Google+ Followers

Kamis, 07 Mei 2015

Terima Kasih, My Hubby

Bahagia itu ...

Wanita mana yang tak suka dengan kejutan? Saya juga suka, tentu saja. Namun, hati suka sedih tiap ada kejutan kecil masuk pintu rumah. Nah loh, kok malah sedih?

Begini kisahnya ...

Bukan rahasia lagi, bila suami saya adalah lelaki yang sungguh romantis. Bila pergi ke mana saja, ia selalu pulang membawa bingkisan kecil untuk membuat saya tersenyum. Beberapa waktu lalu, ia pamit hendak membeli kaos. Sebab miliknya sudah jelek, bahkan sobek--ini kebanyakan kaos suami saya yang pakai, alih-alih meredam kangen kalau suami ngelembur di percetakan hingga dini hari. Sampai kucel hehhehe.
 
Nah ketika suami pulang, ia mengeluarkan bungkusan lalu memanggil saya yang sudah terlelap di kamar.

"Bun, ini coba lihat dan pakailah ..."

Sontak saja senyum merekah di bibirku. Sebuah gamis sederhana dan jilbab hitam panjang. Tentu saja langsung pakai. Tak saya rasakan nyeri di kaki kiri yang masih cedera. Suami melihat saya dengan mata berbinar.

"MasyaAllah, Bunda cantik banget pakai itu. Oh iya, ini juga ..."

Sebuah bungkusan agak besar. Sebuah handbag keren. Alhamdulillah.
Suami saya memang suka banget memilih barang untuk saya kenakan. Ia betah berlama-lama di toko untuk mencari yang cocok buat saya. Kalau saya, aduh, jangan harap betah di mall lewat dari sejam. Pegel.

Semalam, saya menghabiskan waktu untuk menyeterika baju. Awal-awal masih biasa saja. Lambat laun hati saya sesak. Bagaimana tidak, menyeterika baju suami yang rasanya kok baju itu pantasnya cuma buat di rumah saja.  Duh ke mana saya selama ini? Sampai tak menyadari semua ini.
Dengan perasaan sedih saya mengirim pesan buat suami, sudah waktunya membeli baju.

Tahukah apa jawaban darinya?

"Ya, sebenarnya waktu itu keluar pengen beli baju, celana, biar kalau bertemu customer tidak malu-maluin. Tapi ... Ayah inget Bunda. Secara naluri mengantarkan ke tempat jilbab dan gamis. Rasanya pengen beliin semua buat Bunda. Buat Ayah, gampang. Yang penting Bunda tetap meratiin Ayah juga."

Sedih ... malu rasanya. Suami memang selalu peduli hal terkecil apapun buat saya. Sampo yang saya kenakan, pakaian yang saya pakai, jilbab, sendal, sepatu, makanan yang saya makan duh semuaaaa dipedulikan. Tapi saya? Celana dalam sobek saja cuek. Ya Allah, ampuni hamba.

Sehatkan saya selalu, agar bisa terus memperbaiki diri menjadi istri yang sholehah buat suami.
Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUBLIKASIKAN KARYAMU DI LOVRINZ!

BERSAMA LOVRINZ KARYA ANDA NYATA DALAM GENGGAMAN

JADILAH ABADI