Google+ Followers

Sabtu, 27 Juni 2015

Prospek Industri Menulis di Indonesia

 Kenapa menulis?
Menulis adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap manusia. Dalam ilmu komunikasi ada 4 kemampuan  dasar yaitu berbicara secara lisan, mendengar, menulis dan membaca. Dalam kehidupan sehari-hari, menulis merupakan salah satu alat komunikasi utama, terutama di sektor formal.
Di bidang non formal, menulis menjadi salah satu media informasi, hiburan dan pendidikan.

Siapa yang harus bisa menulis?
Semua orang tanpa kecuali harus mampu menulis. Bukan sekadar menulis dasar melaikan juga menulis sebagai alat komunikasi. Salah satunya menulis kreatif. Semua bidang kehidupan, butuh tulisan.

Minat baca Indonesia
Minat baca orang Indonesia masih sangat rendah, jika dibandingkan negara lain. Berikut data-data yang bisa menjadi pembanding.
  1. Jumlah buku beredar (2010-2011).
Indonesia 25.000 judul, Malaysia 25.000 judul, Vietnam 20.000 judul, Jepang 150.000 judul, Inggris 150.000 judul. Amerika Serikat 250.000 judul. China 400.000 judul.

  1. Waktu baca.
India 10 jam/minggu, Amerika 8 jam/mingu, Jepang 7,5 jam/minggu, Indonesia <2 jam/minggu.

  1. Jumlah buku yang dibaca perorang.
Amerika 50 judul/tahun, Jepang 40 judul/tahun, Indonesia < 10 judul/tahun.

Buat orang pesimistis, minat baca Indonesia sangat menyedihkan sehingga industri penulisan sama sekali tidak menjanjikan.
Bagi manusia optimis, peluang menganga begitu lebar karena orang Indonesia akan terus meningkat minat bacanya. Bukankah ini peluang besar?

 

Menulis sebagai profesi?
Kenapa tidak? Karena semua orang butuh tulisan dan semua bidang kehidupan perlu tulisan maka menulis menjadi salah satu lahan pekerjaan yang sangat menjanjikan. Menulis termasuk dalam kategori industri kreatif. Menurut data BPS, industri kreatif menyumbang PDB sebesar 30% dari total PDB Indonesia. Luar biasa bukan?

Apa saja profesi penulisan?
  1. Penulis sebagai wartawan.
  2. Penulis sebagai kolumnis/artikel.
  3. Penulis buku (fiksi dan nonfiksi)
  4. Penulis skenario (TV dan Film)
  5. Penulis naskah lainnya (iklan, PR, pidato dll)
  6. Ada lagi?

Kondisi saat ini
  1. Industri media massa.
Jumlah media cetak yang muncul di Indonesia setiap tahun meningkat. Data terakhir, jumlah koran, majalah, tabloid tidak kurang dari 500 buah, belum termasuk media lokal/komunitas. Jumlah wartawan yang dibutuhkan sekitar 40-50 ribu orang. Setiap media membutuhkan tulisan dari luar, sehingga dalam setiap terbitan mereka menyediakan satu artikel yang ditulis orang luar. Jika dirata-rata maka dalam sehari, mereka butuh 500 artikel (500 penulis). Berapa dalam sebulan?

  1. Industri buku.
Jumlah penerbit di Indonesia sekitar 500 buah. Setiap penerbit rata-rata menerbitkan 5-10 judul buku dalam sebulan. Dalam setahun, Indonesia menerbitkan 25 ribu judul dan akan terus bertambah. Penerbit butuh penulis…

  1. Industri televisi dan film.
Setiap tahun Indonesia memproduksi sekitar 50 film. Tahun lalu, berhasil meluncurkan lebih dari 80 judul film. Sedangkan televisi menghasilkan 30 judul sinetron per minggu. Dan terus meningkat, seiring dengan terus bertambahnya jumlah stasiun televisi lokal. Mereka butuh penulis skenario!


Penghasilan penulis
Banyak orang yang memandang remeh profesi penulis. Padahal sebagian penulis punya pendapatan luar biasa. Tidak usah penulis asing, penulis lokal pun banyak yang sukses. Mulai dari penulis buku populer, penulis buku fiksi, sampai penulis skenario.

Keliru jika beranggapan bahwa royalti penulis kecil. Dibanding sektor lain, maka royalti penulis sudah cukup besar. Yang kecil bukan prosentasinya tapi jumlah buku yang beredar.

Honor/royalti satu buku (3000 eksemplar):  Rp 3.000.000 – Rp 15.000.000
Royalti terbesar di Indonesia untuk seorang penulis mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Honor satu artikel media cetak: Rp 150.000 – Rp 3.000.000
Honor satu episode sinetron: Rp 2.500.000 – Rp 10.000.000
Honor satu skenario film: sekitar Rp 20.000.000 – Rp 100.000.000 atau lebih.

Makin produktif seorang penulis, kian banyak penghasilan yang didapatkannya.

Modal dasar penulis
  1. Tidak butuh bakat. Menulis seperti nyetir mobil, bisa karena biasa. Artinya semua orang bisa menulis, bahkan orang yang tidak bisa melihat sekalipun.
  2. Tidak buta huruf. Sepanjang sudah mampu membaca, pasti bisa menulis.
  3. Pengalaman hidup. Setiap orang punya pengalaman hidup.
  4. Senang membaca/rajin membaca. Kalau mau jadi penulis, buka mata buka telinga.
  5. Kreatif. Alhamdulilah, Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk kreatif. Punya otak (pikiran) dan hati (perasaan).
Baca juga :
Ingin sukses menulis ? temukan rahasianya disini
Mau Menulis Tapi Tak Punya Waktu. Bagaimana Dong?

Oleh Dodi Mawardi, Sekolah Menulis Kreatif Indonesia
Sumber : http://ilmumenulis.com/?p=165

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI