Google+ Followers

Selasa, 16 Juni 2015

5 Kebiasaan Penulis yang Paling Nyebelin Versi LovRinz

Setelah mengamati, kadang juga pakai acara mengintip teman-teman yang katanya pengen jadi penulis, LovRinz menyimpulkan bahwa ada beberapa hal  yang menyebalkan tentang kebiasaan mereka. Mau tahu apa aja?

1. Merasa cukup dengan kecakapan yang dimiliki
    Sebagai penulis, memiliki kemampuan yang selalu baru itu penting. Namun, ada loh dari beberapa penulis yang kemampuan mengolah kata hanya itu-itu saja. Merasa cukup. Tahu tidak, kalau sikap yang seperti itu cuma bikin kamu-kamu diam di tempat. Jangan merasa sudah cukup.  Gali terus kecakapan dalam menulis. Selalu terbuka dengan materi dan ilmu kepenulisan. Teruslah belajar. Bukan tidak mungkin satu dua tahun ke depan, sudah selangkah lebih maju dari kemampuan yang sekarang dimiliki.

2. Selalu menganggap punya ingatan yang super power
    Pernah gak, saat berjalan-jalan atau pergi ke suatu tempat, tiba-tiba otakmu mengatakan bahwa ah, ini bisa dijadikan ide. Pulang ke rumah harus segera menuliskannya jadi sebuah cerita. Heheheh, pasti pernah kan. Nah, percaya gak, tak semua orang punya ingatan super. Begitu sampai rumah, bukannya langsung menulis dari ide yang tiba-tiba tercetus, justru malah tidur karena kelelahan. Hayo, ngaku ... pernah gitu kan? Satu dari antara sekian pastilah ada. Nah, coba deh sedia alat tulis minimal memo kecil di saku celana. Gak ada salahnya kok mencatat ide-ide yang tiba-tiba muncul di sepersekian waktu kita. Syukur-syukur bila bisa meneruskannya menjadi sebuah paragraf atau bahkan cerita mini dalam sekali duduk. Jadikan itu bank ide yang bisa dibuka sewaktu-waktu apalagi saat kamu merasa miskin ide. Hei, pada pakai hape kan? Minimal simpan dalam note. Lumayan.

3.Suka banget ujug-ujug ngeluarin statment "Ide gue ini, wah plagiat lu!"
   Beberapa yang pernah LovRinz temui ada loh penulis yang begitu. Ada satu yang dia lupa. Bahwa kita ini masih tinggal di atap yang sama, bumi. Tentulah bukan hal mustahil ide itu sama antara yang satu dengan yang lainnya. Jangan buru-buru men-judge plagiat lah. Ide boleh sama, tapi tentu ada hal lain yang membedakan. Bisa jadi teknik berceritanya. Tapi kalau emang plek, boleh diselusuri dulu benar atau tidaknya tulisan itu plagiat.

4. Suka banget buru-buru publish tulisannya.
   Tahu gak, kalau jadi penulis itu sebenarnya diperlukan tingkat kesabaran yang tinggi? Heheh Nih, dari hasil survey, tak sedikit penulis, terutama yang di media online, suka banget tuh saking bahagia tulisannya sudah kelar sampai ending, langsung deh buru-buru diposting. Alhasil, begitu dibaca ketemu deh tuh typo bejibun. Kalau typonya gak menyebabkan salah paham mah masih bisa dimaklumi. Kalau salah pengertian karena typo parah gimana? Coba ambil waktu sebentar untuk memeriksa kembali tulisan sebelum dipublish. Kan gak lucu kalau tiap tulisan yang kita posting selalu dikomenin masalah typo. :D Bukan cuma typo, kadang tanda baca ngalor-ngidul. Jadi penulis yang baik mau gak mau juga harus mengasihani pembacanya. Heheh kalo tulisan gak rapi, sebagian besar pembaca akan melewatkannya.

5. Suka PHP-in tulisan
    Nah, ini barangkali karena si penulis kebanyakan ide. Bagus sih sebenarnya. Tapi kebiasaan 'melupakan' tulisan sebelumnya itu loh yang nyebelin. Gak ada efeknya sih buat pembaca karena kebanyakan tulisan yang belum tuntas itu tak terpublish. Tapi apa gak kasihan sama nasib cerita yang tergantung di atas kertas digital itu? Tahu gak kalau setiap detik setiap menit tuh naskah berteriak minta kejelasan. Mau dibawa ke mana cerita ini? Hihihi. Coba deh untuk lebih konsisten, menulis ide baru di lembar baru tak ada larangannya. Meninggalkan yang lalu pun juga tak ada salahnya. Tapi lebih baik bila diusaikan, mau sad ending, happy ending atau gak jelas endingnya yang penting kelar juga tak mengapa. Heheh. #Plak ini mah nampar yang nulis artikel ini. Sering banget PHP-in tulisan.

Nah, segitu dulu yang bisa LovRinz bagi tentang kebiasaan penulis nyebelin versi LovRinz.

Sampai jumpa di informasi keren lainnya :D
   

2 komentar:

  1. ngaku deh no 5 sering ngelakuin itu hehe...habis keburu kesalip ama ide yang baru, jadinya yang lama ngetem dulu deh, hasilnya draft cerpen banyak yg baru ditulis openingnya doang, hehehe

    BalasHapus
  2. Angkat dua jari, lalu bilang, "Peace." :)

    BalasHapus

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI