Google+ Followers

Rabu, 17 Juni 2015

Membasmi Malas dalam Menulis

Sepertinya tak henti-henti  saya menyemangati diri agar tak malas terutama dalam menulis. Ah, memang penyakit yang satu itu cukup bandel dan kebanyakan menang lalu tertawa-tawa saat saya gigit jari menatap layar kosong. KOSONG! Sebab malas menguasai saya bahkan untuk menuliskan kata pertama. Hadeuuuh!

Bagaimana sih seharusnya kita mengusir malas itu?

Kata mereka yang berpengalaman, malas itu adalah satu kondisi penyakit mental yang timbul karena ketakutan akan konsekuensi menghadapi masa depan. Bukan satu dua tahun ke depan, satu dua menit setelahnya pun sudah termasuk masa depan loh. Ilustrasinya begini. Saat kita malas mandi, dalam hati berujar, nanti ah, semenit lagi. Nanggung. Akhirnya bisa dipastikan, 1 menit yang kita dengungkan dalam hati itu bisa jadi sepuluh menit, sejam atau bahkan gak mandi-mandi. Heheh.

Lalu bagaimana dengan malas dalam menulis?

Itu buruk sekali, semisal kita sedang dihadapkan pada kondisi harus menyiapkan naskah untuk event tertentu, atau ditunggu redaksi karena kita harus mengisi rubrik tetap misalnya.
Biasanya malas hadir karena udah kebayang duluan kerumitan di depan. Misal, "duh harus menyiapkan artikel sekian halaman. Mana temanya gak menyenangkan, dan surveynya itu loh, mana mungkin dalam waktu singkat." Akhirnya keluar lagi dari mulut, "Kapan kelarnya kalo gini?"

Nah, coba ganti fokusnya bukan ke "Kapan kelarnya?" tapi ke "Saya mulai saat ini!"
Jangan bebankan pikiran ke hal-hal lain dulu.Yang penting, kerjakan sekarang juga.

Yang paling penting, tanamkan dalam pikiran bahwa menulis itu lebih karena ingin. "Saya ingin menuliskannya." Bukan "Saya harus menuliskannya." Ingin karena tentu menyukainya. Ingin dilakukan dengan penuh kesadaran. Tanpa paksaan.

Yang malas, yang malas, ayo ubah cara berpikir dan segera bertindak. Malas hanya membuat kita semakin gigit jari saat yang lain unjuk gigi. :D

Sudah menulis apa hari ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI