Google+ Followers

Selasa, 23 Juni 2015

Langkah-Langkah Penelitian Sebelum Menulis


Mengadakan penelitian sebelum menulis karya tulis fiksi maupun nonfiksi seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi seorang penulis fiksi, apalagi penulis nonfiksi karena dengan melakukan penelitian, seorang penulis dapat mengetahui dengan lebih dalam tentang seluk beluk subjek yang hendak ia bahas dalam tulisannya. Namun demikian, masih banyak penulis yang enggan meneliti subjek yang hendak dibahasnya, entah karena merasa sudah mengenal betul subjek tersebut atau karena malas untuk mencari tahu lebih dalam lagi. Padahal, penelitian yang sederhana sekalipun akan memberi masukan kepada si penulis, sehingga akan mengangkat kualitas tulisannya.

Di bawah ini ada beberapa tip yang ditulis oleh Philip Gerard dalam bukunya "Writing a Book that makes a Difference", yang berkaitan dengan penelitian sebelum menulis. Tip-tip ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang yang berniat menulis buku, namun saya menyertakan catatan editorial di bawah tiap-tiap poin, agar Anda dapat melihat bahwa tip penelitian ini sebenarnya juga relevan bagi Anda yang ingin menulis jenis tulisan pendek.

1. Lakukanlah survei terhadap buku-buku cetak. Cari tahu, apakah sudah ada orang yang menulis buku yang akan Anda tulis.
Hal yang sama sebaiknya Anda lakukan sekalipun Anda hanya ingin menulis sebuah artikel atau cerpen. Dengan melakukan survei, Anda dapat menemukan kesamaan dan perbedaan antara buku atau artikel yang Anda temukan dengan bakal tulisan Anda. Dengan melakukan survei, Anda juga dapat melihat arah yang bisa Anda jelajahi. Sudut pandang yang segar sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.

2. Buatlah arsip dari hasil penelitian Anda. Mungkin ini bukanlah bagian penelitian yang paling menyenangkan, namun kegiatan ini akan sangat membantu dan menguntungkan, terutama ketika Anda merancang metode penelitian Anda dan menyempitkan subjek yang ingin Anda bahas.
Arsip-arsip yang terkumpul itu menjadi aset yang sangat penting bagi penulisan karya Anda. Semakin Anda menenggelamkan diri dalam informasi yang terkumpul, Anda akan semakin bisa melihat apa saja yang Anda butuhkan dan bagaimana Anda mendapatkannya secara sistematis. Semakin Anda mendapatkan informasi yang Anda butuhkan, Anda akan mulai melihat arah baru yang sebelumnya tidak nampak.

3. Inventarisasikan informasi-informasi penting yang Anda temukan mengenai subjek yang ingin Anda bahas. Simpanlah catatan-catatan, karya tulis, artikel, atau kisah-kisah yang diterbitkan di media cetak, serta draf pertama Anda di tempat yang mudah dijangkau. Buatlah catatan baru berdasarkan ingatan, pengalaman, atau peristiwa yang terjadi di sekitar Anda yang berkaitan dengan subjek tersebut. Catatan itu adalah "arsip" pribadi Anda.

Ini adalah saran yang sangat penting. Selain karena Gerard mengingatkan agar kita menaruh arsip-arsip itu di tempat yang mudah dijangkau -- artinya mudah diakses dan ditambahi -- tetapi juga karena banyak orang mengira bahwa sebuah tulisan hanya dapat disebut berkualitas jika didukung oleh fakta-fakta ilmiah. Mereka lupa bahwa pengalaman pribadi seseorang sebenarnya dapat membuat pembaca tertarik pada tulisan mereka. Mengapa? Karena pengalaman pribadi dapat membuat pembaca merasakan bahwa tulisan itu tidak kaku, melainkan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Jangan remehkan pengalaman pribadi atau orang lain yang berkaitan dengan subjek yang Anda tulis, pengalaman itu justru akan menolong Anda meraih hati pembaca.

Baca juga :
Tips menulis puisi
10 Langkah menciptakan kebiasaan menulis
4. Luaskan cakupan penelitian Anda. Bicaralah dengan orang-orang yang dapat menolong Anda menemukan apa yang Anda perlukan. Gunakan arsip Anda sebagai dasar untuk melacak orang-orang yang namanya tercantum dalam arsip tersebut -- termasuk penulis dan peneliti lain. Gunakan daftar pustaka dari buku yang ditulis oleh para ilmuwan, para ahli, dan para peneliti yang ada; lacaklah sumber yang mereka pakai -- buku-buku, karya tulis, lembaga-lembaga, maupun individu-individu. Setiap mata rantai yang Anda temukan akan menuntun Anda kepada mata rantai yang lain.

Ya, bicaralah dengan orang-orang berkompeten untuk menolong Anda dalam penelitian ini. Bagi Anda yang masih duduk di bangku SMA misalnya, guru mata pelajaran Fisika Anda adalah salah seorang yang tepat untuk diajak berdiskusi tentang hukum-hukum Fisika yang berlaku dalam alat-alat yang digunakan manusia sehari-hari. Arsip-arsip yang sudah terkumpul juga akan sangat menolong Anda untuk bertemu dengan orang-orang kunci itu, walaupun beberapa orang mungkin tidak dapat ditemui secara langsung. Nama orang-orang yang tercantum dalam buku-buku, artikel maupun hasil penelitian adalah petunjuk yang sangat berharga. Buatlah daftar nama orang-orang itu, lalu carilah cara untuk dapat menghubungi mereka. Beberapa orang mungkin dapat dihubungi dengan telepon atau surat elektronik, tetapi beberapa lainnya dapat Anda "temui" dengan cara membaca tulisan mereka.

Sebagai penutup, Philip Gerard juga menyatakan beberapa prinsip yang tidak boleh dilupakan ketika sedang melakukan penelitian:

Prinsip 1:Aturlah penelitian Anda. Buatlah sistem penyimpanan data yang nyaman bagi Anda, kategorikan foto-foto, catatan, dokumen, dan salinan yang Anda buat ke dalam map tertentu. Beri label semua hasil rekaman Anda, lalu simpanlah di tempat yang aman. Setelah Anda selesai mengumpulkan data-data penelitian Anda, gunakanlah beberapa menit (atau jam) untuk membandingkan catatan-catatan Anda atau bahkan menuliskannya kembali agar lebih jelas.

Prinsip 2:Jangan sekadar membuat catatan, buatlah catatan mengenai mengapa Anda membuat catatan itu; mengapa catatan itu penting bagi keseluruhan tulisan Anda? Mengapa mengumpulkan kliping ini-itu? Ingatlah bahwa Anda tidak menulis bagi diri Anda sendiri -- atau diri Anda dalam keadaan ini -- Anda sedang menulis untuk diri Anda di beberapa bulan atau tahun yang akan datang dan harus memahami informasi yang Anda kumpulkan saat ini. Jangan membuat tulisan yang membingungkan, sebaliknya tulislah catatan itu secara sistematis.

Prinsip 3:Penelitian yang hebat akan menjadi hal yang sia-sia jika Anda tidak dapat menemukan informasi yang Anda perlukan. Karena itu, biasakanlah untuk memberi label pada setiap temuan Anda, memasukkan informasi-informasi baru dan membuat catatan yang jelas. Sering-seringlah menyalin data-data penting dan menyimpannya secara terpisah dari data asli di tempat penyimpanan yang dapat diakses sewaktu-waktu. Hal ini tidak saja agar Anda dapat menulis buku yang berkualitas, tetapi juga dapat melindungi Anda dari masalah hukum di kemudian hari sekaligus menjaga akurasi tulisan Anda. (t/Yudo)

Disadur oleh: Yosua Setyo Yudo
Sumber : http://pelitaku.sabda.org/langkahlangkah_penelitian_sebelum_menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI