Google+ Followers

Sabtu, 27 Juni 2015

Mau Menulis Tapi Tak Punya Waktu. Bagaimana Dong?!


Seorang kawan SMU bercerita, “Aku ini sangat ingin menulis. Bahan-bahan sudah ada semuanya. Kalau dituliskan mungkin bisa menjadi beberapa buku. Masalahnya adalah aku nggak punya waktu. Pagi berangkat jam 6, pulang malem. Sampai di rumah, waktuku buat istri dan anak. Di kantor, gangguannya terlalu banyak. Tak bisa menulis…”
Lalu dia bertanya, “Kamu punya solusi nggak, bagaimana cara paling jitu agar aku bisa menulis?”

Sejenak saya tertegun. Tapi dalam hati saya tersenyum. Ini pertanyaan umum yang sering dilontarkan oleh mereka yang ingin menulis tapi terbentur waktu. Sejurus kemudian saya ingat teman lain SMU, yang isi dan nada bicaranya kerapkali sinis dan tajam. Pernah teman saya yang lain tersinggung gara-gara ucapannya.
“Ah bohong itu kalau tidak punya waktu. Setiap orang pasti masih punya waktu untuk melakukan hobi atau keinginannya. Masa kerja terus, emang robot?” begitu katanya tentang alasan tidak punya waktu.
Tapi pendapat itu bukan jawaban tepat untuk menjawab pertanyaan teman yang mau menulis tadi. Kalau jawabannya seperti itu pasti dia akan masygul, sebal, kesal. Saya punya jawaban lain yang lebih logis dan lebih berkelas serta akan membuat seseorang memikirkannya secara keras. Ini adalah salah satu kunci agar seseorang mampu menulis, meski tak punya waktu. Dijamin!

Teman tadi tampak tidak sabar menunggu jawaban dari saya. Dia sengaja meminta bertemu dalam sebuah kesempatan makan siang, hanya untuk konsultasi menulis buku. Dia nekad izin dari kantornya selama setengah hari, mulai dari jam makan siang.

Sambil menyeruput ice chocolate yang begitu sejuk melewati kerongkongan, saya mulai berkata, “Teman, tidak ada kiat atau jurus atau apapun namanya yang bisa membuat kita bisa segera menulis.”
“Tidak ada bagaimana? Terus apa saran kamu supaya aku bisa menulis?” desaknya tak sabar.
“Hanya ada satu cara…” jawabku menggantung membuatnya makin penasaran.
“Komitmen!”

Betul, hanya komitmen kuat yang bisa membuat seseorang mampu menulis. Tanpa komitmen, mustahil kita bisa menulis. Apalagi yang punya hambatan (buat saya tantangan) tak punya waktu atau kesulitan membagi waktu. Dengan komitmen kuat, tantangan itu bisa ditaklukkan. Sekali lagi, KOMITMEN.

Akhirnya, teman saya itu ber-KOMITMEN untuk menulis sebuah buku, yang harus selesai pada tahun 2008 ini. Saya bilang jangan hanya satu buku, tapi DUA buku. Satu setiap enam bulan!
Saya yakin, setiap orang punya kemampuan untuk menulis buku sebanyak itu, asal punya KOMITMEN kuat. Rumusnya: MS, MSS, MSSS  (Menulis Saja, Menulis Sedikit Sedikit/Sehalaman Sehari, Menulis Sering Setiap Saat)
Selamat ber-KOMITMEN.

Baca juga :


Sumber : http://ilmumenulis.com/?p=155 
Gambar :  www.psychologon.cz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI