Google+ Followers

Jumat, 26 Juni 2015

Jadi Penulis, Menjanjikankah?

Pertanyaan usang yang sampai sekarang masih terus disampaikan. Apakah menjadi penulis memadai sebagai profesi? Wajar, pertanyaan itu terus menerus diungkapkan, karena generasi baru pun terus muncul. Setiap generasi baru, pasti akan menyampaikan pertanyaan itu. Mau tahu jawabannya apa?
Dari hasil penyelidikan sederhana, terdapat tiga jawaban berbeda:
  1. Menjanjikan
  2. Tidak menjanjikan
  3. Tergantung
Baca Juga :
Menjanjikan jika Anda bertanya kepada penulis yang sudah terbukti menikmati hasil dari menulis, untuk membiayai hidupnya. Dia sudah membuktikan bisa hidup layak dari menulis. Bahkan sebagian diantaranya lebih dari layak alias makmur. Tentu jawaban dari mereka yang sangat makmur dari menulis itu adalah menjadi penulis sangat menjanjikan. Banyak efek samping dari profesi ini, yang hanya mungkin dialami oleh segelintir profesi lain.
Penulis bergelut dengan dunia intelektual sekaligus alam populer. Secara intelektual diakui, dan dampak popularitaspun didapat. Dampak popularitas ini biasanya hanya dimililiki oleh para selebritas, yang sudah pasti meraih dampak besar dari popularitasnya tersebut. Penulis – seperti juga motivator atau trainer – mendapatkan dampak dari popularitas laiknya seorang selebritas.
Tapi coba tanyakan kepada penulis yang kurang beruntung – yang konon kabarnya, karena datanya tidak ada – lebih banyak dibanding penulis yang beruntung. Jawabannya kemungkinan besar adalah menjadi penulis itu tidak menjanjikan. Industrinya tidak mendukung. Pemerintah tidak mendukung. Minat baca rendah. Daya beli tidak bagus. Banyak hal tidak mendukung. Sehingga dia – sebagai penulis – gagal menjalankan profesi itu. Kesimpulannya, menjadikan menulis sebagai profesi, tidak menjanjikan.

Bagaimana dengan jawaban: tergantung. Biasanya jawaban ini lahir dari penulis yang lebih bijaksana, baik yang sudah berhasil dan beruntung, maupun yang tetap menjalani profesi penulis meski tetap belum beruntung. Menurut mereka, apakah profesi ini menjanjikan atau tidak, tergantung dari diri kita sendiri. Kita bisa berhasil menjalankan profesi apapun termasuk penulis, jika kita mampu menguasai bidang ini dengan baik, tekun, konsisten, persisten, pantang menyerah, terus menerus tanpa bosan belajar menjadi lebih baik, meningkatkan kualitas diri dan menerapkan strategi yang tepat. Rasanya semua profesi kalau dijalankan dengan hal-hal tersebut, kemungkinan berhasil akan lebih besar dibanding gagal.

Jadi apakah profesi penulis menjanjikan atau tidak, tergantung kepada diri kita sendiri. Buktinya banyak penulis yang berhasil. Buktinya industri menulis tetap berjalan, meski pertumbuhannya rendah. Sebagian profesi lainnya pun pertumbuhannya rendah kok. Kecuali profesi di bidang industri telekomunikasi, otomotif atau teknologi informasi dan beberapa profesi lainya. Bandingkan profesi penulis dengan profesi guru, atau profesi dokter, atau profesi pengacara. Sami mawon. Banyak yang berhasil. Banyak yang biasa-biasa saja. Banyak pula yang gagal.

Hukum alam yang berlaku. Siapa yang mampu meningkatkan kualitasnya secara konsisten dialah yang akan berhasil. Siapa yang pandai memanfaatkan peluang dialah yang berhasil. Siapa yang mengikuti hukum alam dengan lebih banyak memberi, dialah yang akan berhasil. Siapa yang paiwai beradaptasi dengan perubahan, dialah yang akan bertahan.

Selamat berproses!
Dodi Mawardi
Penulis Profesional
Pendiri Sekolah Menulis Kreatif Indonesia

Sumber : http://ilmumenulis.com/?p=281

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI