel yang baru saja kamu buat, perhitungkan dengan matang waktu terbaik untuk menerbitkan artikel tersebut. Misalnya dengan menjadwalkan penerbitan artikel sebanyak dua kali seminggu atau sekali seminggu.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa semakin banyak artikel semakin cepat blog kamu menjadi ramai oleh pengunjung. Namun kegiatan ngeblog ini bukan hanya kegiatan yang bersifat sementara, melainkan kegiatan yang membutuhkan kreatifitas jangka panjang, apalagi untuk blogger yang memang memiliki tujuan-tujuan khusus dalam kegiatan bloggingnya.

Dengan mengatur jadwal publish artikel, kamu dapat memberikan ruang dan waktu untuk melakukan evaluasi terhadap artikel-artikel yang sudah terbit, menemukan ide baru, bahkan untuk mendapatkan "hari libur" untuk menghindari kejenuhan selama ngeblog.

2. Menjaga ide menulis dengan memperbanyak membaca


Buku adalah jendela dunia . Ya,  kamu pasti pernah mendengar dan  mengetahui pepatah lama ini. Perlu kamu ketahui bahwa "dunia" didalam kata tersebut, memiliki arti yang cukup luas.  Dunia bisa diartikan sebagai suatu tempat seperti negara, kota, daerah dll, namun, kata  dunia juga bisa bermakna kondisi, contohnya dunia pendidikan, dunia kerja, dunia internet, dll.

Untuk menjaga ide menulis tetap tersedia, sangat disarankan untuk rajin membaca buku  (baik buku konvensional yang berupa kumpulan lembaran kertas tulisan ataupun buku berbentuk elektronik). Dengan membaca, kamu dapat menggali dan menemukan ide-ide menulis lebih banyak lagi.

Tidak perlu galau untuk menjadikan buku bacaan tersebut sebagai referensi penulisan artikel yang akan kamu buat. Mudah saja untuk menjadikan bacaan tersebut sebuah referensi tulisan kamu. Cukup dengan menerapkan prinsip 3M. Apa sih 3M itu ?

2.1. M yang pertama adalah Mengamati

Mengamati disini artinya, kamu memperhatikan bacaan tersebut, kemudian mencari poin-poin penting yang terkandung dalam bacaan tersebut. Catat saja poin-poin penting tersebut sehingga dapat kamu jadikan amunisi dalam penulisan nanti.

2.2. M yang kedua adalah Meniru

Meniru bisa diartikan menjiplak atau menduplikasi. Dalam dunia penulisan, menjiplak atau menduplikasi sangat tidak dianjurkan dan sangat dibenci, apalagi menduplikasi secara utuh sebuah artikel atau tulisan orang lain. Lalu bagaimana maksudnya meniru disini ?

Meniru disini lebih ditekankan untuk mengetahui cara penulisan yang dilakukan dalam artikel tersebut. Setiap penulis, pasti memiliki gaya penulisan yang berbeda. Ada penulisan yang bersifat kaku ( textbook ), ada penulisan yang bergaya santai seperti sedang melakukan pembicaraan dengan pembaca, ada pula yang menggabungkan kedua sifat penulisan tersebut (textbook dan diselingi gaya menulis seperti sedang berbicara).

Jika kamu mau meniru, tirulah gaya penulisan dalam artikel tersebut yang menurut kamu paling enak dan enjoy saat kamu membaca tulisan tersebut. Namun perlu di ingat, jangan pernah menjiplak tulisan tersebut secara utuh untuk kamu gunakan sebagai artikel kamu. Selain tidak menghargai hasil karya orang lain, tentu kamu tidak mau branding dan image kamu harus jatuh dan tidak dipercaya pembaca  gara-gara duplikasi tersebut.

2.3. M yang ketiga adalah Modifikasi

Modifikasi diperlukan untuk melatih kamu keluar dari gaya penulisan pada artikel yang sedang kamu  jadikan referensi.  Tentu kamu tidak mau dikatakan sebagai blogger yang hanya bisa menjiplak ( copypaste ) artikel dari blog orang lain. Dengan sering melakukan modifikasi, kamu akan menemukan dengan sendirinya, cara dan gaya terbaik kamu untuk menulis sebuah artikel walaupun tema ataupun topiknya sama.

3.  Menjaga ide menulis dengan mencatat dan mengumpulkan ide yang muncul tiba-tiba


Lupa meletakkan  kunci sepeda motor ? atau lupa mengunci pintu kamar ? hal-hal kecil yang sering  dialami hampir setiap orang.  Daya ingat setiap orang tentu berbeda-beda , ada yang memiliki daya ingat yang kuat serta mampu bertahan lama dan ada juga yang hanya mampu mengingat dalam waktu yang singkat.

Ide menulis bisa datang kapan saja, dan biasanya kita hanya mencoba untuk mengingatnya saja. Apa yang terjadi ketika kamu memulai untuk menulis sebuah artikel dan membutuhkan ide tersebut sebagai bahan tulisan ? Bagi yang ingatannya kuat tentu akan terasa sangat mudah, namun yang sering terjadi adalah kita lupa,  walaupun sudah berusaha keras untuk mengingat-ingat ide tersebut namun tetap saja yang keluar hanya kata "LUPA".

Sebuah cara yang patut kamu lakukan untuk menjaga ide menulis tetap tersedia adalah dengan mencatat dan mengumpulkan ide tersebut kedalam sebuah catatan. Sediakan sebuah pena dan buku note kecil setiap saat kemanapun kamu pergi. Catat segera ide yang muncul kedalam buku note tadi  disaat kamu bisa mencatatnya.  Lakukanlah Secara terus menurus untuk ide-ide yang muncul berikutnya dan rasakan manfaatnya ketika kamu siap untuk menulis artikel baru.

4. Menjaga ide menulis dengan sering menulis ( hal apa saja )


Tidak jarang ketika sedang menulis artikel muncul ide-ide baru yang keluar dari topik penulisan. Hal seperti ini juga sering saya alami, contohnya adalah artikel yang sedang kamu baca ini.  Artikel Menjaga ide menulis ini muncul saat saya sedang membuat artikel 4 Tips Menjadi Penulis artikel produktif.

Pada saat menulis artikel, sering kali kita memikirkan apa bahasan selanjutnya, dan bagaimana menyambungkan pemikiran tersebut kedalam kalimat artikel sebelumnya. Disaat saya memikirkan hal tersebut, sering timbul bahasan-bahasan dan pemikiran yang keluar dari topik penulisan artikel tersebut.  Kamu sebaiknya segera menangkap peluang tersebut dengan mencatat apa yang  muncul sebagai ide, dimana ide tersebut tidak masuk dalam topik penulisan saat itu.

Dengan seringnya kamu membuat tulisan-tulisan, baik yang cuma satu paragaraf atau beberapa paragraf, kamu dapat menemukan ide-ide yang tidak pernah kamu duga sebelumnya. Mungkin cara termudah untuk mencoba hal ini adalah dengan menulis artikel bertopik bebas terlebih dahulu  tanpa perlu kamu rencanakan. Biarkan pikiran kamu  mengalir dan tangan kamu melanjutkannya kedalam bentuk tulisan.

5. Ikuti komunitas yang sesuai dengan topik blog 

Didalam sebuah komunitas, tentu akan terjadi banyak interaksi didalamnya, baik sesama pengunjung, maupun antara pengunjung dengan admin blog tersebut. Dengan kamu mengikuti komunitas tersebut, kamu dapat melihat interaksi yang terjadi khususnya didalam kolom komentar. Manfaatkan sumber ide yang ada didalam kolom komentar sebagai bahan ide penulisan artikel kamu.

Kesimpulan

Menulis artikel, apalagi yang bermanfaat tentu membutuhkan perencanaan. Namun terkadang perencanaan tersebut harus tersendat akibat kurangnya ide pembahasan yang bisa diterapkan pada langkah selanjutnya. Dengan melakukan beberapa tips diatas, akan meminimalkan kebuntuan dan menghemat waktu lebih banyak lagi,  sehingga artikel kamu bisa lebih cepat selesai dengan kualitas yang akan lebih baik lagi.

Demikianlah tips untuk menjaga ide menulis tetap tersedia, semoga bermanfaat.

Sumber : http://mengelolablogku.blogspot.com
Foto : www.kompasiana.com

Pernahkah ada di antara kalian, usai membaca sebuah artikel lalu bertanya ‘kok bisa ya nulis artikel seperti ini?’. Atau: artikelnya bagus banget, bikin iri deh.. Atau perasaan lainnya yang justru membuatmu semakin minder karena sejauh ini rasanya belum tampak ke permukaan tanda-tanda bakat menulis yang terpendam. Eits, tunggu dulu, menulis bukan soal bakat bro and sist! Menulis adalah ketrampilan dinamis yang kudu dilatih tiap hari, tiap waktu.

Mereka yang kamu anggap tulisannya bagus, membuat hujan turun di sudut gelap matamu (meminjam istilah Sheila On 7), termehek-mehek, atau bikin gerimis hatimu (duileh), percayalah, dulu juga seperti kamu. Mereka, para penulis kondang yang biasa memacak artikelnya via media apapun, juga terseok-seok saat memulai kariernya di dunia persilatan mengeja kata.

Yang membedakan hanyalah, mereka memiliki stok ketabahan untuk belajar menulis tandas tanpa henti. Tak usah peduli omongan orang lain, mereka terus saja menulis, menulis dan menulis. Namun, tetap saja menulis tak semudah membalikkan telapak tangan. Pula, kalau mau jujur, tak sesulit memindah gunung. Ia bisa dipelajari.

Untukmu yang sedang gelisah — entah masalah gebetan, galaknya calon mertua, ketidakpastian hidup, gagal paham kebijakan pemerintah, terlilit utang, kuliah yang tak kunjung berlabuh di ajang wisuda, atau pelbagai masalah lainnya, berikut ada 7 (tujuh) langkah menulis agar aktivitas ini menjadi mudah.

1. Gali ide sebanyak-sebanyaknya.

Ide apa ya hari ini? via http://mgi-nanospray.com

Konon menurut sebuah penelitian, tiap hari manusia dianugerahi lebih dari 1.000 ide. Dan yang dimanfaatkan tak lebih hanya 1 persen. Apa??!! Yah, hanya 10 ide yang kita wujudkan tiap hari, itu pun kalau mau. See? Sebenarnya kita masih punya kesempatan untuk mengeksplorasi ide yang datang dan pergi begitu saja.
Lalu darimana ide menulis paling ideal? Membaca. Baca apa saja: surat kabar, majalah, tabloid, siaran televisi, radio, running text, fenomena alam, perilaku politisi, aura wajah dosen, nasihat ayahmu, dan semua-muanya. Pokoknya banyak. Dari sana nanti niscaya kamu akan peroleh ide. Ide yang sayang untuk kamu lewatkan.
Prinsip pertama yang mesti kita pegang: “If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot”.
Udah, syaratnya cuma dua ini, nggak perlu pakai fotokopi KTP kok..

2. Kemana-mana bawa blocknote, ballpoint, atau apalah-apalah lainnya.

Catat berbagai ide menulis yang datang via http://anza-123.wordpress.com

Tuan-puan yang kami hormati, ide itu mahal harganya. Bisa saja pas kita antre kamar mandi (ceileh anak kos banget) mendadak kita dapat ide. Nungguin busway, jemputan pacar, atau cucian kering, kita mendapat ide yang melintas di kepala. Catat saja, jangan sampai melintas sia-sia. Garis besarnya saja.
Maka, itulah gunanya kertas yang wajib dibawa kemanapun kamu pergi. Bawa saja notes kecil. Lagipula hampir semuanya kini menenteng smartphone. Tulis saja di note, atau di pesan. Kini tak ada lagi alasan kamu lupa mencatat ide.

3. Buatlah outline tulisan yang kamu inginkan.

Outline akan mempermudah via http://maschun.blogdetik.com

Outline ini gunanya untuk mempermudah kamu mengembangkan tulisan. Setelah garis-garis besar haluan ide menulis telah kamu catat, kini saatnya memindahkan ke laptop. Tulis saja ide tadi. Lalu kamu kembangkan, kamu kaitkan hal apa sajakah yang mesti kamu tulis.

Misalnya saja kamu ingin menulis artikel kuliner khas kota A. Yaudah, kamu tinggal inventarisir saja macam-macam kulinernya. Tulis daftar kuliner tadi sebanyak-banyaknya. Nanti tinggal diseleksi, kuliner mana yang ingin kamu tunjukkan kepada dunia. Tak usah banyak-banyak, biar bisa detail dan mendalam.
Kamu paparkan mulai dari (ini hanya contoh): nama kuliner, alamat, rute dan jarak dari pusat kota, rasanya, sensasi yang didapat setelah menikmati, sejak kapan kuliner itu berdiri, jadwal buka-tutup penjaja kuliner, dan harga. Atau boleh ditambah jumlah karyawan, luas bangunan, dan SHM milik sendiri atau tidak (tiga yang disebut terakhir murni ngaco bos…hehe).

Kalau ingin menulis tentang gundah-gulananya menghadapi calon mertua? Gampang, tulis saja perasaanmu sekarang seperti apa: deg-degan, nervous, kecewa, benci, marah, atau mulai pasrah karena merasa sudah suratan takdir dan sejarah? Tulis saja.

Baca juga :

Lalu beri alasan kenapa perasaan seperti itu dominan merasuki kalbu. Kira-kira penyebabnya apa? Tulis saja. Tak berhenti di situ, kamu segera beranjak ke usaha yang kamu lakukan agar perasaan seperti itu tak muncul lagi: bisa membuka audisi calon mertua hebat, meningkatkan kualitas diri, mendekatkan kepada Ilahi, atau menangis tujuh malam-tujuh hari.
Minimal, dengan menulis kamu akan merasa terobati. Percayalah!

4. Tulislah yang paling dekat denganmu.

Jangan bingung, tulis yang paling dekat denganmu via http://cara-ririn.com

Kalau kamu suka naik gunung, tulislah tips dan trik naik gunung yang aman, selamat dan sentausa. Kalau kamu suka memasak, buat saja aneka resep masakan yang belum pernah ada di muka bumi ini. Suka patah hati? Tulis saja warna hati yang telah runyam. Tak mengapa.
Seorang guru, misalnya, tentu akan mudah menulis yang tak jauh-jauh darinya: dunia mengajar. Karena melihat tingkah polos murid adalah melihat bangsa di masa yang akan datang (wah, kayak sambutan Mendikbud nih).

Baca juga : TIPS: Asyik, Cara Cepat Ajarkan Anak Membaca! 

Bagi yang suka utak-atik barang elektronik, apalagi yang berani bongkar tak terima pasang, tulis saja beberapa langkah memperbaiki laptop atau rice cooker atau mesin pompa air, misalnya. Tak perlu menulis bidang yang tak kamu kuasai. Apa ya tega kita meminta anak teknik untuk menulis kondisi fiskal dan moneter dalam negeri setelah laju inflasi tak terkendali di saat harga kebutuhan pokok meroket tak terkendali jelang Ramadhan tahun ini? (waduh, ngomong apa ini….)

5. Tuangkan saja, sebanyaknya. Ladies, revisi itu nanti, setelah tulisan jadi.

Revisi itu beda jauh dengan menulis. Ingat! via http://gadgetteaser.com

Satu hal yang tidak boleh kamu lakukan: membuang tulisan. Atau bergegas memencet tombol CTRL+A lalu DEL di keyboard-mu saat baru memulai menulis. Salah ketik biarin aja. Terasa gak nyambung, cuek aja. Ingat ya, pekerjaan menulis berbeda dengan mengedit atawa merevisi.
Tulis dulu. Tuangkan dulu. Tumpahkan semuanya. Sejadinya. Setelah tulisan dirasa cukup, baru kita pelototi dari awal hingga akhir. Kira-kira ada nggak bagian yang mesti dipotong, atau diganti yang awal untuk akhir, atau ditambah data dan keterangan biar makin jos, atau malah diganti dengan ilustrasi tulisan, atau kalau kurang manis ya ditambah gula (duh, ini penulis dari tadi malah ngaco ya..hehe).

6. Kenalilah medan perang: mau dikirim kemana tulisanmu?

Ingat petuah Suhu Sun Tzu ya via http://geniusquotes.org

Juru taktik perang Sun Tzu memiliki petuah:
Kenalilah musuhmu, niscaya separo kemenangan sudah di tanganmu.
Oke kita praktikkan dalam menulis. Tentu saja media yang akan kita kirimi tulisan bukan musuh kita. Namun, kita harus ingat: di sana adalah palagan ‘peperangan’. Banyak penulis ingin muncul melalui media yang sama dengan kita. Strategi yang kita tempuh, gunakan bahasa sesuai media yang kita tuju. Buatlah tulisan yang senafas dengan media tadi.

Tak mungkin lah ya, kita nulis artikel via www.hipwee.com dengan tulisan ilmiah, kaku, dingin semacam skripsi? Kan sudah tertulis: redaksi hipwee bukan dosen pembimbing skripsi (lho apa hubungannya? Hehe). Yang kudu kamu ingat, banyak media merindukan tulisan-tulisan khas jurnalistik: susunan kalimat yang pendek-pendek, singkat, padat, informatif, jelas (please…jangan ditambahi rapi dan wangi ya nanti ndak jadi laundry).
Caranya mudah: sering-seringlah baca berita mass media. Nanti akan terbiasa untuk menulis singkat-singkat saja. Jangan satu paragraf satu kalimat, nanti pembaca langsung pingsan! Celakanya lagi kalau perlu nafas bantuan…

7. Tunggu apalagi, segera kirim!

Selamat, dimuat dan kamu hebat! via http://edukasi.kompasiana.com

Jangan sampai setelah tulisanmu jadi, sudah sesuai kisah haru-biru perjalanan hidupmu, sudah sesuai dengan minat-bakat-kemampuan-dan keadaanmu, sudah kamu permak dengan bahasa jurnalistik, sudah kamu pastikan tak ada satu pun huruf yang salah ketik, dan nahasnya kamu malah enggan mengirimkannya ke media.

Apa salahnya mencoba mengirim saat ini juga? Iya kalau dimuat, kalau tidak kan malu? Mungkin ini jeritan suara hatimu. Tenang, andai tidak dimuat, yang tahu hanya tiga pihak: kamu yang bikin, redaksi yang baca, dan Tuhan. Kalau dimuat? Wah, teman sekampus bisa geger.
Lebih dari itu, tulisan adalah investasi dunia-akhirat. Tulisan yang kamu buat, jika berhasil dimuat, akan dibaca orang lain.
Syukur-syukur mampu memotivasi orang lain untuk berbuat baik. Wah, pahalanya gede banget tuh… Apakah kamu ingin mencoba menulis? Kalau aku sih yes
Baca juga :
Cara mudah menjaga ide menulis tetap tersedia
Membaca, Kenapa Takut!
Peran Musik Dalam Menulis
Kenapa minat baca masyarakat indonesia rendah ?

Bramma Aji Putra
Sumber : http://www.hipwee.com

 
Satu kata yang mudah diucap tapi susah untuk dilakukan yaitu membaca. Kata ini sebenarnya tidak asing lagi bagi kita yang bergelut dibidang pendidikan. Namun seringkali membaca menjadi momok bagi sebagian besar civitas akademik pendidikan. Padahal bagi civitas akademik, baik itu guru maupun siswa memiliki kewajiban normative untuk melakukan kegiatan membaca. Mengapa membaca disebut sebagai kewajiban normative?

Jawabannnya sangat sederhana, sebab dengan membaca kita menjadi paham akan apa yang tertuang dalam buku. Kita jadi mengerti dan wawasan menjadi lebih luas. Sebagai seorang guru kita akan lebih paham akan ilmu yang akan kita transfer ke siswa. Tidak ada keraguan pada  saat kita mentransfer ilmu bila kita telah benar-benar memahami materi yang telah kita baca. Jadi kata kuncinya adalah membaca.

Demikian pula bagi siswa dengan membaca mereka akan memahami materi yang telah diperoleh. Saya pernah menanyakan materi yang telah diajarkann ke siswa, tetapi mereka tidak mampu menjawabnya. Setelah saya beri waktu beberapa saat untuk membaca, selanjutnya saya tanya dengan pertanyaan yang sama akhirnya mereka bisa. Sekali lagi kata kuncinya adalah membaca.
Mengapa budaya membaca di lingkungan sekolah masih begitu rendah? Saya mencoba mengupasnya dalam sudut pandang kebutuhan. Membaca menjadi tidak begitu penting dan berarti ketika budaya membaca belum menjadi satu kebutuhan.

Kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan dasar terhadap informasi. Pada saat kita membaca, transfer ilmu perlahan tapi pasti akan masuk ke otak kita. Jutaan sel-sel saraf (neuron) yang menuju ke otak berupaya untuk mentransfer informasi-informasi yang kita baca ke otak untuk kemudian direkam dan dimasukkan ke dalam memori jangka pendek maupun dalam memori jangka panjang. Hal itu dimaksudkan pada suatu saat bila informasi itu dibutuhkan dapat dimunculkan kembali, baik itu jangka pendek maupun untuk jangka panjang!

Baca juga :

Rangsangan (stimulus) yang telah diterima otak menjadikannya tergantung untuk menerima kembali rangsangan (stimulus) dari aktivitas membaca tadi. Disinilah mulai muncul suatu kebutuhan.
Seorang siswa mendapat nilai ujian yang jelek sebab malamnya dia tidak belajar (baca: membaca), respon yang diterima otak menyatakan bahwa ada satu kebutuhan yang tidak dicukupi yakni tidak adanya informasi yang harus dimunculkan untuk menjawab soal-soal tadi. Mengapa tidak ada informasi yang dimunculkan? Hal itu terjadi karena dia tidak membaca, sehingga memori otaknya tidak ada rekaman informasi yang seharusnya dimunculkan.

Budaya membaca dan perkembangan otak merupakan satu kesatuan yang erat. Mereka bagaikan mata pisau dan pengasahnya. Bila otak kita samakan dengan mata pisau dan membaca sebagai pengasahnya, maka semakin sering kita asah mata pisau  semakin tajam, namun sebaliknya bila kita tidak pernah mengasahnya lama-kelamaan akan tumpul. Hal itu berlaku juga  bagi otak kita. Semakin sering kita gunakan membaca Insya Allah semakin cerdas otak kita. Semakin banyak informasi-informasi yang terekam, sehingga sangat mudah kita memunculkan informasi-informasi itu kapanpun. 

Budaya membaca dan perkembangan otak juga masih sejalan dengan gagasan yang disampaikan oleh J.B De Lamarck yang menyatakan “organ yang sering digunakan akan mengalami perkembangan dan organ yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran (rudimenter)”. Artinya bahwa otak kita akan bertambah besar kemampuan memahami suatu bacaan manakala sering-sering digunakan membaca dan sebaliknya otak kita terasa berat bahkan mungkin semakin malas untuk membaca bila jarang-jarang bahkan tidak pernah dipakai untuk membaca. Jadi mari kita budayakan kepada anak didik kita untuk menjadikan mereka rajin membaca. Setiap tatap muka dalam proses pembelajaran kita beri mereka kesempatan untuk membaca. Sebab pernah saya tanya mereka, apakah tadi malam kalian sempat membaca? Dengan jujur mereka kompak menjawab; Tidak!!!

Kalau di kompasiana ini saya sangat yakin para kompasioner merupakan para ahli dalam hal baca-membaca. Bagaimana tidak, lha wong tiap ada tampilan artikel baru yang muncul dan menarik pasti akan dibaca, lebih lanjut para kompasioner ini semuanya mampu menuangkan ide-ide hebatnya lewat tulisan. Maka pastilah semua para kompasioner bilang Membaca, Kenapa Takut? Namun tidak demikian para pelajar kita, ada di antara mereka tentunya akan menyampaikan, Membaca... Saya Takut!!!

Baca juga :


Nono Purnomo
Sumber : http://www.kompasiana.com
gambar : http://riniintama.files.wordpress.com/2011/10/satu-juta-buku.jpg

image
SEMARANG – Gelaran Pazaar Seni di Taman Budaya Raden Saleh Semarang tidak hanya berisi pameran seni rupa. Ada acara lain, seperti pertunjukan musik, teater, sastra atau workshop penulisan seni pada Senin (25/8) sore ini.

Workshop diisi oleh dua pemateri yakni Gunawan Budi Susanto (Suara Merdeka) dan Ganug Nugroho Adi (The Jakarta Post). Keduanya dikenal sebagai penulis kritik seni yang telah diakui ciri khasnya.
Ganug yang saat ini berdomisili di Solo menerangkan bahwa penulisan seni lebih bersifat sebagai resensi. Sama seperti resensi buku dan film, cara ini juga bisa diaplikasikan ke resensi teater, tari, pameran, dan pertunjukan lain. “Resensi adalah memberi pandangan subjektif dan objektif terhadap pertunjukan tertenu dengan berbagai perangkat pendekatan dan pengalaman si penulis,” katanya.

Hal pertama yang ditekankan ialah jangan takut atau minder tidak bisa menulis kesenian karena tidak pernah belajar tentang seni di lembaga pendidikan formal. Ganug menyontohkan dirinya yang merupakan lulusan Fakultas Hukum. Ketika menjadi wartawan Suara Merdeka dahulu, ia malah ditugaskan di bagian kepolisian.


“Tapi karena saya punya minat maka akan mengikuti perkembangan seni dengan menonton dan terlibat di acara-acara kesenian. Saya menulis pertunjukan itu dengan otodidak,” katanya.
Ganug sedikit memberi tips tentang penulisan seni. Pertama; gunakan panca indera. Tulislah dengan melihat dan mendengar langsung sehingga mampu mendeskripsikan objek dengan detil.
“Dan jangan menulis dengan emosional. Sejelek apapun pertunjukan, pasti ada hal yang baik dan bermanfaat untuk diulas,” katanya.

Kemudian Gunawan Budi Susanto yang akrab dipanggil Kang Putu, menekankan tentang pentingnya ukuran dalam menilai. Mengukur nilai pertunjukan harus disesuaikan dengan parameternya. “Harus pas, mengukur musik dangdut tidak bisa pakai parameter musik jazz,” katanya.

Selain itu, Putu meminta penulis muda untuk tidak takut salah. Cara terbaik untuk belajar adalah meniru dan menyontoh. Dengan terus mencoba, maka penulis akan memiliki ciri khas yang membedakan dengan penulis lainnya.(MS-08) 

Baca juga :

Sumber : http://metrosemarang.com

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI