Google+ Followers

Minggu, 21 Juni 2015

Pelayanan Terbaik dimulai dari Sebuah Senyuman dan Keramahan


Pagi ini tiba-tiba saja saya ingin bercerita tentang pengalaman beberapa hari lalu di sebuah bank.
Flashback sedikit, ketika hendak mengambil selembar uang, ATM tak ada di dalam dompet. Ingat-ingat, masa iya tertinggal di meja? Tidak mungkin, sebab sehari sebelumnya baru digesek. Eh, bisa jadi jatuh, atau hilang.

Hatiku udah deg-degan *lebay*. Bagaimana tidak, kebayang akan ribet ngurusnya. Sempat suami nyeletuk,
"Wah kesempatan pulang ke Malang donk hanya demi sebuah ATM." Hehehe tentu saja saya tertawa. Berat diongkos tapi asyik juga bisa sekalian mudik.

Namun, dengan semangat lebih dari empat lima, suami mengajak ke bank untuk mencoba menarik tunai menggunakan buku tabungan saja.

Sampai di bank, senyum ramah pak satpam menyambut kami. Setelah mengatakan tujuan kami yang ingin mengambil uang, ia meminta mengisi slip penarikan. Suasana bank yang masih sepi karena habis Jumatan itu membuat saya tak perlu berlama-lama antre.

Eeeehh, sampai di teller yang cantik dan manis itu, ia katakan, di mana ATM-nya? Untuk mengambil uang tunai di teller tetap menggunakan ATM.

Muka saya langsung pucat. *ya ya ya saya memang orang yang panikan. Keringat mengucur, ini seriusan. Saya melirik suami. Ia malah senyum tak keruan. Ah.

Malu-malu saya bilang, ATM hilang. Eh, si mbak teller cantik itu ikutan senyum seperti suami saya. "Coba ke Customer Service, ya, Teh. Nanti dibantu."

Ia lalu berbicara dengan pak satpam sambil sedikit berteriak--tapi sopan, "Tolong, Pak, ATM hilang."
Pak satpam langsung paham. Diberikan nomor antrian.

Saya dan suami berpindah tempat duduk. Sambil menunggu, saya berbicara dengan suami. Khawatir akan dimintai surat kehilangan dari polisi. Suami menenangkan. "Coba dulu. Kalau tidak bisa, ya bikin lagi."
Sepuluh menit kemudian giliran saya. CS kali ini lebih manis dengan jilbab cokelat mudanya dari merek lumayan terkenal. *kelihatan sih labelnya*. Ia bertanya apa yang bisa dibantu. Pengennya sih minta bantuannya segepok uang. Heheh. Saya katakan yang sebenarnya. Ia menyimak sambil terus tersenyum dan mengangguk-angguk. Dalam hati saya terus berdengung, bisa gawat ini, surat kehilangan tak ada.
Eeeh, dengan ramahnya ia katakan, "Ya sudah, Teh, kita buatkan yang baru, ya!"

Ha?!?!

Semudah itu?

Saya ingat hampir dua tahun lalu. Saat ATM saya hilang dan ingin mengambil uang sendiri betapa susah dan ribetnya. Harus di bank pembuka rekening lah, harus ini lah, harus itu lah. PAdahal ya pakai buku tabungan dan Kartu Tanda Penduduk asli. Dimintai surat kehilangan, dan ini dan itu. Saya sampai lima kali bolak-balik ke sana-kemari.

Lah di sini?!?

"Teh, tolong tanda tangan di sini!"

Sret sret sret. Saya ikuti prosedurnya. Tak sampai 10 menit, ATM baru saya terima. Plus buku tabungan yang juga baru, karena kata mbak yang cantik nan ramah itu buku saya perlu diganti sebab sudah rusak *ya nasib bukunya yang sempat ketumpahan teh dan dioret-oret Bianca--barangkali dipikir buku gambar -_-

Luar Biasa! Saya sangat terkesan dengan pengalaman ini. Saya sudah cukup trauma dengan segala birokrasi--bukan hanya di bank saja. Namun pengalaman kali ini membuat saya bersyukur. Indonesia memang terkenal dengan keramahtamahannya. Senyum membuat pelanggan pelayanan publik jadi betah. Saya tak perlu pulang ke Malang untuk mengurus sebuah ATM yang hanya dikenakan biaya 15 ribu untuk penggantiannya. Saya bahkan tak perlu surat kehilangan untuk menggantinya.

baca juga :
Sukses dengan membaca buku
Menemukan kesempatan menulis
10 Langkah menciptakan kebiasaan menulis
Resep kuno untuk menulis cepat
2 kata ajaib yang dapat membuat anda menjadi penulis hebat

One way service, seharusnya dimiliki oleh setiap jasa pelayanan publik di cabang mana pun.
Mau dari Kalimantan atau Manado, bila ada di Sabang atau Merauke, segalanya jadi mudah dalam senyuman dan sekali klik.

Terima kasih BCA, saya makin percaya dengan pelayanan yang diberikan olehmu.


#‎ini‬ bukan iklan :P
‪#‎Pelajaran‬ penting. Apapun bisnis yang kita kerjakan tetaplah senyum dan bersikap ramah. Apalagi menyangkut kepercayaan klien/pengguna jasa atau produk yang kita kembangkan. Berikan pelayanan terbaik. Berusahalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI